Saat makan siang dengan anak-anak, tiba-tiba telepon berdering. Saudara 
sepupu saya, Uni Susi menelpon dari Jakarta, bertanya kabar mengenai kondisi 
kesehatan saya.
   
  Alhamdulillah semua hasil test baik, dan test darah dari Hipocrateus sudah di 
fax langsung ke rumah sakit tempat saya dirawat. Hasilnya ; kolesterol darah 
normal, gula darah normal dan semuanya baik.
   
  Satu dari empat orang diperkirakan lahir dengan lubang diantara bagian kanan 
dan kiri atrium jantung, kondisi  yang dikenal sebagai patent foramen ovale 
(PFO). Lubang tersebut bisa sangat kecil dan bisa besar. Akibat lubang tersebut 
darah tidak terfilter dan partikel lemak  melewati arteri hingga menyebabkan 
penyumbatan.
   
  PFO inilah yang menyebabkan saya harus menginap beberapa hari di rs di Athena 
dan melakukan 12 macam test.
   
  Kebanyakan orang dengan PFO tidak mempunyai masalah atau keluhan sakit. 
Bahkan pada wanita yang mempunyai PFO lebih dari satu bisa melahirkan normal 
dengan banyak anak.  Namun sejalan waktu, lubang tersebut dapat mempengaruhi 
supply darah ke otak, yang menimbulkan migrain dan kemungkinan stroke.
   
  150.000 orang Inggris kena stroke tiap tahun, lebih dari 40%-nya adalah 
penderita PFO.
   
  InsyaAllah hari Kamis 29 Mei 2008, saya akan menjalani operasi kecil menutup 
lubang sangat kecil tersebut dengan device yang disebut amplatzer (saya 
bertanya sebelumnya pada dokter yang akan menangani penutupan nanti). Mengenai 
amplatzer bisa dibaca lebih detail di google.
   
  Di UK sendiri sejak tahun 2007, penderita PFO ditutup dengan collagen yang 
terbuat dari bioplant yang dianggap lebih aman dan lebih praktis.  Bioplant 
collagen ini bahannya berasal dari babi.
   
  Hari kamis nanti amplatzer akan dimasukkan melalu kaki dengan kateter yang 
menuju keatas bangian jantung. Tentu saja dibantu dengan kamera yang akan 
dimasukkan melalui mulut.
   
  Ahli penyakit jantung yang melakukan test dan menemukan adanya lubang di 
jantung saya, sebelumnya mengatakan jika hasil test darah menemukan sesuatu 
penyakit, maka sebenarnya PFO saya tidak perlu ditutup. Banyak orang yang punya 
PFO tetap hidup normal tanpa keluhan.
   
  Ternyata hasil test darah baik, maka sakit kepala saya akibat PFO dan juga 
melalui mri ditemukan dua stroke di kepala saya. Jika tidak ditutup 
dikhawatrikan akan terjadi serangan stroke di masa depan.
   
  Resep obat dari cardiologist yang dibeli suami di apotik, namanya salospir 
100 mg dan plavix. Setelah search di net tentang plavix, saya memutuskan tidak 
mengkonsumsinya.
   
  Semoga info ini dapat berguna bagi Anda semua.
   
   


Hartati Nurwijaya in Megara - Greece
http://perkawinan-antarbangsa-loveshock.blogspot.com/
http://sumatra-bali-hartatinurwijaya.blogspot.com/
       

Kirim email ke