Akhi,

saya kira antum benar. ayah dan ibu patutlah meluangkan waktu bersama,
entah pagi hari atau malam hari. dalam kebersamaan itulah kita
menanamkan kasih sayang. Sering kali ayah dan ibu yang sibuk
berlebihan bahkan hari sabtu minggupun anak-anak kehilangan figur ayah
dan kasih sayang ibu, sehinga seringkali anak-anak pencari kasih
sayang diluar rumah.

Ketika anak-anak mencari kebahagiaan diluar rumah, berarti runtuhnya
ketahanan keluarga sebagai benteng terakhir pelindung bagi anak-anak.
Jangan biarkan ketahanan keluarga kita runtuh karena kita tidak ada
waktu buat anak-anak kita.

Wassalam,
agussyafii

--- In [email protected], "lee_aft" <lee_...@...> wrote:
>
> 
> to. Agus safi'i
>  ana cukup setuju bahkan sangat  setuju dengan surat antum ttg surga 
> bagi anak adalah di rumah. namun untuk menciptakan surga bagi anak 
> tidak hanya tugas seorang ibu tapi juga tugas ayah. so, sebagai ayah 
> kita juga hrs meluangkan waktu untuk anak2 qta sehingga anak2 tidak 
> kehilangan figur ayah. tul khan! jangan sampai mereka selalu bermimpi 
> ingin berkumpul derngan ayahnya tapi qta tidak pernah tahu mimpi 
> mereka karena qita  tidak pernah bertemu mereka gara2 kita berangkat 
> sebelum mereka bangun dan pulang kitika mereka sudah tidur. 
> wass.
>


Kirim email ke