Maaf  sahabat 

Mumpung di bulan puasa  saya ikut nibrung sharing atas pengalaman saya di 
dunia spiritual.

Didalam tubuh manusia ada 3 hal yang penting yang harus dipahami :
1.      Pikiran
2.      Jiwa/ arwah
3.      Qalbu/ruh

Dalam kehidupan sehari-hari kita sudah dibiasakan hanya menggunakan 
pikiran  dalam mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang dianggap 
benar,dan  yang tidak sesuai dengan pikiran akan mengakibatkan tekanan 
pada pikiran itu sendiri yang kemudian akan turun ke ulu hati ( bikin 
sakit ulu hati – bukan sakit hati lho , karena hati ( hati Nurani) suci 
dan tidak pernah sakit )

Jiwa ( non fisik ) sebagai perantara antara pikiran & ruh, kemampuannya 
tak terbatas sesuai dengan pengalaman jiwa itu sendiri. Jiwa ini juga 
masih sangat egois sebelum dibantu oleh Ruh ( mendapat rahmat  dari Allah 
swt ) sudah tidak ada tekanan pada fisik. Contohnya adalah paranornal 
sering pasang iklan ( jiwanya belum dirahmati)

Ruh ( percikan dri dzat Tuhan/Allah swt ) inti Qalbu  pengetahuannya tidak 
terbatas
Tidak dibatasi ruang dan waktu, tahu mana yang benar dan mana yang salah & 
yang benar dikatakan benar dan yang salah tetap salah.

Untuk dapat menggunakan ruh , kita harus sudah bersih  fisik, pikiran dan 
Jiwa
Pada akhirnya pikiran sudah tidak dipakai lagi  untuk mengambil keputusan 
, pikiran hanya pelaksana dari  perintah ruh.

Banyak orang bilang gunakan hati, gunakan hati ( ini hanya sandiwara saja 
) jika syaratnya belum terpenuhi manusia tdk akan bias mengunakan hatinya.

Marilah di bulan Ramadlan , bulan yang penuh berkah ini kita  menjalankan 
ibadah dengan sebaik-baiknya agar pikiran dan jiwa juga menjadi benar 
benar bersih 
Jika Pikiran dan jiwa kita telah bersih dengan mudah kita akan merasakan 
berkat Tuhan ( energi halus yang luar biasa nikmatnya) yang mengalir ke 
seluruh tubuh kita, kita benar- benar merasakan kebahagiaan yang 
sebenarnya.
 
Mohon maaf atas semua kekilafan, kesalahan dan kekurangan saya

Selamat menunaikan ibadah puasa dan semoga amal dan ibadah kita diterima 
disiNya
Agar diri kita menjadi benar – benar bersih.. Amiin

@S






Johny Rusly <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]
28/08/2008 19:55
Please respond to
[email protected]


To
[email protected]
cc

Subject
[Bicara] Apa yang mengendalikan pikiran?






Dearest Pak Sopa, 
  
Thanks for sharing di Indonesia Bisa, tanggal 28 Aug. yang lalu. Luar 
Biasa! 
  
Pak Sopa, mohon maaf saya terpaksa meninggalkan acara karena ada sebuah 
kepentingan yang mendesak. 
  
Ada satu hal yang tidak saya mengerti dan mengganjal sbb; 
  
Menurut Bapak, 
Pikiran adalah sebuah alat, 
alat untuk mengendalikan tindakan dan prilaku. 
  
Tetapi apa dan siapa yang mengendalikan pikiran? 
 
Apakah maksud Bapak, bahwa kita dapat mengendalikan pikiran secara 
spritual? 
 
Apakah itu berarti bahwa kita harus menetralkan pikiran dan melihat ke 
diri sendiri melalui hati dan jiwa? seolah-olah kita keluar dari diri kita 
dan melihat kembali dengan hati yang bersih? 
 
Apakah itu berarti kita mendengar suara hati nurani untuk mengendalikan 
pikiran? 
  
Ilmu EDANnya sangat bermanfaat. Mudah-mudahan saya berkesempatan mengikuti 
workshopnya di lain waktu. 
  
Terimakasih atas pencerahannya … 
  
Sukses Selalu ya Pak, 
  
Johny Rusly 

 




Notice:
This message and any attachments are the property of Alcan and are 
intended solely for the named recipients or entity to whom this message is 
addressed. If you have received this message in error please inform the 
sender via e-mail and destroy the message. If you are not the intended 
recipient you are not allowed to use, copy or disclose the contents or 
attachments in whole or in part. 

Kirim email ke