* Ini adalah
kelanjutan dari artikel 23 Rahasia Keberhasilan Michael Jordan
Rahasia #11: Pemenang
selalu menganggap dirinya menang ketika pertandingan belum dimulai. Hidup
adalah ramalan yang terpenuhi
dengan sendirinya.
Setelah kematian ayahnya, MJ
menerjuni olahraga bisbol selama 18 bulan. Menurutnya, permainan bisbol lebih
dari pengalihan perhatian dari hingar bingar bola basket. Ini menjadi sebuah
perjalanan
emosional, saat-saat dimana MJ merasa bisa berdamai dengan dirinya.
Kesan apa yang diperoleh MJ melalui
bisbol:
“Bisbol memberiku kesempatan
mengunjungi lagi semua kenangan yang aku alami bersama ayahku. Saat aku
memikirkannya, dia seperti ada di sini, semua yang dia ajarkan kepadaku sangat
jelas di depan mata.” Saya rasa perlu waktu untuk memahami ini semua. Dan
setelah aku mengerti, aku bisa menerimanya dan melanjutkan hidup. Jadi itu
merupakan pengalaman terapi bagi diriku.”
MJ kembali ke Pentas NBA
Kejadian Mengejutkan kembali
terjadi di bulan Maret 1995. MJ meninggalkan olah raga bisbol yang telah
ditekuninya selama 18 bulan dan kembali ke Chicago Bulls. MJ hanya berkata,
“Aku kembali” dan dunia NBA yang mendengarnya menjadi ‘terbakar’.
Ini bisa dimaklumi, karena
sepeninggal MJ mengundurkan diri, pentas NBA mulai meredup, keriuhan dan
keceriaan berkurang. Hal ini juga berpengaruh pada hasil penjualan tiket,
pemasukan iklan dan bisnis waralaba bola basket.
Kembalinya MJ, telah memenuhi
rasa dahaga para pecinta NBA akan pertunjukkan yang mengagumkan. Hingga
Presiden Amerika saat itu, Bill Clinton ikut menyambut hangat kembalinya MJ
dalam pentas NBA.
Dalam wawancara konferensi pers, MJ berkata:
Sebelumnya aku tak pernah
berpikir, aku akan kembali bermain bola basket. Aku tak pernah menduga perasaan
itu muncul kembali. Tapi yang mendorongku kembali adalah rasa cintaku pada bola
basket.
Namun belakangan MJ mengaku, MJ
memutuskan kembali bertanding gara-gara pada saat itu anaknya mulai
mengidolakan pemain Orlando Magic, Shaquille
O’Neal. MJ tidak suka hal itu, MJ tidak bisa menerima anaknya mengidolakan
orang lain. MJ pun berkata kepada kedua anaknya, “Papamu bisa lebih baik.
Papamu akan kembali dan mampu mengambil lagi gelar juara.” (Inilah mental yang
ditunjukkan oleh seorang
pemenang sejati, bahkan sebelum dirinya kembali ke NBA).
Akhirnya MJ yang saat itu
berumur 32 tahun, setelah 18 bulan pensiun, mencoba mengejar impian yang belum
pernah terjadi dalam sejarah olahraga basket. Dan kembalinya MJ memicu rasa
keajaiban.
MJ bermain lebih dahsyat lagi, dan mencetak 55 angka, merupakan point tertinggi
musim itu di NBA. MJ sepertinya telah kembali ke perannya di dalam tim sebagai
penyelamat.
Apa komentar MJ setelah kembali ke NBA?
Kalo anda sudah memutuskan
menang, anda sebenarnya sudah menang 90%. Karena anda hanya berkompetisi dengan
orang-orang yang ingin menang saja. Sebelum menggunakan strategi, anda harus
memutuskan untuk menang, bahkan sebelum pertandingan.
Semoga tulisan ini bermanfaat
dan memberikan pencerahan
* Anda ingin memperoleh serial
tulisan MJ sebelumnya, silahkan klik : www.markustan.com
Salam Cinta & Ketulusan hati,
Markus Tan
Master Trainer Best Camp
Licensed Practitioner of NLP
Founder of Life Management Institute (LMI)
> www.best-camp.com
> www.markustan.com
> www.idnlp.com (Indonesia NLP Academy