kalo saya boleh sumbang saran,Bukan ilmu NLP, hypnosis, atau gendam........tapi 
semua ilmu.....
baik ilmu fisika, matematika lanjut, quatum , nuklir........bisa menjauhakan 
kita dari agama........tapi juga bisa mendekatkan kita pd 
agama.......................Siapa punya ilmu seperti punya pedang yg 
tajam.............pedang itu bisa digunakan u/ kebaikan......
bisa digunakan u/ kejahatan....So mr sopa.......make it simple........Ahli 
kimia........dia bisa bikin obat u/ menyembuhkan penyakit....tp dia juga bisa 
bikin drug.....ekstasi.....yg bikin umat teler......oleh karena itu.......Mari 
kita "jaga" orang2 pinter Islam kita..............mereka keblinger.....krn 
ekonomi saja....(kebanyakan).Karena masyarakat kt sekarang...orang dihargai 
karena hartanyaBukan karena Taqwanya....So mr sopa ....saya lebih menghargai 
pendapat anda pribadi....kutipan2 dr ustad indonesia......drpd dr 
luar......mari kt beli buku.....karya anak bangsa sendiri..... berarti kt tdk 
scr langsungmenghargai......membuat kaya mereka......pr dai kt....para DAI yg 
membuat pinter anak kita sendiri....karena dialah yg menjaga ahklah.......kita 
semuasemoga bermanfaat bg semua....  --- Pada Jum, 19/12/08, Ikhwan Sopa 
<[email protected]> menulis:
Dari: Ikhwan Sopa <[email protected]>
Topik: [Bicara] Orientasi Ilmu Pengetahuan
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 19 Desember, 2008, 10:34 AM










 






    
            Orientasi Ilmu Pengetahuan



Tidak lebih dan tidak kurang, diciptakannya akal dan segala

perkembangannya, adalah agar kita beriman dan makin beriman kepada

Allah SWT.



Berikut ini saya kutipkan tulisan dari buku "Pengantar Studi Ilmu

Al-Quran" karangan Syaikh Manna Khalil Al-Qaththan khususnya dari Bab

III tentang Wahyu.



=====



Perkembangan dunia ilmu telah maju dengan pesat, dan cahayanyapun

menerangi segala keraguan yang selama ini meliputi diri manusia

tentang masalah apa di balik materi (alam ruh). Materialisme yang

selama ini meletakkan segalanya di bawah bentuk percobaan dan

eksperimen, mulai percaya terhadap dunia gaib yang berada di balik

dunia nyata ini, bahwa alam gaib itu lebih rumit dan lebih dalam

daripada alam nyata, dan bahwa sebagian besar penemuan modern

menjadikan pikiran manusia menyingkap rahasia yang tersembunyi, yang

hakekatnya tidak bisa dipahami oleh ilmu itu sendiri, meskipun

pengaruh dan gejalanya bisa diamati. Yang demikian ini telah

mendekatkan jarak antara kepada pengingkaran terhadap agama-agama dan

keimanan. Itu relevan dengan firman Allah Azza wa Jalla,



"Akan kami perlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami di

segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi

mereka bahwa Al-Quran itu benar adanya" (Fushilat: 53)



"Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit" (Al-Isra: 85)



=====



Bagi Allah, bukan hal yang sulit dalam memilih di antara

hamba-hamba- Nya, manusia yang memiliki jiwa jernih dan kodrati yang

siap menerima sinar Ilahi, wahyu dari langit, dapat berinteraksi

dengan makhluk yang lebih tinggi, agar kepadanya diberikan suatu

risalah yang dapat memenuhi keperluan manusia, ketinggian rasa,

keluhuran budi dan kekokohan dalam menjalankan hukum. Mereka itulah

para rasul dan nabi Allah.



Maka tidaklah aneh bila mereka dapat berhubungan dengan wahyu yang

datang dari langit.



Manusia kini menyaksikan adanya hipnotisme yang menjelaskan bahwa

hubungan jiwa manusia dengan kekuatan yang lebih tinggi itu,

menimbulkan pengaruh yang bisa mengantarkan orang kepada pemahaman

tentang fenomena wahyu. Orang yang berkemampuan lebih kuat dapat

memaksakan kemauannya kepada orang yang lebih lemah; sehingga yang

lemah ini tertidur pulas, kemudian menuruti apa yang menjadi

kehendaknya sesuai dengan isyarat yang diberikan, maka mengalirlah

semua itu ke dalam hati dan lidahnya. Apabila ini yang diperbuat

manusia terhadap sesama manusia, bagaimana pula dengan yang jauh lebih

kuat dari manusia itu?



Sekarang orang dapat mendengar percakapan yang direkam dan dibawa oleh

gelombang eter, menyeberangi lembah dan dataran tinggi, daratan dan

lautan tanpa melihat si pembicara, bahkan sesudah mereka wafat

sekalipun. Kini dua orang dapat berbicara melalui telpon, sekalipun

seorang berada di ujung timur dan yang lain di ujung barat, dan

terkadang pula keduanya saling melihat dalam percakapan itu, sementara

orang-orang yang duduk di sekitarnya tidak mendengar apa-apa selain

seperti suara lebah, persis seperti dengingan di waktu turun wahyu.



Siapakah di antara kita yang tidak pernah mengalami dialog dengan diri

sendiri, baik dalam keadaan sadar atau dalam keadaan tidur tanpa harus

melihat apa yang diajak bicara di hadapannya?



Yang demikian ini, juga contoh-contoh lain yang serupa cukup yang

dapat menjelaskan kepada kita tentang hakekat wahyu.



=====



"Patutkah manusia merasa heran dengan sebab Kami telah mewahyukan

kepada seorang laki-laki dari antara mereka; Berilah peringatan kepada

umat manusia (yang ingkar), dan sampaikanlah berita gembira kepada

orang-orang yang beriman, bahwa bagi mereka kedudukan yang sungguh

mulia di sisi Tuhan mereka. (Setelah Nabi Muhammad datang kepada

mereka), berkatalah orang-orang kafir (yang merasa heran) itu,

'Sesungguhnya (Muhammad) ini tukang sihir yang nyata'" (Yunus: 2)



=====



Dari berbagai kutipan di atas dan dari keseluruhan bab tersebut, saya

pribadi mencoba menyimpulkan (membangun map saya) dengan beberapa

catatan sebagai berikut:



1. Bahwasanya, semua ilmu dan pengetahuan sebagai hasil dari olah akal

(cipta, rasa, dan karsa), semestinya membuat kita beriman dan makin

beriman kepada Allah SWT, beriman kepada Al-Quran (sebagai wahyu Allah

SWT), beriman kepada para malaikat, dan beriman para kepada Rasul.

Takdir Allah SWT dan hari akhir, juga harus diimani tanpa terjangkau

oleh ilmu dan pengetahuan.



2. Bahwasanya, mempelajari NLP dan Hypnosis juga dalam kerangka yang

sama, selain sekedar dipraktekkan dalam kehidupan dunia untuk membantu

diri sendiri dan sesama.



3. Bahwasanya, dunia NLP dan Hypnosis berpeluang bisa membantu

memahami berbagai tanda-tanda kekuasaan Allah SWT "pada diri mereka

sendiri" sehingga menjelaskan bahwa Al-Quran itu benar adanya

(sebagaimana yang telah dicapai oleh ilmu alam, ilmu kedokteran, ilmu

kimia, ilmu biologi, ilmu psikologi, ilmu fisika dan sebagainya).



4. Bahwasanya, wahyu Allah SWT:



- Diturunkan melalui malaikat, di mana Rasul kemudian "berkontak" dengannya..



- Diturunkan tanpa perantara, dalam bentuk mimpi yang benar.



- Diturunkan dengan Allah SWT berbicara secara langsung (kepada Nabi

Musa As), kecuali dalam pewahyuan Al-Quran.



- Diturunkan melalui suara (lonceng, kepak sayap malaikat, langsung di

telinga), atau bahasa tubuh (berkeringat atau ekspresi tertentu).



- Diturunkan dengan penampakan dari malaikat sebagai seorang laki-laki.



- Diturunkan hanya kepada manusia dengan kriteria tertentu guna

meneruskannya kepada umat manusia.



- Adalah informasi dalam bentuk isyarat tersembunyi dan cepat.



- Sama sekali berbeda dari ilham.



- Sama sekali berbeda dari kasyaf atau suara hati.



- Sama sekali berbeda dari intuisi atau perasaan.



- Sama sekali berbeda dari pendapat pribadi atau opini.



- Tidak diterima melalui "guru".



- Telah menyatakan bahwa Rasul tidak mengetahui perkara gaib.



- Telah menyatakan bahwa Rasul tidak sedikitpun berkuasa atas dirinya

(kecuali yang dikehendaki Allah SWT).



5. Bahwasanya pembelajar dan praktisi NLP dan Hypnosis, di tingkat

tertentu berpeluang untuk sedikit menyingkap berbagai hal yang

merambah wilayah spiritual,  yang dengan itu berpotensi mengarah pada

konsekuensi sebagai berikut:



a. Makin beriman kepada Allah SWT, dengan meningkatnya pemahaman dan

kejelasan tentang berbagai fenomena spiritual seperti wahyu, dan

tentang bagaimana seorang Rasul yang notabene "manusia juga", bisa

menerima wahyu.



b. Mempertahankan akidah Islam, terkait atau dalam memahami dan

mengidentifikasi berbagai fenomena, yang sedikit terkuak, terpahami,

dan terjelaskan (de-mistifikasi) lewat NLP dan Hypnosis seperti:



- Bagaimana seorang anak manusia bisa mengaku-aku sebagai nabi,

malaikat, atau bahkan Tuhan.



- Bagaimana seorang anak manusia bisa mengaku-aku menerima wahyu

dengan berbagai cara di atas atau dengan cara lain.



- Bagaimana segolongan orang terjebak dalam aliran "new age" yang

menjadikan manusia sebagai pusat segala sesuatu, dan menganggap

manusia sebagai penguasa mutlak alam semesta (The Secret, The Law of

Attraction, dsb).



- Bagaimana segolongan orang terjebak dalam "atheisme" dan "sekulerisme" .



- Bagaimana fenomena "tenaga dalam" bisa diaplikasikan di dunia modern

(berjalan di atas api, firewalk, dilukai tapi tidak sakit, debus,

berjalan di atas beling, dsb).



- Praktek perdukunan, ramal-meramal, pesugihan, dan nujum yang berbau

syirik, komunikasi dengan arwah, sulap, magic, dan bahkan sihir.



- Kharisma (keramat, karomah), komunikasi persuasif, komunikasi

kharismatik, komunikasi hipnotic yang diwarnai kesyirikan.



- Praktek hipnotisme untuk kejahatan (gendam, pelet, magnetisme,

pemerkosaan, perampokan, dsb).



- Fenomena "bawah sadar" yang kebablasan menjadi "hilang akal".



- Berbagai fenomena kesyirikan lain.



c. ATAU SEBALIKNYA, merusak dan menggadaikan akidah, akibat

praktek-praktek "meta" dan "spiritual" yang tidak berhati-hati, yang

mungkin bisa terjadi dalam dunia NLP dan Hypnosis. Seseorang bisa

tergelincir akidahnya akibat berbagai praktek "meta" dan spiritual

yang demikian (dengan dan terlebih lagi tanpa pemahaman tentang NLP

dan Hypnosis), sebagaimana contoh-contoh di atas (naudzubillahi min

dzaalik!).



6. Bahwasanya dengan konsekuensi yang amat berseberangan tersebut,

para pembelajar dan praktisi NLP dan Hypnosis perlu menjaga akidahnya

dan memagari dirinya agar tetap berada di wilayah NLP dan Hypnosis

yang sesuai akidah Islam. Inilah yang menjadi landasan utama pemikiran

Islamic NLP.



Saat kita melihat terjadinya berbagai fenomena sebagaimana

contoh-contoh di atas (poin 5.b.), kita bisa melihat bahwa pelakunya

ada yang muslim dan ada pula yang bukan muslim. Yang pelakunya muslim,

bukan tidak mungkin tetap mengklaim berakidah Islam, menyembah Allah

SWT, dan tetap menjalankan berbagai syariat Islam.



Kepada mereka kita bisa memberi cap "kafir", "sudah kufur", atau

sekedar "kurang iman" dan "lemah akidah". Terhadap mereka, kita bisa

memilih di level mana kita perlu memerangi "manusianya" habis-habisan

sampai ke akar-akarnya, dan di level mana kita memutuskan bahwa yang

perlu kita perangi adalah "pola pikirnya". Pada level tertentu juga,

kita cukup yakin; jika saja mereka mau belajar NLP dan Hypnosis,

sangat mungkin itu akan sangat membantu mereka dalam membuka jalan

untuk kembali ke "jalan yang benar".



Di sisi yang lain, jika kita adalah pembelajar dan praktisi NLP dan

Hypnosis, kita pun tidak bisa mengklaim bahwa akidah kita "sudah aman"

bukan?



Maka, pilihannya adalah:



1. Meninggalkan NLP dan Hypnosis sama sekali (atau bahkan

mengharamkannya) , dan kemudian melihat bagaimana NLP dan Hypnosis

termanfaatkan oleh "orang lain" (secara sengaja atau tidak sengaja)

dan berdampak merusak atau melemahkan akidah (lihat berbagai tayangan

di televisi dan di bioskop sebagai contoh).



2. Tetap mempelajari NLP dan Hypnosis dengan melihat dampak positif

dan netralitasnya sebagai ilmu Allah SWT (karena NLP dan Hypnosis

lahir dari pikiran manusia, dan karena manusia adalah ciptaan Allah

SWT yang Maha Tahu apa yang di belakang, di dalam, dan di depan

manusia) dengan tetap berpegang teguh pada akidah Islam.



NLP dan Hypnosis sangat powerful sebagai tool dan materi pembelajaran.

Keduanya netral sebagai ilmu Allah SWT. Keduanya bisa "mendekatkan"

kepada iman, bisa bermanfaat untuk akidah, bisa bermanfaat untuk

membantu sesama, bisa bermanfaat untuk "self mastery" atau menjadi

"technology of achievement" khususnya di dunia. Atau sebaliknya,

keduanya juga bisa menjerumuskan kita ke lembah kenistaan. Lebih dari

itu kita harus mengakui:



"Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit" (Al-Isra: 85)



Wallahua'lam. Mohon koreksi bila ada kesalahan.



Ikhwan Sopa

http://islamic- nlp.blogspot. com


      

    
    
        
         
        
        




        




        
        


        
        
        




      Ada Naruto, Sandra Dewi dan MU di Yahoo! Indonesia Top Searches 2008. 
http://id.promo.yahoo.com/topsearches2008

Kirim email ke