Ya Alloh....... Ya Rohman ya Rohim,
Tak kuasa aku membacanya.................
Namun memang ini salah satu untuk membuka 
mata hati kita dan mata dunia.

Karena sudah begitu banyak media yang DIAM.
Doa saya untuk sahabat BICARA dan Palestina.


Hari Subagya
www.bisnispartner.com


  ----- Original Message ----- 
  From: Solikhan 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, January 15, 2009 9:33 AM
  Subject: Re: [Bicara] Fw: The Real Terorist]



  Anjing Israel Melahap Tubuh Anak-Anak Gaza
  Kekejian yang dilakukan tentara-tentara Zionis Israel terhadap rakyat 
Palestina di Jalur Gaza sudah di luar batas perikemanusiaan. Tentara-tentara 
Zionis itu bukan hanya membantai warga Gaza dengan bom-bom dan tank-tanknya, 
tapi juga menggunakan anjing-anjing buas untuk meneror warga Gaza.

  Kayed Abu Aukal, seorang dokter emergency di Gaza tidak tahu lagi kata-kata 
apalagi yang bisa digunakan untuk menggambarkan kekejian tentara-tentara Zionis 
itu. "Oh, Tuhan! Saya tidak pernah melihat pemandangan yang mengerikan seperti 
ini," cuma itu kata-kata yang terlontar dari mulut Dokter Aukal melihat kondisi 
jenazah Shahd, seorang balita Palestina yang berusia 4 tahun.

  Shahd sedang bermain di belakang rumahnya di kamp pengungsi Jabalita, utara 
Jalur Gaza ketika sebuah bom Israel jatuh di belakang rumah itu. Shahd yang 
masih balita itu pun gugur syahid. Orang tua Shahd mencoba menyelamatkan 
puterinya yang sudah bersimbah darah itu, tapi ketika mereka mencoba mengambil 
jasad Shahd, tentara-tentara Zionis menembaki mereka dari kejauhan.

  Selama lima hari jasad Shahd tidak terurus dan tergelak di tanah, sampai 
akhirnya tentara-tentara Zionis melepaskan beberapa ekor anjing yang langsung 
mengoyak jasad Shahd yang sudah tak bernyawa. "Anjing-anjing itu menyisakan 
satu bagian tubuh dari bayi yang malang itu dalam kondisi utuh," kata Dokter 
Aukal sambil meneteskan airmata.

  "Kami sudah melihat pemandangan yang sangat memilukan selama 18 hari ini. 
Kami mengambil tubuh anak-anak yang terbakar atau terpisah-pisah, tapi kami 
belum pernah melihat hal yang seperti ini," sambungnya.

  Melihat jenazah adik perempuannya yang masih balita menjadi santapan 
anjing-anjing tentara Israel, saudara laki-laki Shahd bernama Matar dan 
sepupunya bernama Muhammad, nekad mendekati jenazah Shahd, tapi keduanya 
ditembaki tentara-tentara Zionis hingga gugur syahid.

  Tetangga keluarga Shahd, Omran Zayda mengungkapkan, tentara-tentara Zionis 
Israel itu sengaja melakukan kekejaman itu. "Mereka (pasukan Zionis) mencegah 
keluarga Shahd yang ingin mengambil jenazahnya, dan mereka tahu anjing-anjing 
itu akan memakan jenazah Shahd," ujar Zayda.

  "Tentara-tentara Israel itu bukan hanya membunuh anak-anak kami, mereka juga 
dengan sengaja melakukan cara-cara yang kejam dan tidak berperikemanusiaan. 
Kalian tiak akan pernah bisa membayangkan apa yang dilukan anjing-anjing itu 
terhadap tubuh Shahd," tukas Zayda sambil menahan cucuran air matanya.

  Sejumlah warga Palestina mengungkapkan, banyak warga mereka yang mengalami 
hal yang sama dengan Shahd. Di Jabaliya, tentara-tentara Israel menembaki 
keluarga Abd Rabu yang sedang memakamkan anggota keluarga yang menjadi korban 
serangan Israel. Tembakan membuat orang-orang yang ingin memakamkan berlarian 
mencari perlindungan

  Bukan cuma menembaki, tentara-tentara Zionis yang biadab itu kemudian 
melepaskan beberapa ekor anjing ke arah jenazah-jenazah yang belum sempat 
dimakamkan. "Apa yang terjadi kemudian sangat mengerikan dan tidak bisa 
dibayangkan," kata Saad Abd Rabu.

  "Anak-anak lelaki kami meninggal di depan mata kami dan kami dihalang-halangi 
untuk menguburkan jenazahnya. Lalu tentara-tentara Israel itu melepaskan 
beberapa ekor anjing ke dekat jenazah itu, seakan-akan kekejaman yang sudah 
mereka lakukan pada kami belum cukup," tutur Abd Rabu tak kuasa menahan 
tangisnya. (ln/iol)





  On Wed, Jan 14, 2009 at 1:01 PM, <[email protected]> wrote:


    Terim kasih atas idenya yang brilian dan sangat original 
    dan selamat anda sudah berani  menagajak orang lain untuk mnegikutinya 
    termasuk  menganggap orang lain tidak pernah  tahu internet sehingga 
    tidak bisa  kroscek informasi yang sesungguhnya 

    semoga kita semua bisa berkomentar sesuai dengan kapasitasnya masing-masing 
    dan kemenangan berada dipihak yang benar. 

         




          "Dianto" <[email protected]> 
          Sent by: [email protected] 
          01/14/2009 11:49 AM Please respond to
                [email protected] 


         To <[email protected]>  
                cc  
                Subject RE: [Bicara] Fw: The Real Terorist] 

                

         
         







          Ada baiknya hal seperti ini tidak diijinkan oleh moderator. 

           

          Komentar sedikit : 

           

          Jadi teringat teori zeromind prosesnya intelektual muslim Ary 
Ginanjar yg melahirkan ESQ, dimana salah satu cara untuk mencapai zeromind 
adalah dengan menguji sudut pandang kita. Sudahkah kita mencari informasi yg 
cukup mengenai suatu permasalahan dari berbagai macam sudut pandang? Dari 
konflik Palestina vs Israel, apakah penyiaran media tv Indonesia sudah 
proporsional, mengulas tidak hanya dari sisi Palestina tapi juga Israel. 
Faktanya siaran tv Indonesia (tvone salah satunya) hanya menyiarkan siaran tv 
dari tv yg memang nyata2 anti Israel, apakah ada siaran tv dari Israel atau pro 
Israel turut serta ditayangkan? Atau paling tidak memberitakan alasan Israel 
menyerang Palestina? Tidak. 

           

          Sebagai ilustrasi, ibaratkan anda berada di suatu pulau terpencil 
diluar Indonesia dan tv yg anda miliki cuma mampu menayangkan siaran tv yg 
isinya mengulang2 rekaman video kerusuhan Mei 98. Nah apa pandangan anda 
mengenai orang Indonesia? 99%, anda akan menganggap bahwa orang Indonesia 
adalah kaum barbar yg suka melakukan penjarahan, pengrusakan & pembakaran. 

           

          Kembali pada konflik di Palestina vs Israel. Bukankah kita orang 
Indonesia persis seperti ilustrasi diatas, yg sayangnya kita sendiri tidak 
sadar bahwa diri kita telah "dipermainkan". Padahal jika kita mau menguji sudut 
pandang kita, kita bisa browsing via internet (toh tersedia dengan mudah di 
Indonesia) untuk mendapatkan berbagai informasi mengenai konflik disana, tidak 
hanya dari sisi Palestina tapi juga sisi Israel. Dari hasil iseng2 mencari 
informasi di internet ternyata banyak informasi yg tidak pernah ditampilkan di 
tv2 Indonesia seperti : 

          ·         strategi perang Human Shield yg dilakukan oleh Hamas, 
bahkan ada juga gambar2nya, 

          ·         pasukan Hamas yg tidak berseragam alias menggunakan pakaian 
sipil (mirip geriliawan GAM), 

          ·         penembakan roket oleh pasukan Hamas yg berpakaian sipil 
dari sekolah, tempat ibadah, pasar atau tempat2 sipil (ada gambarnya juga dari 
informan2 intelejen Israel), 

          ·         mobil ambulan yg digunakan untuk mengangkut pasukan guna 
melakukan serangan tidak terduga kepada tentara Israel, 

          ·         bahkan ada yg lebih parah lagi adalah informasi mengenai 
pembunuhan warga Palestina oleh Hamas, dengan tujuan mendiskreditkan Israel, 

          ·         data statistic roket Hamas yg diluncurkan ke pemukiman 
Israel tahun 2008 (sebelum pecah perang), 

          ·         dll. 

           

          So, bagaimanakah kita harus bersikap? 

           

          Sikap netral adalah pilihan yg bijaksana. Dimana faktanya kita ini 
tidak tahu apa2 mengenai konflik disana, krn tidak tahu apa2, alangkah baiknya 
atau bahkan sebaiknya tidak berpendapat (diam adalah emas), apalagi mulai 
dukung mendukung bahkan anti menganti. Ini bukan berarti kita tidak perduli. 
Perang adalah hal yg keji yg pastinya menimbulkan penderitaan bagi kedua belah 
pihak (PD I & PD II menelan puluhan juta jiwa jauh-jauh melebihi korban perang 
Irak & Gaza, apa ada yg tahu berapa korban tewas sewaktu perang kemerdekaan?). 
Keperdulian terhadap masalah kemanusian tetap bisa berjalan, seperti melalui 
seruan damai, doa, dan bantuan kemanusiaan. Dalam hal bantuan pun juga harus 
netral krn pastinya rakyak sipil Israel yg tidak ikut2an perang atau bahkan yg 
tidak setuju perang juga mungkin ada yg menjadi korban. 

           

          So, akhir kata, sudahkan kita menguji sudut pandang kita dan memiliki 
zeromind, sehingga lebih proaktif dalam menghadapi suatu permasalahan? Atau 
senang dengan pola pikir yg reaktif dan menjadi bagian dari "Human Stupidity"? 
Hal ini saya serahkan kepada anda. 

           

          Salam 

           

          The Truth is Out There-The X Files 

           




----------------------------------------------------------------------

          From: [email protected] [mailto:[email protected]] On 
Behalf Of /dK
          Sent: Monday, January 12, 2009 11:10 AM
          To: [email protected]
          Subject: [Bicara] Fw: The Real Terorist] 

           


          Gambarnya lumayan nyeremin, dan setelah teman2 lihat gambar tersebut 

          apakah masih merasa bangga pake produk dari Amerika, yg adalah 
satu2nya negara di dunia 

          yg abstain dengan resolusi PBB ttg gencatan senjata di Palestina.


          'Two things are infinite: The Universe and Human Stupidity; and I'm 
not sure about the universe.'
          - Albert Einstein 
            

           

           



----------------------------------------------------------------------



          Get your new Email address! 
          Grab the Email name you've always wanted before someone else does! 















































































         






   

Kirim email ke