"Guru, saya pernah mendengar kisah seorang arif yang pergi 
jauh dengan berjalan kaki. Cuma yang aneh, setiap ada jalan menurun, sang arif 
konon agak murung. Tetapi kalau jalan sedang mendaki ia tersenyum. 



Hikmah apakah yang bisa saya petik dari kisah ini?"

"Itu perlambang manusia yang telah matang dalam meresapi asam garam kehidupan. 
Itu perlu kita jadikan cermin. Ketika bernasih baik, sesekali perlu kita sadari 
bahwa satu ketika kita akan mengalami nasib buruk yang tidak kita harapkan. 
Dengan demikian kita tidak terlalu bergembira sampai lupa bersyukur kepada Sang 
Maha Pencipta. Ketika nasib sedang buruk, kita memandang masa 
depan dengan tersenyum optimis. Optimis saja tidak cukup, kita harus 
mengimbangi optimisme itu dengan kerja keras."

"Apa alasan saya untuk optimis, sedang saya sadar nasib saya sedang jatuh dan 
berada dibawah."

"Alasannya ialah iman, karena kita yakin akan pertolongan Sang Maha Pencipta."

"Hikmah selanjutnya?"

"Orang yang terkenal satu ketika harus siap untuk dilupakan, orang yang diatas 
harus siap mental untuk turun kebawah. Orang kaya satu ketika harus siap untuk 
miskin."
* * * * *

[maaf kalo udah pernah baca]

Artikel lainnya bisa di lihat di : http://thehattainstitute.blogspot.com


Salam,


HATTA N ADHY PK,ST
GRATIS..! Chip Isi Ulang Pulsa Elektrik, MAU?

http://smartbags.multiply.com (Onlinestore)
http://thehattainstitute.blogspot.com (Blog)


Jl.Pemuda No.279 
Klaten Jawa Tengah
Indonesia
57412
Telp: +62 272 322217
HP  : +62 81 5783 88899
        +62 899 509 2928
Email : [EMAIL PROTECTED]
YM     : abiketjil
       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke