100 Tahun Kebangkitan!!
100 adalah angka yang sempurna. Namun hampir 100% yakin tidak lebih
dari 100 Orang yang masih hidup yang menyaksikan hari kebangkitan 100 tahun
yang lalu. Seandainya ada, tentu beliu-beliau sedang merindukan panggilan
Tuhan, karena hidup di usia 100 tentu adalah hidup yang sepi dan penunh
perjuangan
Benarkah Anda ingin hidup 100 Tahun?
Sebuah keinginan yang harus dianalisa ulang. Walaupun umur bukan di
kendali kita. Satu Abad untuk jaman sekarang sudah bisa mengalami perubahan 10
Jaman. 100 Tahun dikatakan satu abad atau jaman, karena setiap masa 100 tahun
perubahan jaman itu terlihat dan mulai terasa. Namun bagaimana dengan jaman
sekarang ini. Apakah satu jaman sama dengan 100 Tahun? Sebentar tunggu dulu!
Jika Anda saat ini di ikat pinggang anda terselip Pager, maka anda sudah
termasuk manusia sangat aneh! Jika Anda saat ini tidak memiliki email, anda
sudah termasuk manusia katrok! Bahkan dalam lelucon DPR yang sok tahu dia
sempat bilang "Dulu saya punya email, namun saya bosen dan sekarang sudah saya
jual".
Wow! Perubahan jaman begitu cepatnya. Pagi tadi setelah mengantar anak
pertama dan kedua saya ke sekolah, saya lanjutkan berjalan-jalan di taman
perumahan dengan anak lelaki saya satu-satunya yang masih berumur satu tahun
lebih dikit. Saya melihat seorang nenek yang duduk sendiri di bangku taman.
Dari kejauhan saya melihat dia merenung sendiri. Wajahnya tidak terlalu
bahagia, seperti orang yang sedang membunuh waktu saja.
Ketika melihat anak saya, langsung meluncur komentar-komentarnya dan kami
ngobrol lumayan lama sambil memperhatikan polah tingkah anak saya yang bermain
dengan kupu-kupu.
Dari cerita dan obrolannya, saya menangkap sebuah kesepian dalam
hidupnya. Anaknya bekerja di luar negeri dan dia tidak memiliki aktivitas yang
berarti. Wow walaupun nenek itu belum terlalu tua, namun sepertinya dunia sudah
mulai menjauhinya. Ingin saya ngobrol sedikit lebih lama, namun si kecil sudah
mulai naik ke kereta dorongnya, tanda dia sudah mulai ingin di dorong pulang
karena haus dan kepanasan.
Kembali ke laptop!
100 Tahun adalah waktu yang cukup lama untuk belajar! Waktu yang cukup
dewasa, atau bahkan sudah tua renta. Namun mengapa ada hari kebangkitan? Apakah
saat itu begitu banyak orang yang tertidur? Apakah begitu menjamur orang orang
yang malas? Apakah begitu banyak manusia yang tak berdaya?
Mengapa ada hari kebangkitan?
Apa makna hari kebangkitan di masa sekarang? Teman-teman lama saya di
Boedoet SMAN 1 Jakarta sedang sibuk untuk kumpul-kumpul dengan pertandingan
Futsal , Departemen department menyiapkan upacara, televisi swasta sedang
mengatur panggung hiburan. Sejenak saya bingung memaknai hari 100 kebangkitan.
Jika saya mati, maka hari kebangkitan adalah persiapan diri untuk
melakukan audit amal tindakan kita. Berlimpah pahala atau bergelimang dosa.
Maka bila amalnya hancur, maka susah tidak ada kesempatan lagi memperbaiki
diri.
Aha!
100 Tahun Hari kebangkitan ini bisa jadi adalah dimana kita harus
meng-audit apa-apa yang telah kita perbuat. Alhamdulillah! Puji Tuhan! Masih
ada kesempatan untuk memperbaiki diri, masih ada kesempatan untuk berubah dan
merubah!
SELAMAT HARI KEBANGKITAN!!!!
100 Tahun Hari Kebangkitan! Semakin Sukses, Semakin Bahagia, dan
menjalani hidup semakin bermakna!
Salam Perubahan
Hari Subagya
www.bisnispartner.com
Ebook GRATIS!
www.bisnispartner.com/jump.html
Dibahas setiap Rabu di DFM 103.40 FM
Silahkan klik disini DFM Live
Seminar Spektakuler di Kemerdekaan kita
http://www.bisnispartner.com/tungagustus.html
<<top_bar.gif>>
<<Bendera_Indonesia_74681d.jpg>>
<<listennow_generic1.gif>>
<<bottom_bar.gif>>
