*Tips Presentasi Ala Eyang Kakung*

*by MTA - Made Teddy Artiana*

* http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com*





Seolah sedang menonton sesuatu dihadapannya, wajah dan mata Eyang Kakung
menghadap lurus kedepan. Mungkin sebuah film dokumenter raksasa tengah
dibentangkan disana. Eyang penonton satu-satunya film itu. Sesekali ia
tersenyum lalu menundukan kepala. Kadang pula bibir itu bergetar. Sementara
mata tuanya terlihat meredup, berair berkaca-kaca. Entah apa yang ia lihat
disana, hanya ia yang tahu. Yang jelas, pemandangan ini sangat menakjubkan
bagi ku. Aku kerap kali berpikir, apakah nanti jika umurku sudah sampai di
penghujung batas, aku dapat melakukan hal yang sama. Apakah nanti ketika
seseorang –apakah ia anak atau cucu- menanyakan kenangan masa mudaku, aku
bisa seperti Eyang, bercerita sambil menonton kembali episode kenangan lama.




Eyang kakung(alm) bukanlah seorang ahli bercerita. Apalagi bahasa yang
digunakannya, biasa saja. Sama sekali tanpa kekuatan sastra. Tekanan irama
yang dipakainya pun tidak terlalu istimewa. Tetapi aneh, ketika ia
bercerita, aku bisa membayangkan adegan-peradegan yang terjadi. Bahkan lebih
dari itu, kepalaku sanggup merekam, hampir semua detail ceritanya. Apa yang
membuat cerita itu begitu kuat tertanam di hatiku. Berbulan-bulan lamanya,
pertanyaan ini tetap tinggal sendirian tanpa sebuah jawaban. Akhirnya
pertanyaan ini terlupakan. Terbenam di alam bawah sadar. Hingga suatu saat
yang ditunggu datang menghampiri.



            Menyaksikan adegan ini di sebuah stasiun televisi swasta - kalau
mau jujur- agak menjengkelkan. Betapa tidak, adegannya selalu seperti itu.
Pembawa acara bertanya kepada seorang nara sumber, dan ketika nara sumber
menjawab, si penanya, pada saat bersamaan, justru menimpali jawaban itu.
Padahal sang nara belum selesai memberi jawaban. Maka terjadilah dua orang
itu berebutan bicara. *Berisik, nyerocos nggak karuan.* Debat presiden
Amerika juga nggak segitunya. Akhirnya jawaban yang ingin didengar oleh
pemirsa, hanyut tertelan suara si pembawa acara. Harusnya ia tampil sendiri.
Bertanya dan menjawab seorang diri. Entah apa yang ingin dikesankan oleh si
pembawa acara. Apapun itu yang aku  tahu ujungnya justru tidak mengesankan.
Mirip dengan salesman property yang kami temui dikantornya beberapa waktu
yang lalu. Entah karena tekanan target atau begitu bernafsu mengclosing
transaksi. Ia berbicara -demikian fasih, dengan nada suara yang menarik,-
menjelaskan ini itu dengan begitu lengkap, dengan bumbu istilah-istilah
canggih. Presentasi mutakhir. Sayangnya, ia tidak memberikan kesempatan kami
untuk memikirkan ucapan-ucapannya. Terlalu lancar dan lupa berhenti. Pernah
lihat seorang motivator berbicara dengan begitu bersemangat, bermaksud
menggugah emosi audiens dengan suara membahana laksana halilintar, tanpa
henti memberondong kita dengan vitamin motivasinya ? Pasti pernah. Ketiganya
setali tiga uang alias *sami mawon.*



            Tidak diragukan lagi, mereka adalah orang-orang cerdas yang luar
biasa. Tetapi kadang mereka lupa, tidak semua orang yang menjadi lawan
bicaranya secerdas dia. Berapa banyak sih kalimat yang sanggup kita cerna
dalam satu menit ? Apakah pikiran kita sanggup dengan sempurna menangkap
pembicaraan sekaligus mencernanya dalam waktu yang bersamaan. Bukankah
kalimat-kalimat yang luar biasa brilian itu akan tumpang tindih nggak
karu-karuan di buffer kita, sementara pikiran kita kerepotan untuk
membayangkan, apalagi mencerna semua itu. Persis seperti nasi sepiring yang
seluruhnya dimasukkan kedalam mulut kita. Atau sama repotnya dengan orang
yang belum memakai celananya dengan benar, dan dipaksa untuk berlari saat
itu juga. Atau membaca kalimat panjang tanpa koma atau titik. Akibatnya ?
Kelelahan. Lupa. Pikiran ngelantur. Kehilangan minat. Akhirnya …*Ampuuunnnnnn
Dj* !!!!



Sebuah “jeda yang terlupakan”. Aku rasa, Inilah jurus pamungkas yang dipakai
Eyang Kakung pada saat bercerita. Ia selalu saja, berhenti berbicara setelah
kira-kira 4-5 untaian kalimat selesai diucapkan. Entah itu kebetulan atau
bukan yang jelas, dengan berdiam sejenak membuat  kalimat-kalimat Eyang,
bisa meresap lebih dalam di relung hati ini. Buat kita yang terbilang sering
melakukan presentasi dihadapan client, jeda alias diam beberapa saat
terbukti efektif. Paling tidak untuk mengamati “feedback” bahasa tubuh atau
ekspresi lawan bicara anda. Selebihnya, jeda juga berguna untuk dapat
memberikan ruang yang cukup bagi lawan bicara untuk berpikir, mencerna dan
membayangkan ide-ide yang kita ingin sampaikan kepadanya, bahkan mungkin
kesempatan bertanya. Logis dan it's s*o simple !!* Sayangnya kebanyakan dari
kita hanya diajari bagaimana untuk mengesankan lawan bicara, saking *pengen
*bagusnya sehingga kita lupa untuk belajar diam. Percayalah, jeda sejenak
dalam pembicaraan atau presentasi Anda lebih akan menghasilkan daripada
nyerocos tanpa rem, dan akhirnya menabrak dinding. Saya sudah
membuktikannya.



*“He who does not know how to be silent will not know how to
speak.<http://www.quotationspage.com/quote/28967.html>
”*

*Ausonius <http://www.quotationspage.com/quotes/Ausonius/>*



***

*with friendship, respect & blessing
**Made Teddy Artiana, S. Kom
*
"Character cannot be developed in ease and quiet. Only through experience of
trial and suffering can the soul be strengthened, ambition inspired, and
success achieved. <http://www.quotationspage.com/quote/30186.html>" (Helen
Keller)

T J A M P U H A N
company profile developer

[ My Photography PORTFOLIO ]
# Commercial Photography #
http://companyprofile.multiply.com
http://withbobsadino.multiply.com

# Wedding Special Photography #
Pernikahan Agung Puteri Sri Sultan Hamengku Buwono X
GRAJ Nurkamnari Dewi & Jun Prasetyo MBA
http://nurkamnaridewi.multiply.com

# Wedding Photography #
http://candidwedding.multiply.com
http://weddingcandid.multiply.com
http://prewedding.multiply.com
http://prewedding1.multiply.com
http://prewedding2.multiply.com
http://prewedding3.multiply.com
http://outdoorprewedding.multiply.com
http://weddingceremony.multiply.com

# Jurnalism Photography #
http://fotojalanan.multiply.com

# Blogger #
http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com

[ CONTACT US ]
Esia. 96202505
Flexy. 70820318
m. 0815 740 900 80 - 0813 178 227 20
email. [email protected]

Kirim email ke