Air Mata Untuk Sahabat Sejati
By: Meidy
Setelah Hendrik, kami meminta ica (adik Vani) untuk tampil kemuka….namun ica
menolak untuk maju kemuka, ica terlihat malu dan takut,…dengan gelengan kepala
ica tetap bersikeras utk tidak maju kemuka, bujukan-bujukan dari para kakak
Pembina tetap saja tidak bisa mempengaruhi ica utk maju kedepan….tiba-tiba rani
berdiri bagai seorang pahlawan, dengan suara menyakinkan dan kasih seorang
sahabat, Rani menuntun ica utk maju bersamanya kedepan…ica tidak lagi
mengelengkan kepala bahkan dengan sigapnya dia ikut berdiri mengikuti ajakan
rani.
akhirnya ica yang imut dan pemalu ini mau juga bercerita…bahkan ica terlihat
sangat antusias dan ceria….hatiku tersenyum bahagia dan mengucap puji
syukur…tafakur alam ini membawa manfaat yg baik untuk ica…ica yang awalnya tdk
percaya diri, akhirnya bisa berubah menjadi sosok ica yang sangat percaya
diri….alhamdullilah Ya Robb.
Ica memulai ceritanya ttg kakak Vaninya…buat ica, Vani adalah sosok kakak yang
sangat bertanggung jawab dan penuh kasih, walau kadang Vani suka juga galak dan
bawel namun Ica mengangumi kakaknya ini……dalam hatiku pun berbisik…”Bunda juga
sama dengan Ica…sama-sama kagum dengan Vani”
Dibelakang Ica, tampak Rani duduk dengan setia menemani dan mendengarkan cerita
Ica, terlihat jelas kalau Rani begitu sayang dengan Ica, Rani seperti berusaha
menggantikan posisi Vani buat Ica saat ini.
Ica melanjutkan cerita tentang sang Ayah….ayah Ica meninggal karena gagal
ginjal…semua harta kekayaan habis terjual untuk mengobati sang Ayah….sampai
akhirnya sekarang mereka tidak lagi memiliki apa-apa bahkan mereka harus rela
tinggal di rumah kontrakan yang amat sangat sederhana….belum lah usai cerita
Ica, disudut Ica…Rani menangis tersedu-sedu…airmata Rani mengalir dengan deras
tanpa tertahankan…badan Rani terguncang menahan isak….semua terkejut dan merasa
heran, begitu juga dengan aku….adakah kata-kata atau sikap yang melukai hati
anak ini..????
Lalu kuusap punggung anak ini dengan lembut….ada apa sayang, tanyaku??? Rani
malah makin terisak….kurengkuh anak ini dan kuberikan dia segelas air untuk
menenangkan hatinya….beberapa saat kemudian, Rani mulai terlihat bisa
mengontrol dirinya….kembali kutanyakan dengan hati-hati dan kelembutan, ada apa
sayang….???? Adakah yang menyakiti hati Rani??? Tidak bunda…jawabnya sambil
terisak…Rani hanya teringat akan curahan hati vani, ketika ayah Vani sakit
keras, Vani datang dengan airmata ke Rani dan bercerita kalau Vani sangat takut
kehilangan ayahnya, dan Vani ingin sekali menolong ayahnya dengan menyumbangkan
Ginjalnya demi kelangsungan hidup sang Ayah…namun dokter tidak mengijinkannya
karena Vani masih terlalu kecil….
Subhannalah….Anak ini menangis hanya karena teringat akan derita
sahabatnya….inilah sahabat sejati….sahabat yang tidak hanya hadir dikala suka
tapi dia juga ada di dalam duka.
Ya Robb…terima kasih…Engkau telah berikan lagi kami pelajaran hidup tentang
arti seorang sahabat melalui anak ini.
aku teringat akan syair lagu :
" Persahabatan bagai kepompong mengubah ulat menjadi kupu-kupu Persahabatan
bagai kepompong hal yang tak mudah berubah jadi Indah….. Persahabatan bagai
kepompong memaklumi teman hadapi perbedaan Persahabatan bagai kepompong …"
Wassalam,
M e i d y
www.simpaykeramat.blogspot.com
www.babynyameidi.multiply.com
+++++++++
Tulisan ini dibuat dalam rangka sosialisasi "Gerakana Cinta Ananda" Terima
kasih atas berkenannya berpartisipasi maupun dukungannya