* Ini adalah kelanjutan dari artikel 23 Rahasia Keberhasilan Michael Jordan

Rahasia #12 :
Kurangnya kepercayaan diri merupakan alasan utama yang membuat kita menghindar
dari persaingan dan perjuangan. Dan tanpa perjuangan tidak ada kemungkinan
untuk sukses.

Awal Kembali MJ
di NBA
MJ kembali ke memenangkan setiap pertandingan pada musim
itu. Hingga membawa Chicago Bulls mencapai final NBA melawan Orlando Magic. 
Tapi tim Orlando Magic yang muda, seolah menunjukkan
bahwa jaman sudah berganti. Saat itu pertandingan final ke empat tahun 1995, 
antara
Chicago Bulls dan Orlando Magic. 

Berikut saya gambarkan kisah partai final yang amat
menegangkan itu:
Terjadilah saat yang menegangkan, skor saat itu 91-90
untuk keunggulan Magic. Dan saat waktu tinggal 18.1 detik. MJ membawa bola
dijaga ketat oleh Anderson. Dan MJ berputar melewati Anderson, namun bolanya
berhasil dicuri oleh lawan, dan Hardaway melaju ke daerah Bulls, bola diberikan
kepada Grant dan masuklah ke keranjang. Selisih satu point untuk Magic. Waktu
terus berjalan tinggal 6.2 detik lagi.

MJ minta waktu untuk break time-out. Kembali ke pertandingan, MJ membawa bola,
MJ dijaga Royal, karena terdesak bola diberikan kepada Scotti Pippen. Namun apa
yang terjadi? Pippen gagal melesakkan bola ke keranjang.  Kesalahan MJ hampir 
tidak bisa dibayangkan.
Tadinya MJ punya satu kesempatan untuk menjadi pahlawan lagi. Harusnya MJ yang
menjadi penentu, namun dia harus merelakan kepada rekan mainnya. MJ merasa
telah mengecewakan timnya.

MJ dan semua pemain Bulls berjalan dengan kepala tertunduk menuju ruang ganti
pemain. MJ dan Chicago Bulls meratapi kekalahan tersebut. Seolah-olah tidak
bisa pulih dari trauma kekalahan di pertandingan tersebut. 

Mengalami Krisis Kepercayaan diri
Sejak sekembalinya MJ ke pentas NBA, MJ sering gagal
sebagai penentu kemenangan bagi timnya. Dan kegagalan di partai final adalah
kegagalan terbesar yang membuat seluruh perjuangan dan kemenangan selama satu
musim menjadi sia-sia.

 Sejak kekalahan di partai final tsb, MJ mulai menyadari
bahwa kemampuan dan kehebatan dirinya untuk mengangkat timnya menjadi juara,
kini hanyalah tinggal kenangan. Kini MJ berpikir apakah dia bisa tahtanya lagi,
tahta gelar juara NBA. Para rekan2 MJ juga dihinggapi rasa kurang percaya pada
kemampuan dan kehebatan MJ. Mereka masih tetap memuji MJ, namun mereka
beranggapan MJ sudah tidak sehebat dulu lagi. 

Apa yang dirasakan MJ saat itu?
“Aku merasa mentalku sangat jatuh. Aku mengalami krisis
kepercayaan diri. Dan aku bercermin saat itu. Aku ragu, mungkin aku tak bisa
bermain seperti dulu. Karena terbukti aku tidak bisa melakukannya sesuka hati.
Aku duduk di ruang loker, aku merasa kecewa. Aku membuat janji kepada diriku,
bahwa tahun depan aku akan siap merebut kemenangan lagi.”

Menyiapkan diri
untuk Musim berikutnya
Kembali menunjukkan dedikasi dan jati diri, MJ berlatih
kembali sangat keras untuk musim berikutnya. MJ menghabiskan musim panas,
mengasah bakatnya dengan keras. Kini setiap hari MJ merasa terdorong untuk
bangun, ....keluar dan latihan untuk menjadi seperti dulu lagi. MJ sangat
termotivasi .... untuk membuktikan pada dunia, “Jangan lupakan Aku lagi !”

 Pada awal musim pertandingan 1996, MJ memulai musim itu,
bukan hanya kemenangan pribadi yang ingin dia raih. Tapi juga adanya misi
sejarah. Karena tidak ada yang seorang pemain yang telah pensiun, lalu main
kembali dan meraih gelar NBA. Itulah tantangan bagi seorang MJ. Setelah
berhenti bermain selama hampir 2 tahun, kini mencanangkan tekad untuk meraih
lagi gelar NBA. Namun ini bukan isapan jempol bagi pribadi sekelas MJ. Musim
itu MJ bermain dengan kekuatan penuh dan selalu mendominasi di setiap
pertandingan. Kembalinya kekuatan dan kemampuan MJ, menjadi kesenangan dan
kebanggaan bagi para penonton. 

 Berkat kerja kerasnya, MJ berhasil meraih gelar MVP (Most
Valuable Player). MJ membawa Chicago Bulls mencetak salah satu sejarah NBA 
dengan
total 72 kemenangan. Dengan gelar Juara NBA, maka MJ dan Bulls total mencapai 4
gelar juara. Dan secara mengejutkan kemenangan dan gelar juara tersebut telah
meningkatkan kepopulerannya ke tempat yang lebih tinggi. 

 MJ telah membuat sejarah baru, pensiun hampir 2 tahun dan
kembali lagi dengan kekuatan lebih dahsyat dari sebelumnya dan meraih MVP dan
gelar juara NBA. Saya kira tidak ada orang dalam sejarah olah raga yang sanggup
melakukan seperti itu. 

Point Penting
untuk Topik ini:
Kurangnya kepercayaan diri, telah mengunci potensi dan
kemampuan seseorang dalam mencapai sesuatu. Seperti yang dialami oleh MJ, pada
awal kembalinya setelah pensiun dari NBA. Namun karena adanya ‘harapan baru’
dan komitmen baru untuk meraihnya, membuat keyakinan diri menjadi semakin kuat.
Kekuatan itu cukup untuk menggerakkan diri menggapai impian dan menjadi yang
terbaik.

 Semoga tulisan ini bermanfaat
dan memberikan pencerahan

 * Anda ingin memperoleh serial
tulisan MJ sebelumnya, silahkan klik : www.markustan.com 

Salam Cinta & Ketulusan
hati,
Markus Tan

 Master Trainer Best Camp
Licensed Practitioner of NLP
Founder of Life Management Institute (LMI)
> www.best-camp.com
> www.markustan.com

>
www.idnlp.com ( Indonesia NLP 
 Academy )


      

Kirim email ke