* Tulisan ini adalah kelanjutan dari "18 Rahasia Keberhasilan Anthony Robbins"

  Rahasia #10: Humor adalah pelumas yang membantu pesan anda lebih lembut
   
  Kemampuan AR dalam menggunakan humor begitu efektif. Itu adalah salah satu 
alasan mengapa semua audiennya sangat menikmati seminar-seminar AR. Ketika AR 
ingin membuat audiennya tertawa, dia memerankan sikap badan (phisiology) 
seperti Robbins William. Melalui seminarnya AR secara konstan, menyuguhkan 
cerita lucu, menghibur atau suka bermain dengan beberapa audiennya. 
   
  Contoh : ketika AR memberi gambaran seseorang yang tidak punya motivasi untuk 
mencapai goalnya. AR akan melakukan gerakan tubuh (phisiology) persis seperti 
orang yang depresi (pundaknya agak turun/membungkuk, mata terlihat sedih, 
berdiri tanpa tenaga, ekspresi ‘mengomel’ (protes keadaan) diri sendiri 
tercermin di wajahnya). Dan dengan mimik sedih dan suara berat dia berkata, 
“Saya tidak taaahu... Mengapaaa tidak ada satu orang pun.... yang menyukai 
sayaaaa...... Saya sangat setressss...” . Audien yang mendengar dan melihat 
ekspresi-nya yang lucu dan blo’on menjadi tertawa. Mengapa? Karena AR 
melukiskannya dengan lucu dan penuh humor, membuat audien ingat akan pesannya. 
   
  Berikut mengapa AR menganggap bahwa humor sangat penting di dalam seminarnya:
  “saya mengatakan bahwa humor adalah bagian dari kepribadian saya. Tetapi 
perlu diigat juga apa yang sudah saya katakan sebelumnya: Saya percaya bahwa 
setiap orang lebih suka acara hiburan dari pada seminar. Sehingga, saya 
menghadirkan itu dalam seminar saya, jika anda ceria, penuh humor dan anda 
punya materi yang bermanfaat bagi orang lain, mereka akan dengan suka hati 
mendengarkan pesan anda. Kebanyakan humor saya tidak saya rencanakan, itu semua 
terjadinya spontan begitu saja. Ketika saya mendapatkan reaksi positip dari 
audien, otak saya mengingat humor tsb. Dan di waktu yang lain, saat saya 
berbicara di seminar di tempat lain, saya gunakan humor tersebut.”
   
  Saya berpikir bahwa ketika seseorang, berada dalam situasi penuh tawa dan 
gembira, anda mempunyai peluang untuk membuat anchor (magic moment) untuk 
memperkuat pesan anda dan bisa men-sharingkan presentasi anda dalam waktu yang 
cukup lama. Mengapa? Karena seseorang akan selalu ingat humor anda.
   
  Bagi rekan-rekan yang pernah datang di seminar Pak Tung Desem, anda pasti 
ingat beberapa joke dan humor Pak Tung di seminarnya. Misal: saat cara Pak Tung 
menghimbau peserta seminar untuk mematikan HP-nya, beliau berkata: “Sekarang 
angkat tangan kanan anda, kecuali yang tidak punya tangan kanan. Pegang pundak 
teman anda sebelah kanan. Ikuti kata-kata saya: “Pak, pak, bu, bu, tolong 
handphone-nya dimatikan terima kasih.””. Lalu pegang pundak teman kiri anda, 
ikuti kata-kata saya, “Pak, pak, bu, bu, handphone sudah saya matikan terima 
kasih. ... dst”
   
  Misal cara Pak Tung menjelaskan bahwa hidup ini perlu punya tujuan, TDW 
memberi perumpamaan seperti kita mau naik taxi. Pak Tung menceritakan kisah ini 
dengan gayanya yang khas. 
   
  “Sopir taxi akan menanyakan, tujuan kita kemana? 
  Lalu kita jawab : TERSERAH! 
  Ada 3 alternatif kejadian berikutnya. Sopir taxi yang pertama, akan mengejek 
anda, “Hidup kok nggak punya tujuan” dan dia bergegas tancap gas meninggalkan 
anda. Sopir yang kedua, tetap mengantarkan anda, tapi anda akan diturunkan di 
Rumah Sakit Jiwa. Mungkin dia pikir anda gila. Tapi sopir ketiga yang cerdas, 
akan menanyakan anda, berapa anda bawa uang. Lalu dia akan minta uang anda dan 
mengantarkan anda berkeliling sampai batas argo sesuai dengan jumlah uang anda, 
lalu anda akan diantarkan lagi di tempat semula anda naik taxi. “
   
  (Para peserta yang mendengarkan kisah ini tertawa dan mengerti pesan yang 
disampaikan TDW). Inti pesan: Kita tidak akan pergi kemana-mana jika kita tidak 
menetapkan tujuan hidup kita.  
   
  Saya pernah juga menghadiri seminar Adam Khoo dari Singapore. Dia juga meniru 
gaya Mr. Bean untuk menunjukkan body language-nya. 
   
  Pelajaran yang bisa diambil di sini sangat jelas: Ketika anda menyampaikan 
sebuah presentasi tanpa ada humor di dalamnya, audien anda akan merasakan 
suasana monoton dan keganjilan di dalam pesan anda. Tapi mereka akan mudah 
ingat pesan anda, jika anda menggabungkan humor ke dalam pesan anda.
   
  * Bila rekan-rekan merasa mendapat manfaat dari tulisan ini, silahkan 
diforward ke teman anda yang lain. Terima kasih
   
   
  Salam Focus,
   
   
  Markus Tan
   
  Life Management Institute
  > Jl. Bratang Gede I/46 Surabaya
  > (031) 7757 1500
  > 081 333 999 650
  > www.best-camp.com 
  > www.markustan.com
  > [EMAIL PROTECTED]
  

       
---------------------------------
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total 
Access, No Cost.

Kirim email ke