* Ini adalah kelanjutan dari artikel "18 Rahasia Keberhasilan Anthony Robbins"
 
   Rahasia #13: Cara yang paling efektif untuk mengilustrasikan pesan anda 
adalah melalui kekuatan sebuah cerita
     
    Cerita atau kisah, tanpa diragukan sedikitpun, merupakan jalan yang paling 
efektif untuk mengkomunikasikan ide anda kepada audien. Karena dari sebuah 
cerita sering kali bisa mem-bypass “Critical Left Brain”, otak kritis kita, 
atau (dalam dunia hypnosis biasa disebut Critcal Filter) dan masuk dalam 
lingkaran kesadaran kita melalui otak kanan yang lebih kreatif dan intuitif. 
     
    Satu hal yang pasti adalah “Setiap orang suka mendengarkan cerita”. Dan 
sama seperti halnya humor, cerita anda akan selalu mendukung dan menguatkan 
point yang anda sampaikan.
     
    Misal, ketika AR ingin menggarisbawahi point berikut: “Yang penting, bukan 
apa yang terjadi pada diri anda, tetapi apa yang anda lakukan terhadap kejadian 
yang anda alami.” 
     
    AR menceritakan sebuah true story tentang kejadian mengerikan yang dialami 
oleh W Mitchel. Mitchel mengalami kecelakaan yang sangat mengerikan. Saat dia 
mengendarai sepeda motor tiba-tiba terlihat truk berhenti mendadak. Dalam 
usahanya mengurangi kecepatan, ia terperosok ke bawah truk. Tutup tangki 
bensinnya terlempar, dan hal buruk pun terjadi. Bahan bakar mengalir keluar dan 
membuat sepeda motornya meledak, sehingga 85% tubuhnya mengalami luka bakar. 
     
    Ketika audien mulai terbawa dalam ceritanya, AR menggunakan nada suara dan 
bahasa tubuhnya sedemikian rupa membuat audiennya bisa merasakan emosi miris 
(ngeri) dari cerita tsb. 
     
    Dan bagaimana cara Mitchel mengatasi apa yang dialaminya. Ia tidak 
menyerah. Ia berusaha tetap hidup dan meniti kembali karier usahanya. Ia masih 
hidup sehat tinggal di Colorado. Sejak kecelakaan motornya yang mengerikan, ia 
diketahui lebih berhasil dan bahagia dari sebelumnya. Ia menjadi orang yang 
paling berpengaruh di Amerika dan menjadi jutawan. Bahkan mencalonkan diri 
menjadi anggota kongres dan gubernur Colorado. 
     
    Anda bisa baca cerita lengkap W Mitchel di dalam buku Anthony Robbins  
“Unlimited Power.” Bab 2 “The Difference that makes the difference” 
(Diterjemahkan oleh Team Delapratasa). 
     
    AR bukan hanya pandai dalam berbicara, dia juga jago dalam menghidupkan 
sebuah kisah menjadi enak untuk dikonsumsi. 
     
    Kisah Silvester ‘Rocky’ Stallone
    Bagaimana memiliki fokus dan komitmen terhadap apa yang anda inginkan. Saya 
masih ingat betul cerita AR tentang sebuah perjuangan tanpa kenal menyerah. AR 
tidak menjelaskan dengan bahasa yang indah. Dia menghadirkan sebuah kisah hidup 
Silvester Stallone. 
     
    Pada tahun 1974 Sylvester Stallone adalah actor figuran yang bokek, tidak 
punya uang. Ketika menonton suatu pertandingan tinju, ia terinspirasi oleh 
seorang petinju yg belum punya nama yang saat itu bertanding begitu gigih 
melawan sang juara sejati “Mohammad Ali. Buru-buru ia pulang dan dalam 
pikirannya yg kreatif ia menulis sebuah cerita film. Setelah bekerja siang 
malam selama 3 hari tanpa berhenti, ia menghasilkan draft dari naskah pertama 
sebuah cerita berjudul “Rocky”.
     
    Lalu Stallone mengajukan tulisannya kepada para produser film. Namun tidak 
ada yang memberi tanggapan serius atas naskah cerita tsb. Saat itu ia masih 
single, dengan ditemani anjing kesayangannya bernama Timmy. Ia berusaha keras 
selama 2 bulan namun masih belum menampakkan hasil, sampai suatu hari ia sama 
sekali tidak punya uang. Dengan sangat sedih ia menitipkan anjingnya dengan 
hanya dihargai $25 untuk bisa menyambung hidupnya. Namun satu hal, Stallone 
tidak pernah berhenti berusaha. Ia menawarkan naskah ceritanya tidak kurang 
dari 600 kali kepada semua produser dan studio film.   
     
    Sampai suatu hari, ada sebuah studio menawarkan $20,000 dengan tokoh 
utamanya dibintangi oleh Ryan O’Neal dan Burt Reynolds. Stallone kegirangan 
mendapat penawaran tsb. Akan tetapi ia ingin tetap membintangi filmnya 
tersebut. Lalu ia menawarkan diri untuk bermain cuma-cuma. Ia ditolak oleh sang 
sutradara. Stallone pun menolak penawaran tersebut, walaupun sesungguhnya dia 
sangat membutuhkan uangnya. 
     
    Lalu mereka menawarkan $80,000 dengan syarat bukan dia yang membintangi 
tokoh utamanya. Kembali ia menolak. Mereka memberitahunya bahwa Robert Redford 
tertarik, mereka bersedia membayar Stallone $200.000. Sekali lagi Stallone 
menolak mereka. 
     
    Mereka naikkan penawaran menjadi $300.000 untuk sebuah naskah cerita tsb. 
Stallone memberitahu mereka bahwa, ia tidak mau jika tidak melibatkan dirinya. 
Mereka menawarkan Stallone $330.000, Stallone bersikeras tidak akan mau melihat 
filmnya dibuat kalau tidak boleh membintangi tokoh utamanya. 
     
    Akhirnya mereka setuju Stallone menjadi tokoh utamanya, namun ia hanya 
dibayar $20.000 untuk naskah ceritanya ditambah $340 per minggu sesuai upah 
minimal seorang aktor. Setelah dipotong biaya-biaya, komisi agen, dan pajak, ia 
hanya mendapatkan penghasilan bersih sebesar $6,000 bukannya $330,000.
     
    Begitu mendapat uang, lalu dia mencari orang yang membeli anjingnya tsb di 
sebuah club malam. Namun sang pembeli tidak mau melepaskan Timmy begitu saja. 
Stallone lalu memberi tawaran 2 kali lipat, tetap ia tidak mau. Lalu $100, 
$200, tetap tidak diberikan. Penawaran terus berlanjut. Stallone tidak menyerah 
karena Timmy sudah dianggap seperti sahabatnya dan sudah menjadi bagian dari 
hidupnya. Akhirnya dia harus mengeluarkan $3000, ditambah syarat melibatkan 
sang pembeli sebagai pemeran tambahan dalam filmnya tersebut. 
     
    Namun apa yang terjadi selanjutnya? Dua tahun kemudian, di tahun 1976 
Stallone dinominasikan meraih Academy Award sebagai Aktor Terbaik. Film Rocky 
tersebut memenangkan tiga oscar, Film terbaik, Sutradara terbaik dan Skenario 
Film terbaik. Serial Rocky (Rocky 1 -5) setelahnya meraih hampir $1 milyar, 
menjadikan Stallone seorang bintang film internasional. Ikutilah firasat dan 
intuisi anda, tetap fokus pada apa yg anda inginkan. 
     
    Bagaimana cara membangun sebuah kisah atau cerita? Mulailah dengan kisah 
hidup anda sendiri. Kisah mana yg perlu diceritakan? Apapun yang bisa menambah 
nilai bagi topik anda dan memperkaya kehidupan audien anda. 
     
    Kisah Hidup Saya: Menjadi seorang ‘Tukang Sapu’ di sekolah
    Saya dulunya juga merasa tidak punya kisah hidup yang menonjol. Karena 
sebagian besar kisah hidup saya adalah rentetan kegagalan demi kegagalan. 
Hingga akhirnya kisah hidup AR yang telah menginspirasi saya (Kisah hidup AR 
akan saya ceritakan di Rahasia  #16) 
     
    Saya pernah hampir dikeluarkan dari sekolah karena, tidak bisa bayar SPP 
selama 4 bulan. Saat itu saya kelas 3 SMP dan ayah saya kena PHK. Sampai 
akhirnya dengan menahan rasa malu dan gengsi, saya melamar menjadi tukang sapu 
di sekolah saya, setelah jam pulang sekolah. Dari situ saya bisa membayar uang 
SPP dan membeli peralatan sekolah. Saya juga pernah gagal menembus UMPTN 3 
tahun berturut-turut. Gagal dalam merintis usaha dan dalam pekerjaan. Namun 
sekarang saya bisa mengambil manfaat dan melakukan Reframming (seperti yang 
dilakukan W, Mitchel): ”Bahwa pengalaman kegagalan saya membuat daya juang saya 
jauh lebih tinggi dan semakin memupuk sikap pantang menyerah. Ada suatu maksud 
dan tujuan yang lebih baik dari setiap kejadian buruk yang kita alami.”
     
    Mungkin kalau tidak gagal di bangku kuliah, saya tidak menjadi seperti 
sekarang ini sebagai Trainer. Saya mungkin seperti teman-teman kuliah saya yang 
saat ini bekerja di bank atau perusahan sebagai karyawan biasa. Terima kasih 
setulusnya saya sampaikan Pak Tung & TDW resources, atas bimbingan dan 
dukungannya selama ini. 
     
    Saya juga pernah memberikan training untuk sekolah alumni saya, SMPK St. 
Vincentius Surabaya. Saya berbicara dihadapan 40 guru-guru yang dulu sebagian 
pernah mengajar saya. Mereka sangat heran dan kagum dengan perubahan yang saya 
alami, yang dulunya seolah tidak punya harapan di masa depan. Terima kasih 
Suster Aloysia PK (Pimpinan sekolah) dan mantan guru-guru saya, yang telah 
membimbing saya selama ini. Dari cerita saya, dan kisah Sylvester Stallone, 
saya berharap anda semakin mengerti arti sebuah kisah atau cerita dalam 
presentasi anda.  
     
    Point topik ini yang perlu diingat: Sabarlah dengan diri anda ketika anda 
pertama kali membangun cerita anda. Mulai dengan cerita tentang diri anda 
sendiri, cerita para orang sukses, kisah kegagalan mereka dan turning poin 
(titik balik) dari kegagalan mereka, itu yang ingin diketahui oleh audien anda. 
Setelah cukup berlatih dan terus mengasah kemampuan anda, jika anda tidak 
menyerah, suatu hari anda akan menjadi orang yang jago bercerita dan 
menghadirkan kisah dengan dramatis. Sehingga melalui kisah tsb, pesan anda 
menjadi lebih hidup dan penuh makna.
     
    “It’s your decisions and not your conditions that shape your Destiny. 
(Anthony Robbins)”
     
     
    Salam Focus,
     
     
    Markus Tan
     
    Life Management Institute
    > Jl. Bratang Gede I/46 Surabaya
    > (031) 7757 1500
    > 081 333 999 650
    > www.best-camp.com 
    > www.markustan.com
    > [EMAIL PROTECTED]
     
    
 
 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke