--- In [EMAIL PROTECTED], "Ikhwan Sopa" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Saya mau mulai diskusi dan pembelajaran kita.

Saya pernah mencari tahu apa sih WFO (Well Form Outcome) seorang
muslim? Dari apa yang saya baca, inilah yang saya temukan (jika ada
di antara saudara dan sahabat yang menganggapnya kurang presisi,
mohon agar saya dikoreksi. Namanya juga belajar.)

WFO seorang muslim menurut saya adalah:

"KEBAIKAN DI DUNIA DAN AKHIRAT, TERHINDAR DARI SIKSA NERAKA"

Lantas, bagaimanakah SENSORY ACUITY atau latihan-nya secara NLP agar
WFO di atas benar-benar menjadi WFO? Ayo Mas Teddi, urun rembug dong
kira-kira bagaimana bentuk exercisenya supaya WFO itu mendarahdaging.

Yang kedua, mungkin ini lebih mendasar.

Ajaran terpenting dari Islam (menurut saya dengan kacamata NLP) 
adalah kemampuan-kemampuan untuk melakukan ASOSIASI dan DISOSIASI.

ASOSIASI - tenggelam sebagai pemeran semaksimal mungkin, menjadi 
pemeran secara 3D

DISOSIASI - menjadi penonton yang bijak, menonton layar atau foto 
dengan keberadaan kita di dalamnya.

Allah bukan bagian dari dunia melainkan Sang Pencipta, oleh sebab itu
Allah jelas DISOSIATIF. Demikian pula Rasulullah SAW, sebagai manusia
ia ASOSIATIF untuk memberikan berbagai contoh kehidupan yang
manusiawi dan membumi. Pada saat yang sama beliau juga sangat
DISOSIATIF dari kehidupan dunia dari segi kebendaan. Ini sangat
tercermin dari berbagai sabda yang beliau ungkapkan.

Contoh DISOSIASI:

Hidup adalah permainan

Abu Bakar yang memohon kepada Allah SWT agar "dunia di letakkan di
tangannya dan bukan di hatinya"

Hidup untuk dunia seolah akan hidup selamanya (DISOSIASI)
Hidup untuk akhirat seolah akan mati besok pagi (ASOSIASI)

Saat senang melihat ke atas (ASOSIASI), saat susah melihat ke bawah
(DISOSIASI)

Beberapa training begitu diminati karena punya sisi spiritual,
misalnya ESQ atau Kubik Leadership. Keduanya, sangat kental
mengajarkan DISOSIASI. Itu sebabnya, dunia cenderung dipandang dalam
konteks anggota alam semesta yang begitu kecil dibandingkan dengan
keseluruhan alam semesta.

Monggo, silahkan dielaborasi berbagai hal yang secara khusus bisa
diterjemahkan dalam konsep ASOSIASI dan DISOSIASI.

Keterampilan seorang muslim untuk pandai melakukan ASOSIASI dan
DISOSIASI pada saat yang tepat, Insya Allah akan menghindarkan
dirinya dari tenggelam dalam fenomena dunia yang kita yakini "hanya
permainan" dan "tempat singgah sementara".

Saya tunggu pengayaan dari sesama rekan muslim.

Ikhwan Sopa
http://milis-bicara.blogspot.com

--- End forwarded message ---


Kirim email ke