* Ini adalah kelanjutan dari artikel 23 Rahasia Keberhasilan Michael Jordan..
Rahasia #16 : Pemimpin yang baik, bukan hanya layak untuk diikuti orang
lain, pemimpin yang baik harus menciptakan banyak pemimpin baru
Pemimpin itu diciptakan, bukan dilahirkan. Pemimpin
diciptakan melalui kerja keras, suatu harga yang harus dibayar oleh setiap
orang untuk mencapai tujuan yang diinginkannya. (Vince Lombardi)
Figur seorang pemimpin di dalam pentas NBA, tetap
diperlukan dari seorang bintang. Ini nampaknya yang dirasakan usai MJ
mengundurkan diri. NBA mengalami sendiri bagaimana kepemimpinan ini
mempengaruhi aktivitas di NBA. Saat itu liga NBA terseok-seok, penjualan tiket
dan rating televisi menurun, sinar para pemain bintang memudar. Sehingga
popularitas NBA turun drastis. Memang ada beberapa bintang besar yang masih
perkasa di NBA. Namun harus diakui oleh semua pihak, ternyata Michael Jordan
lah pemimpin di NBA.
MJ-lah yang ada di iklan-iklan, MJ-lah yang melakukan
promosi, MJ-lah yang terpampang di sampul majalah. Berkat MJ, seragam tim,
topi, tiket terjual laris, dan rating televisi pun naik. MJ tidak hanya
menyebabkan lakuknya tiket di Chicago, tetapi juga di New York, Cleveland,
Milwaukee, dan Los Angeles.
MJ memiliki kemampuan istimewa untuk memimpin team dan
NBA. Dan MJ sadar akan beban yang berada di pundaknya di percaya banyak pihak
menjadi
pemimpin di NBA. Anda yang gemar nonton basket, pasti setuju bahwa pengaruh MJ
di NBA begitu besarnya. Tentunya posisi MJ sangat sulit digantikan, namun MJ
sadar bagaimana menyiapkan dirinya menghadapi semua itu.
Visi memang
tidak mudah untuk dijelaskan.
Berikut mari kita belajar pada Arthur Schlesinger,
seorang ahli sejarah berpendapat tentan visi:
”Pemimpin besar adalah orang yang memilikis visi. Dia
memiliki insting untuk melihat ke masa depan... kemampuan untuk memberi arah...
dalam mencari tempat tujuan bersama. Untuk meyakinkan, dia memenangi hati semua
pengikutnya.”
Dan benarnya itulah yang dialami dan dilakukan oleh MJ. MJ
memenangi hati setiap orang
Dia berkata, “Saya adalah yang terbaik di NBA.”
Dan dia membuktikan dia yang terbaik. MJ memenangi hati para rekan setimnya,
pelatihnya dan Chicago Bulls. MJ memenangi hati para penggemarnya, sponsornya.
Singkat kata MJ memenangi hati semua orang yang mencintai NBA.
Siapa Pengganti Michael Jordan?
Selepas era Michael Jordan, praktis NBA mengalami kekosongan kepemimpinan di
lapangan. Untuk mengembalikan kejayaan NBA, Sang Komisioner David Stern
berusaha menemukan seorang ikon NBA yang baru. Prestasi dan kepemimpinan MJ
telah menginspirasi para pemain NBA untuk mengikuti jejak MJ. Dan kini telah
lahir.
Jordan-jordan baru. Sebut saja Kobe Bryant, LeBron James, Carmelo
Anthony, ataupun Dwayne Wade jadi model The New Jordan. Setelah era Jordan
berakhir, Bryant disebut-sebut sebagai The Real New Jordan. Kebetulan Bryant
muncul beberapa musim setelah era Jordan berakhir. Apalagi, Bryant pun
ditangani Phil Jackson yang sukses besar bersama Bulls dan Jordan dengan enam
trofi juara NBA. Pun karena Bryant punya tandem maut, Shaquille O’Neal.
Kolaborasi mereka menghadirkan tiga trofi juara NBA 2000-2002 bersama Lakers.
Harapan penggemar Michael Jordan
kembali bersemi menyambut musim NBA 2003-2004. Tak lain karena kehadiran Draf
teratas LeBron James, serta Carmelo Anthony (3rd). LeBron yang diambil
Cleveland Cavaliers pun identik dengan Bryant karena masuk ke NBA lewat jalur
khusus, langsung dari high school alias tanpa lewat college (tampil di NCAA).
Kebintangan LeBron telah bersinar sejak berada di Akron, Ohio. Saat itu pula
Carmelo yang jadi hak Denver Nuggets sedang bersinar di kampus Syracuse.
Catatan poin LeBron pun sempat mengungguli Jordan, sang idola, di dua musim
awal di NBA.
Nasib Dwyane Wade yang diambil
Miami Heat lebih baik dibanding dua rookie seangkatannya itu. Wade mendapatkan
tandem serasi, Shaquille O’Neal. Hubungan O’Neal dan Wade pun tampak mesra
dibanding saat bersama Bryant di Lakers. O’Neal sukses membimbing Wade
sekaligus mengasahnya menjadi tandem mematikan. Wade pun dibimbing oleh para
veteran seperti Gary Payton, Antoine Walker, serta Alonzo Mourning. Tak
ketinggalan peran sutradara bertangan dingin, Pat Riley di belakang sukses Heat
jadi kampiun NBA 2005-2006.
Seusai membuktikan kapasitasnya
musim lalu, Wade pun mulai disebut-sebut sebagai The New Jordan. Peluang kesana
sangat besar baginya. Tak lain karena kepastian para veteran itu untuk tetap
tinggal di Heat. Mungkin,
predikat yang paling tetap bagi Wade untuk saat ini adalah “The New Jordan in
The Making.”
Michael Jordan Tak tergantikan
Yah…
menjadi pengganti MJ itu bagaikan mencari seorang pemain bola sekaliber Diego
Maradona diatara 100 pemain tennis. Hampir sesuatu yang tidak mungkin. Banyak
orang akhirnya sadar bahwa sosok pria yang baru saja kita baca kisahnya ini,
tidak tergantikan. Ada
beberapa pemain masa depan seperti yang saya ceritakan diatas, yang jago
bermain basket, hebat dalam memasukkan bola, memenangkan setiap pertandingan.
Namun
apakah dia pengganti Michael Jordan? Menurut saya masih belum. Karena hal2 yang
dilakukan oleh MJ sungguh luar biasa. Dia adalah pemimpin, dia juara, panutan,
idola
juga teladan bagi anak-anak, motivator, pubic figur yang mendunia, dan juga
sebagai
teman satu tim yang mengagumkan. Bagaimana pendapat anda?
* Ingin mendapatkan serial tulisan Michael Jordan sebelumnya dan foto-foto
menarik MJ, silahkan klik www.best-camp.com
Salam Excellent,
Markus Tan
>
Licensed Practitioner of NLP
> Master
Trainer Best Camp
>
Founder Life Management Institute
> www.best-camp.com – Melejitkan prestasi siswa di sekolah
> Email: [EMAIL PROTECTED]
> Misi: Dare cum amore et compassione – memberi dengan
cinta & ketulusan hati