Selamat Pagi..!!! Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin...

 

Abel adalah seorang seperti gadis pada umumnya, usianya sekitar 22-an,
tidak jelek untuk ukuran gadis kota, apalagi dia baru lulus dengan
predikat yang cukup bagus dari salah satu universitas ternama 
di negeri ini.

Bulan-bulan ini merupakan bulan-bulan sibuknya, meski dia pernah
ditawari bekerja di salah satu perusahaan milik pamannya, ia memilih
mencari pekerjaan baru lain yang dianggap lebih layak dan lebih cocok
untuk dirinya.

Berpuluh-puluh surat lamaran pekerjaan ia kirimkan ke
perusahaan-perushaan terkemuka, namun belum hingga saat ini belum Nampak
hasilnya. Untuk mensukseskan harapannya, Abel sering menghabiskan 
waktu untuk membaca-baca buku yang bisa membantunya dalam wawancara
nanti.

"Cara mendapatkan pekerjaan dalam 14 hari", "Sukses dalam seminggu", "21
cara lolos wawancara", "Mengakali Psikotes", menjadi buku-buku sarapan
abel setiap hari.

Hari-hari awal wawancara mulai, Abel mulai mendapat panggilan wawancara
dan tes di beberapa perusahaan terkemuka, seluruh tes dan wawancara awal
selalu ia lewati hingga dia mau ke wawancara 
berikutnya.

Kebanyakan dari tes-tes yang dilalui abel selalu mengantarkan Abel
hingga test terakhir, namun sayangnya justru di saat-saat test terakhir
itu Abel tidak lulus. Hingga suatu saat abel sangat bersemangat ia pasti
diterima oleh sebuah perusahaan internasional yang bonafid dimana ia
sangat yakin dapat lulus semua tes. Namun sayang, meskipun ia begitu
yakin dengan semua pengetahuan yang ia miliki apalagi dibantu dengan
kiat-kiat yang ia pelajari selama ini, tetap saja di ia tidak diterima.

Akhirnya Abel duduk termenung, satu-satunya harapan dia untuk
mendapatkan pekerjaan di tempat bergengsi pupuslah sudah, di warung kaki
lima di belakang perkantoran mewah itu abel hanya duduk terdiam sambil
membeli sebotol limun yang tersedia disana. Ibu tua yang berjualan di
warung tersebut yang memperhatikan Abel sejak tadi bertanya.


"Knapa mbak, sepertinya kehilangan sesuatu"?



"Oh, tidak bu, saya cuma merasa kesal, karena saya gagal lagi di tes
terakhir, padahal saya sudah tahu semua pertanyaan dan bisa menjawabnya
dengan sempurna" jawab abel.


"Bukankah masih banyak pekerjaan lain untuk orang seusia dan secantik
mbak ini?" ujar si ibu. 


"Sebetulnya banyak bu, hanya saja kurang cocok, sayang dengan ilmu
pengetahuan yang sudah saya miliki, lagipula saya yakin sekali saya
lulus dengan wawancara tadi " kata Abel.

Sambil mencuci gelas-gelas kotor, si ibu bercerita, 

 

"Perjalanan hidup tidak bisa diselesaikan hanya dengan membaca buku
teori, tapi kita mesti menjalaninya, tidak ada pekerjaan yang tak
bemanfaat jika kita mau mengerjakannya dengan sungguh-sungguh, dulu saya
kira ketika saya menjadi tukang cuci di rumah makan saya tidak akan
mendapatkan apa-apa selain upah, tapi itu salah, pekerjaan yang tidak
saya sukai itu ternyata memberi saya banyak pelajaran, hingga akhirnya
saya memutuskan membuka warung disini sejak 14 tahun lalu, sekarang tiga
anak saya sudah menjadi sarjana, yang pertama sekarang memiliki usaha di
Australia, yang kedua tidak mau bekerja, melanjutkan sekolah sambil
membantu ibu di warung ini, sedangkan yang ketiga kemarin setelah lulus
ikut membantu kakaknya di Australia"


Abel menimpali, 

 

"Usaha apa yang dimiliki anak pertama ibu di Australia, lalu si adik
bekerja jadi apa? Manajernya ?"


"Anak ibu yang pertama menjadi pemilik usaha siap saji disana, adiknya
sekarang cukup menjadi tukang cuci piring dahulu" jawab sang ibu
 

 

Baca juga artikel motivasi lainnya hanya di :

 

http://www.beraniegagal.com

 

Salam Sukses,

M. Rian Rahardi

 

# BeraniBisnis.Com <http://www.beranibisnis.com/?id=inaya>  

# KeuanganPribadi.Com <http://www.keuanganpribadi.com/?id=misterryan> 

P  Please consider the environment before printing this email 

 



This email and any attachments are confidential and may also be privileged.  If 
you are not the addressee, do not disclose, copy, circulate or in any other way 
use or rely on the information contained in this email or any attachments.  If 
received in error, notify the sender immediately and delete this email and any 
attachments from your system.  Emails cannot be guaranteed to be secure or 
error free as the message and any attachments could be intercepted, corrupted, 
lost, delayed, incomplete or amended.  Standard Chartered PLC and its 
subsidiaries do not accept liability for damage caused by this email or any 
attachments and may monitor email traffic.

 

Standard Chartered PLC is incorporated in England with limited liability under 
company number 966425 and has its registered office at 1 Aldermanbury Square, 
London, EC2V 7SB.

 

Standard Chartered Bank ("SCB") is incorporated in England with limited 
liability by Royal Charter 1853, under reference ZC18.  The Principal Office of 
SCB is situated in England at 1 Aldermanbury Square, London EC2V 7SB. In the 
United Kingdom, SCB is authorised and regulated by the Financial Services 
Authority under FSA register number 114276.

 

If you are receiving this email from SCB outside the UK, please click 
http://www.standardchartered.com/global/email_disclaimer.html to refer to the 
information on other jurisdictions.

Kirim email ke