Assalam Wr.Wb.
Saya setuju dengan pendapat bung Dody. Mungkin karena beban SKS kita terlalu
banyak dan mata kuliah2 tertentu tidak semestinya diajarkan sampai beberapa
semester. Memang seharusnya harusnya debdiknas/ pemerintah dalam hal ini
pemerintah melalui menteri pendidikan aware bagaimana arah pendidikan tinggi
kita. End result yang bagaimana yang diharapkan dari perguruan tinggi kita,
ketika memasuki dunia kerja. Satu lagi kendala kita adalah rata2 tenaga
kerja kita kurang mendunia dan kemampuan bahasa Inggrisnya masih belepotan.

Kalau perlu,  diperbanyak business school yang menggunakan pengantar bahasa
Inggris (tapi menurut saya pribadi...bahasa harus sejak kanak2 diterapkan,
dan pengajar2 bahasa ini harus piawai mengarahkan murid2nya agar memiliki
kemampuan bahasa yang bagus...jadi jangan hanya menekankan
grammar..misalnya, karena pada akhirnya komunikasi itu yang terpenting).

Tetapi kalau dikatakan sekolah menjadikan "gagal" in general sebenarnya
salah kaprah. Jangan kita memvonis bahwa sekolah tidak perlu hanya karena
"output-nya" masih jauh dari harapan. Sebenarnya ini proses MENJADI yang
lebih baik. Mungkin yang kita perlukan adalah memberikan masukan2 kepada
pemerintah atau lembaga2 pendidikan agar orientasinya tidak hanya kepada
kuantitas lulusan "sebagai promosi" mereka, tetapi peningkatan mutu yang
terus menerus dibarengi dengan peningkatan kemampuan berbahasa. Kalau ini
bisa tercapai, saran berikutnya adalah menjual tenaga2 yang mempunyai
kemampuan skill yang memadai dan juga kemampuan berbahasa yang baik ini
sebaiknya "dieksport" keluar untuk mengurangi beban didalam negeri.

Ini akan memiliki dampak psikologis dan politas yang baik. Dampak psikologis
adalah kita bangga dengan kemampuan kita dan juga secara politis mengurangi
pengangguran yang saat ini masih sulit diatasi.

Khusus pengangguran NON AKADEMIS mungkin bisa diarahkan kepada kemampuan
menguasai ketrampilan2 tertentu, misalnya industri2 rumah tangga, bengkel,
rumah makan dsb.

Sekian... kalau ada yang menambahkan.

Wassalam,
Agus

On Tue, Mar 25, 2008 at 4:24 AM, Dodyfaizal <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> banyak sekolah dinegeri ini ternyata belum menghasilkan generasi atau
> output
> yang maksimal, sekolah tidak mengajarkan bagaimana siswanya untuk bisa
> mengerti tentang ilmu itu sendiri, tetapi lebih bagaimana menghafal suatu
> ilmu. siswa diajari bahwa ibukota negara ini adalah jakarta, tapi tidak
> mengajari mengapa ibukota negara ini adalah jakarta?.
> banyak mahasiswa yang mendapat nilai ujian yang memuaskan hanya dengan
> "SKS"
> (sistem kebut semalam), mereka yang hafal akan mata kuliah tersebut
> merekalah yang berhasil. jarang sekali bentuk soal yang sifatnya analisa.
> perlu ada suatu revolusi kurikulum dan cara mengajar terhadap dunia
> pendidikan kita, sehingga kita tidak tertinggal dengan negara2 maju
> lainnya.
>
> salam perubahan,
> dody
> ----- Original Message -----
> From: "suriani sampo" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]
> >;
> "go hwie khing" <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; "[EMAIL PROTECTED]"
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]
> >;
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Monday, March 17, 2008 4:31 PM
> Subject: RE: [Bicara] Sekolah menjadikan orang gagal ? bisa ya bisa juga
> tidak...
>
>
>
> Dear Respected Readers,
>
> Sekolah bukan segalanya...
>
> The End of Education is Character !
>
> Pendidikan & Sekolah merupakan habitus bagi anak didik (generasi) dimana
> proses pemanusiaan dan pembudayaan anak bangsa kita harapkan dapat
> terjalin
> seimbang antara potensi-potensi IQ, EQ,KEMAMPUAN INTER PERSONAL &
> KEMAMPUAN
> INTRA PERSONAL JUGA POTENSI EXTRA Intelektual.
>
> Masikah kita berharap bahwa sekolah sebagai candra dimuka bagi lahirnya
> generasi masa depan yang tangguh bisa diemban oleh para penyelenggara
> sekolah / stakeholder pendidikan ? benarkah sekolah dan proses pendidikan
> yang mecerahkan bisa didedikasikan  secara utuh oleh semua sekolah di
> tanah
> air ???
>
> Perlu analisa serius untuk mengurai jawaban yang bisa diterima semua pihak
> berkaitan dengan pelayanan pendidikan di negara kita...
>
> Ketika Nagasaki dan Hiroshima di Bom Sekutu, kaisar Jepang mengumpulkan
> petinggi negaranya dan bertanya pada segenap aparatnya : berapa guru yang
> tersisa di Jepang pasca BOM ??? tolong kumpulkan mereka, siagakan mereka,
> kita harus segera memulai perjuangan kemanusiaan ini dengan menyiapkan
> guru-guru yang tersisa untuk kaderisasi generasi bangsa...Arti penting
> pendidikan dan guru telah disadari bangsa Jepang..dan mereka maju karna
> pendidikan dan keuletan, kerja keras , daya juang juga keinginan utk jadi
> bangsa yg maju !!!!
>
> Salah seorang Prof Jepang dari Waseda University yg berkunjung ke Sekolah
> kami  berkata : Our Country Japan, we are lacking of natural resources,
> but
> too many natural disaster !!!!! mereka mengakui daya juang mereka utk maju
> terkuak dari serta merta bencana yang sering menimpa negrinya...dan mereka
> mengakui bahwa kemajuan mereka berkat kepedulian terhadap pendidikan bagi
> segenap anak bangsanya.
>
> Wajah pelayanan pendidikan di tanah air kita sangat berwarna...
>
> Kita masih perlu perjuangan agar pendidikan dan sekolah masih bisa
> dipercaya
> sebagai salah satu proses yang dapat menyiapkan generasi yang bisa
> mengurai
> secara detail tentang semua potensi generasi muda. Kecerdasan memang bukan
> segalanya....Formula pembelajaran, pengajaran memang masih perlu
> dikembangkan secara terus menerus, dan pelayanan pendidikan pun akan
> selalu
> ditingkatan agar mutu bahan ajar juga pengajaran secara utuh dan seimbang
> dapat diupayakan oleh semua sekolah  kepada anak didiknya.
>
> Tapi bila kita belajar dari negara-negara yang berkembang, maka kita pasti
> akan saksikan bahwa negara itu mutu pendidikan dan fasilitas pendidikanya
> pasti mendapat perhatian serius dari pemerintahnya. Kebudayaan masyarakat
> pun bisa menjadi salah satu faktor majunya peradaban di negara itu.
>
> Maka kita perlu perpikr  & bercermin : masikah kita kita salahkan pada
> pendidikan ? kebudayaan masyarakat ? atau pengololaan negara yang mengatur
> semua proses pembentukan karakter bangsa ?????
>
> Akankah kita menilai bahwa kesuksesan manusia hanyalah bila individu itu
> sukses di bisnis ? hingga tidak ada lagi   manusia yang menghargai orang
> yang baik...yang ada hanyalah pemujaan bagi mereka yang kaya secara materi
> !!!! begitu langkah manusia dihargai karna jujurnya, karna arifnya
> menjalani
> kehidupan, karna kesahajaan melakoni hidup ? atau karna kuatnya mejalani
> kemiskinan, ketiadaan apresiasi bagi mereka yang terhempas oleh jajahan
> materi ? benarkah keberhasilan itu cita2 akhir manusia ? atau berhasil
> macam
> apakah yang kita inginkan agar bisa memberi ruang kepada segenap manusia
> utk
> bisa dibilang sukses ????
>
> Pembaca yang budiman,
>
> Mari kita bersekolah pada kehidupan, juga memulai dengan bersekolah
> seperti
> yang pernah dilalui juga oleh orang-orang yang berhasil, kita boleh
> percaya
> bahwa
>
> "education is the one thing you can give your children that no one can
> ever
> take away from them..
>
>  The real source of wealth and capital in this new era, is not material
> things. It is the human mind, the human spirit, the human imagination, and
> also our faith in the future. (Steve Forbes)
>
> With all the best
> Sury
> 0817185487
>
>
> Mar 2008 08:27:30 +0700
> > Subject: [Bicara] Sekolah menjadikan orang gagal !!
> >
> >
> > Judul saya terkesan sangat provokatif ya? Sabar.. sabar.. itu hanya
> sebuah
> > judul!!
> >
> > Saya hanya ingin sharing tentang pendapat pakar psykolog Yunani yang
> > mengatakan : Dalam mencapai keberhasilan IQ itu hanya berperan maksimal
> > 20% sedangkan 80% dipengaruhi oleh EQ seseorang.
> >
> > Nah, yang jadi pertanyaan : Kenapa di sekolah-sekolah Indonesia hampir
> > semua yang di tekankan adalah faktor IQ-nya?? Apakah ini menandakan
> bahwa
> > sekolah kita benar-benar dirancang untuk menghasilkan orang-orang yang
> > gagal?? Apakah ada solusi yang lebih baik??
> >
> > Hmm.. Ini hanya sharing lhoo ya!!
> >
> > Salam,
> >
> > Wakhid Ameri-CAN
> > HP. 085292794284 (24 jam)
> >
> >
> >
>
> _________________________________________________________________
> Help Splitzo Sally Before It's Too Late!
> http://www.thegirlwhosplitinto5.com/
>
> ------------------------------------
>
> CATATAN PENTING: Pastikan bahwa Anda mencerna semua hal di atas dengan
> penyesuaian kepada sistem tata nilai yang Anda anut. Beberapa hal mungkin
> tidak sesuai dengan tata nilai Anda, beberapa lainnya akan universal
> sifatnya. Tugas kami hanya mengingatkan Anda. Mohon dimaklumi, ada
> file-file
> yang secara rutin dikirim berulang 1 bulan sekali.
>
> IKLAN: Iklan diperkenankan hanya hari Jumat, awali subject dengan "Iklan
> Jumat:"
>
> ARSIP: Ratusan tips MOTIVASI, KOMUNIKASI, dan LEADERSHIP di:
> http://milis-bicara.blogspot.com.
>
> GRATIS: Silahkan join ke Milis Bicara dan dapatkan LANGSUNG E-BOOK berisi
> lebih dari 100 Tips Motivasi, Komunikasi, dan Leadership plus PULUHAN
> e-Book
> bermanfaat lainnya.Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
> ------------------------------------
>
> CATATAN PENTING: Pastikan bahwa Anda mencerna semua hal di atas dengan
> penyesuaian kepada sistem tata nilai yang Anda anut. Beberapa hal mungkin
> tidak sesuai dengan tata nilai Anda, beberapa lainnya akan universal
> sifatnya. Tugas kami hanya mengingatkan Anda. Mohon dimaklumi, ada file-file
> yang secara rutin dikirim berulang 1 bulan sekali.
>
> IKLAN: Iklan diperkenankan hanya hari Jumat, awali subject dengan "Iklan
> Jumat:"
>
> ARSIP: Ratusan tips MOTIVASI, KOMUNIKASI, dan LEADERSHIP di:
> http://milis-bicara.blogspot.com.
>
> GRATIS: Silahkan join ke Milis Bicara dan dapatkan LANGSUNG E-BOOK berisi
> lebih dari 100 Tips Motivasi, Komunikasi, dan Leadership plus PULUHAN e-Book
> bermanfaat lainnya.Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

Kirim email ke