Pak Agus saya sangat tergelitik dan tergugah seakan-akan saya lansung 
termotivasi dengan tulisan Pak Agus yang dapat memberikan inspirasi tersendiri 
buat saya dan keluarga. Semoga dengan merenungkan dan menjalankan ap yang pak 
Agus tuliska dalam artikel ini insya Alloh akan membukakan pintu  jalan untuk 
menuju rumah tangga  yang sakinah warohmah dan wamadah.

salam sukses selalu.
Kiran 

agussyafii <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               Apa sih 
Prinsip Dasar Perkawinan Itu?
 
 Prinsip-prinsip dasar perkawinan harus diketahui oleh mereka yang
 sudah mempersiapkan diri dalam jenjang pernikahan, bagi yang belum
 mempelajarinya juga tidak ada salahnya dan bagi yang sudah menikah
 akan membuat semakin kokoh perkawinannya. Prinsip itu adalah:
 
 a. Dalam memilih calon suami/isteri, faktor agama dan akhlak calon
 pasangan harus menjadi pertimbangan pertama sebelum keturunan, rupa
 dan harta, sebagaimana diajarkan oleh Rasul.
 
 "Wanita itu dinikahi karena empat pertimbangan, kekayaannya, nasabnya,
 kecantikannya dan agamanya. Pilihlah wanita yang beragama niscaya
 kalian beruntung." (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)
 
 "Pilihlah gen bibit keturunanmu, karena darah (kualitas manusia) itu
 menurun." (H.R. Ibnu Majah)
 
 b. Bahwa nikah atau hidup berumah tangga itu merupakan sunnah Rasul
 bagi yang sudah mampu. Dalam kehidupan berumah tangga terkandung
 banyak sekali keutamaan yang bernilai ibadah, menyangkut aktualisasi
 diri sebagai suami/isteri, sebagai ayah/ibu dan sebagainya. Bagi yang
 belum mampu disuruh bersabar dan berpuasa, tetapi jika dorongan nikah
 sudah tidak terkendali padahal ekonomi belum siap, sementara ia takut
 terjerumus pada perzinaan, maka agama menyuruh agar ia menikah saja,
 Insya Allah rizki akan datang kepada orang yang memiliki semangat
 menghindari dosa, entah dari mana datangnya (min haitsu la yahtasib).
 
 Nabi bersabda:
 "Wahai pemuda, barang siapa diantara kalian sudah mampu untuk menikah
 nikahlah, karena nikah itu dapat mengendalikan mata (yang jalang) dan
 memelihara kesucian kehormatan (dari berzina), dan barang siapa yang
 belum siap, hendaknya ia berpuasa, karena puasa bisa menjadi obat
 (dari dorongan nafsu)." (H.R. Bukhari Muslim)
 
 "Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantara kamu, dan
 orang-orang yang layak nikah diantara hamba-hamba sahayamu yang laki
 dan yang perempuan. Jika mereka fakir, Allah akan memampukan mereka
 dengan karunia Nya. Allah Maha Luas (pemberiannya) lagi Maha
 Mengetahui." (Surat al Nur, 32)
 
 Wassalam,
 Agussyafii
 
 ============================================
 Silahkan kirimkan komentar anda tentang tulisan ini di
 http://agussyafii.blogspot.com Atau di sms 0888 176 48 72
 ============================================
 
 
     
                               

       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke