Assalamualaikum

Boleh dong minta sumbang saran dari para pakar, 
apa sih yang harus diperhatikan/dilakukan oleh seorang MODERATOR yang baik?
Maaf kalau disini banyak yang kapasitasnya sudah sebgai narasumber.

Wassalam,
Pita


--- On Fri, 11/14/08, Ikhwan Sopa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Ikhwan Sopa <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Bicara] ISLAMIC NLP
To: [email protected]
Date: Friday, November 14, 2008, 2:06 AM










    
            Assalamu'alaikum wr.wb.

Alhamdulillah, shalawat serta salam kita sampaikan kepada junjungan kita 
Rasulullah SAW.

NLP atau Neuro Linguistic Programming adalah sebuah keahlian terapan. Kurang 
lebih, NLP berarti pemrograman berbasis NEURO (syaraf dan berbagai implikasi 
kinestetiknya) dan LINGUISTIK (bahasa). Atau, NLP bisa juga berarti pemrograman 
yang ditujukan untuk membentuk NEURO (strategy syaraf yang bermuara pada 
PERILAKU) tertentu dan LINGUISTIK (perilaku berbahasa) tertentu.


NLP diciptakan untuk tujuan me-MODEL perilaku orang-orang yang dianggap sukses 
dan berhasil, atau berbagai sikap dan perilaku yang dipersepsi sebagai "best 
practice", "excellent", "terbaik", "bisa dijadikan contoh", dan sebagainya, 
dengan harapan hasil akhir yang akan diperoleh juga kurang lebih sama sukses 
dan berhasilnya.


Praktisi NLP bisa dipersamakan dengan seorang programmer di dalam dunia IT. 
Seorang programmer dalam dunia IT, membuat program dengan BAHASA pemrograman 
tertentu dengan hasil akhir berupa APLIKASI (mis. MS Word, MS Excel, dll) yang 
kemudian di-INSTALL pada komputer sehingga komputer itu ber-PERILAKU tertentu 
dan berjalan di atas template yang disebut dengan OPERATING SYSTEM (mis. MS 
Windows XP, Unix, dll).


Programmer NLP, membuat program dengan BAHASA tertentu untuk menghasilkan 
APLIKASI yang di-INSTALL kepada diri manusia sehingga menunculkan PERILAKU 
tertentu yang berjalan di atas sebuah OPERATING SYSTEM yang secara umum disebut 
dengan BELIEFS SYSTEM.


NLP mempercayai bahwa manusia adalah makhluk yang utuh sebagai sebuah sistem 
SIBERNETIK, di mana MIND, BODY, dan SOUL adalah satu kesatuan yang utuh dan 
saling berpengaruh. Perubahan dalam salah satu elemen itu akan menciptakan 
perubahan pada sistem manusia secara keseluruhan.
MIND dan BODY, melibatkan berbagai hal dan di antara yang terpenting adalah 
memori atau ingatan, syaraf, otot, panca indera (VAKOG - Visual/Penglihatan, 
Auditory/Pendengara n, Kinestetik/Perasaan /Perbuatan, Olfactory/Penciuman , 
Gustatory/Pencecapa n/Lidah/Rasa) dan sebagainya.

NLP berfokus pada STRUKTUR dan bukan CONTENT. Ia berfokus pada berbagai 
fenomena dan proses, tentang bagaimana suatu CONTENT bisa tercipta. Ia lebih 
banyak berbicara tentang HOW ketimbang WHAT.


Dunia sudah membuktikan bahwa NLP adalah sebuah tool yang sangat powerful untuk 
mencapai berbagai target dan cita-cita serta merubah dan memperbaiki berbagai 
sikap dan perilaku manusia. Ini sudah diterapkan dalam berbagai bidang seperti 
bisnis, komunikasi, pelatihan, olah raga, leadership, manajemen, manajemen 
karir, hubungan pribadi, dan sebagainya.


Mereka yang berhasil me-MODEL keberhasilan orang lain, cenderung mendapatkan 
hasil yang kurang lebih sama dengan orang yang di-MODEL-nya. Jika orang lain 
bisa, maka kita pun bisa. Pertanyaannya adalah BAGAIMANA?


Pada dasarnya, NLP berharap agar setiap manusia bisa menjadi manusia yang 
seluruh bagian sibernetika- nya, ber-KONGRUENSI satu sama lain. Menjadi manusia 
seutuhnya. Tidak saling bertentangan dan menuju ke satu titik tujuan.


Ini bukan robotisasi melainkan sebaliknya, memanusiakan manusia seutuhnya.

Bagaimanakah hubungan NLP dengan diri kita sebagai seorang muslim?

Dapatkah NLP memberi sumbangsih bagi peningkatan keimanan dan ketakwaan?


Dapatkah kita membuat program-program untuk di-INSTALL ke dalam diri dan 
menghasilkan PERILAKU tertentu yang makin islami dan berjalan di atas operating 
system AKIDAH dan KEIMANAN?


Akankah perubahan di dalam PERILAKU itu bisa ikut meningkatkan kadar IMAN dan 
TAKWA? Sebagaimana perkembangan, perubahan, dan tuntutan kebutuhan APLIKASI 
komputer pada akhirnya mendorong di-upgrade-nya sebuah OPERATING SYSTEM?


Saya yakin bisa!

Keimanan setiap muslim, dimanifestasikan dalam tiga fungsi:

1. Diikrarkan dengan hati.
2. Diucapkan dengan lisan.
3. Diamalkan dengan anggota badan.


Diri seorang muslim juga merupakan sebuah sistem sibernetik. Dalam konteks itu, 
manusia semestinya bisa menjadi manusia seutuhnya dengan meng-KONGRUEN-kan 
segala atribut kemanusiaannya. Operating System-nya adalah akidah, iman, dan 
takwa. Tingkat KONGRUENSI-nya bisa dipersamakan dengan ke-KAFFAH-annya sebagai 
seorang muslim.


Perubahan pada hati, lisan, atau anggota badan, akan memicu perubahan secara 
keseluruhan di dalam diri seorang muslim. Bahkan, dapat mengarah pada kebutuhan 
akan perlunya upgrade terhadap akidah, iman, dan takwa-nya.


Hati adalah CONTENT, dan hanya Allah SWT yang mengetahui isinya.

"Rahasiakan perkataanmu atau nyatakan, sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala 
isi hati."

Al-Mulk:13

Lisan adalah struktur LINGUISTIK yang bisa di-MODEL dan ditingkatkan 
kemampuannya sehingga mengarah pada model LINGUISTIK dari para muslim yang 
dianggap "excellent".


Amal dengan anggota badan, tidak dapat meninggalkan elemen kemanusiaan dalam 
bentuk panca indera, otot, serta emosi. Ini adalah bentuk KINESTETIK dan 
FEELING yang dihasilkan dari segala proses NEUROLOGIS di otak dan melibatkan 
seluruh panca indera serta otot dan emosi manusia. Ini juga bisa di-MODEL.


Lisan dan anggota badan adalah STRUKTUR yang bisa di-MODEL. Keduanya adalah 
hubungan-hubungan antara MIND dan BODY di dalam diri manusia.

Keselarasan dan ke-KONGRUEN-an di antara ketiganya, mengarah pada meningkatnya 
ke-KAFFAH-an seorang muslim.


"Sesungguhnya, kamu dapati dalam diri Rasulullah saw., SURI TELADAN yang 
sebaik-baiknya bagi orang yang mengharapkan (bertemu dengan) Allah dan yang 
mempercayai Hari Kemudian serta yang banyak mengingat Allah."

Al-Ahzab:22

Bagaimanakah kita makin mampu dalam men-SURI TAULADANI (baca: me-MODEL) seorang 
Rasulullah SAW yang excellent?

Adakah sebuah tool yang bisa dikembangkan secara khusus untuk melakukan 
MODELLING semacam ini? NLP adalah salah satunya.


Bagaimanakah kita bisa meneladani NEURO dan LINGUISTIK beliau? Bagaimanakah 
kita bisa meneladani beliau dengan berbagai aktivitas anggota badan yang tidak 
hanya berupa gerakan, tapi juga dapat menyelami PANCA INDERA, FEELING, dan 
EMOSI beliau (SENSORY ACUITY-nya)?


Bagaimanakah caranya kita bisa menduplikasi PATTERN keimanan dari para sahabat 
dan tabi'in dan orang-orang sholeh lainnya, dalam STRUKTUR mind-body-nya?


Apakah yang bisa kita pelajari dari seorang sahabat Rasulullah SAW yang setiap 
kali mengambil air wudhu, wajahnya seketika terpucat-pucat? Apa yang terjadi 
padanya secara NEUROLOGIS yang memunculkan kepucatannya? Bagaimana dengan PANCA 
INDERA, FEELING, dan EMOSI-nya? Bisakah kita mempelajarinya lebih jauh sehingga 
bisa kita SURI TAULADANI dalam kenyataan perbuatan? Bagaimanakah proses 
LINGUISTIK di dalam dirinya, sehingga yang muncul adalah perkataannya, "Tahukah 
engkau kepada Siapa kita akan menghadap?"


Bagaimanakah fenomena NEUROLOGIS dan LINGUISTIK dari seorang sahabat, yang 
tidak merasakan sakit sedikit pun saat begitu banyak anak panah yang menancap 
di tubuhnya dicabut satu demi satu? Bagaimana ia meng-INSTALL suatu PROGRAM 
tertentu ke dalam dirinya sehingga mencapai fenomena itu?


Mengapakah ada fenomena aneh yang sering terjadi pada orang-orang sholeh?

Bagaimana bisa seorang ulama besar mampu menghalau jin dengan sekedar 
menitipkan terompahnya pada orang lain guna di-tutuk-kan pada kepala orang lain 
yang kesurupan? Apa yang ia INSTALL dan PROGRAM-kan pada orang itu dan pada 
orang yang kesurupan?


Bagaimanakah ceritanya, seorang sahabat bisa MERASAKAN api neraka seolah hampir 
menyentuh kulitnya? Bagaimana seorang sahabat bisa MENCIUM bau surga padahal 
belum pernah ke sana?


Tak seorang pun di antara kita pernah ke surga atau ke neraka. Bagaimanakah 
kita bisa begitu sangat mengidam-idamkan surga dan tidak pernah bermimpi untuk 
masuk neraka? Itukah sebabnya Allah SWT mem-VISUAL-kan keduanya di dalam 
Al-Quran dengan sungai susu, emas, dan bidadarinya? Lantas bagaimanakah kita 
bisa mendarahdagingkan VISUALISASI itu ke bentuk yang makin utuh secara VAKOG?


Kok bisa sih, para sahabat dan orang-orang sholeh bisa dengan cepat menghafal 
Al-Quran dengan lengkap dan presisi di usia yang teramat muda? Photoreading- 
kah? Peripheral vision-kah? Bagaimanak mereka menentukan STRATEGI untuk MEMORI 
mereka?


Bagaimanakah kita bisa meningkatkan keyakinan kita akan kata-kata Rasulullah 
SAW dan teks Al-Quran begitu sempurna secara LINGUISTIK? Bagaimana me-MODEL-nya 
secara LINGUISTIK untuk kepentingan peningkatan iman dan takwa?


Bagaimanakah caranya Rasulullah SAW, para sahabat, dan orang-orang sholeh 
melakukan berbagai aktivitas ibadah dengan khusuk dan fokus? Apa STRATEGI 
mereka dalam meng-KONGRUEN-kan mind, body, dan soulnya sehingga mereka menjadi 
manusia-manusia yang utama?


Sesungguhnyalah, isi hati dan ukuran keimanan hanya milik Allah SWT. Pun 
demikian, setiap kita telah dianugerahkan mind dan body, yang ternyata persis 
sama dengan siapapun, kapan pun, di mana pun, secara NEURO, LINGUISTIK, VAKOG, 
FEELING, EMOSI, SYARAF, DARAH, OTOT, dan DAGING. Kita bisa belajar lebih jauh 
kepada mereka.


Semoga kita menjadi manusia muslim yang makin kuat dalam akidah, iman, dan 
takwa. Allahua'lam. Ammiieen Ya Robbal Al Amiin.

Mari kita belajar NLP ISLAMI demi meningkatkan keimanan dan takwa, demi akidah, 
dan demi ke-KAFFAH-an sebagai seorang muslim. Mari, dengan tetap berpegang 
teguh pada AKIDAH, IMAN, TAKWA, QURAN, HADITH, SYARA' dan FIQH sebagai pegangan 
untuk OPERATING SYSTEM kita.


Silahkan bergabung di sini:

http://groups. yahoo.com/ group/i-nlp/ ?yguid=258584794
http://www.facebook .com/group. php?gid=34693233 858

http://islamic- nlp.blogspot. com

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Ikhwan Sopa
Praktisi NLP

NB: Saya bukan seorang ustadz atau kyai. Saya hanya pembelajar. Saya tidak 
mengklaim bahwa keimanan dan ketakwaan saya telah memadai. Saya juga mungkin 
melakukan kesalahan dan kekhilafan, termasuk dalam tulisan di atas. Mari kita 
sama-sama memperbaiki diri di dalam komunitas ini.




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke