Oleh: NURHADI Diambil dari blog saya: http://hady82.multiply.com/journal/item/165/Resolusi_Menulis_Buku_2009
Saya sudah sering menulis artikel, bahkan kegiatan ini telah saya mulai sejak kuliah di ITS dulu. Kalo tdk salah hitung, mungkin sudah lebih dari 70 buah karya artikel saya. Alhamdulillah, tulisan saya pernah nongol di Jawa Pos, Suara Karya, Surya, Kompas Jatim, Radar Surabaya, Republika dan sekarang lebih banyak menulis di Batam Pos. Cerita dan suka duka menulis artikel lepas silakan baca di artikel "Menulis dan tradisi intelektual kampus". Ini artikel saya pas jaman jadul di perkuliahan dulu. Tapi topiknya masih relevan dengan kekinian. Nah, jika menulis buku? Ini benar-benar baru buat saya. Menulis buku dengan metode "self publishing" pernah saya lakukan ketika mahasiswa dulu, tapi itu buku kumpulan artikel saya yang telah dimuat di media massa. Bukan untuk komersial, tapi saya kopi beberapa puluh saja dan saya bagian gratis ke teman-teman dan dosen saya. Yach semacam portofolio pribadi. Tahun 2009 ini, saya memang berusaha keras untuk menulis dan menerbitkan buku. Oh ya, catat ! MENULIS dan MENERBITKAN. Ada dua hal penting disini, Menulis, berarti saya harus produktif dengan terus menulis karya-karya baru, dengan topik yang segar, ide yang unik dan sesuai dengan minat kapabilitas saya. Sampai saat ini, setelah saya gali terus dan terus..sepertinya (lha kok sepertinya?), topik-topik "selfhelp and how-to" tentang penulisan, mikrobisnis, kewirausahaan dan motivasi diri merupakan "main topic" yang saya kuasai. Jadi jelas tho saya tidak berkompeten menulis buku tentang politik, pure economy, kesehatan, pure sastra dan sebagaianya. Bukan tidak bisa, tapi tidak kompeten di bidang itu. Kemudian MENERBITKAN. Kalo saya produktif menulis tapi tidak diterbitkan khan ya percuma saja. Alias NIHIL. Tujuan menulis adalah untuk diterbitkan. Bagaimana caranya? Ini dia. Saya memang harus berusaha keras menyakinkan penerbit bahwa naskah buku saya "layak jual". Ini juga berkaitan dengan kemampuan menyajikan PROPOSAL NASKAH BUKU. Alhamdulilah, naskah buku saya pernah ditolak oleh sebuah penerbit di Jakarta .he he..Saya bongkar lagi, saya pelajari lagi. Oh ya, ternyata saya kurang bisa menyakinkan bahwa naskah tersebut layak jual. Setelah review selesai, saya kirimkan ke salah satu penerbit di Surabaya. Doakan ya lolos seleksi. Menurut saya (entahlah penerbit bagaimana memandangnya), agar naskah buku kita diperhitungkan oleh penerbit, disamping topik dan isi buku yang menarik dan unik, dalam proposal naskah tersebut harus ada unsur-unsur berikut ini: - Pengantar penawaran naskah; Yach, Anda khan mau menawarkan sesuatu, sampaikan dengan sopan. Bentuk teknisnya bisa baca di buku MBIG-nya Mas Jonru. - Sinopsis - Outline dan contoh tulisan (beberapa bab saja). Atau jika sudah selesai bisa dikirim satu naskah itu. - Strategi publikasi dan promosi yang bisa Anda lakukan sebagai penulis. - Selling point (kelebihan buku) dan serapan pasar. Nah, ini "FAKTOR KRUSIAL". Jika pada bagian ini Anda bisa menyakinkan penerbit bahwa, buku Anda pasti akan laku lima ribu kopi dalam dua bulan saya jamin deh, semua penerbit akan berlomba-lomba mencari Anda. Atau katakan "Buku ini sudah dipesan 2000 orang pada peluncuran perdana". Itu tips sederhana dari saya. Jangan percaya dulu, karena belum terbukti ampuh. Jika nanti ada jawaban dari penerbit dan mengatakan "Nurhadi, buku Anda kami nilai layak diterbitkan !" Nah baru Anda semua boleh percaya he he Kalo ditanya lagi, apa ya kunci menjadi penulis produktif? Mungkin Anda pernah dengar nama ARIYANTO M.B, (AMB) beliau adalah salah satu penulis paling produktif di Indonesia yang menulis dan menerbitkan 24 buku dalam kurun 2007-2008. Wow ! Beliau mengatakan "Kunci produktivitas saya adalah menulis tanpa berfikir, maksudnya saya tulis saja, apa saja yang ada dalam benak saya whatever ". Nah..nah Jika meniru AMB, mungkin di tahun 2009 ini saya bisa menulis dan menerbitkan 8 buah buku. Anggap saja setiap bulan mampu menerbitkan 1 buah buku. Realistis nggak sih? Satu bulan, ada empat minggu: - Minggu pertama dan kedua penggalian ide, outline, dan gathering data/informasi/referensi. - Minggu ketiga dan keempat penulisan buku dan finishing touch. Kalo saya "fulltime writer" seperti AMB, Budiputra atau Mas Jonru mungkin tidak masalah. They have much time to do it. Kalo seperti saya yang juga bekerja di pabrikan, saya mesti mencuri-curi waktu. Waktu-waktu yang mungkin adalah; sehabis sholat tahajud (jam 3 sampai shubuh) dan setelah jam malam. Paling tidak 2-3 jam per hari. Teman-teman, apa yang saya tuliskan ini semua bukan hanya sekedar sharing menulis lho. Tapi juga contoh, bagaimana bentuk konkret mewujudkan sebuah resolusi. Kadang khan kita, pengen ini, pengen itu tapi breakdown dan program detailnya mana? Sementara sampai disini saya juga berdoa, apapun resolusi Anda di tahun 2009 ini dapat segera diwujudkan. Sekarang memasuki bulan mei, sebaiknya Anda juga mereview dan melakukan evaluasi apa yang sudah, apa yang kurang, apa yang belum. Tidak ada yang terlambat kita semua berhak berubah dan melakukan perubahan. Dan, semua dimulai dari diri kita sendiri. Have nice day dan selamat menikmati akhir pekan. Batam, 9 Mei `09 Catatan: Artikel ini bagian dari kampanye "Menulis dengan hati". Jangan menulis karena terpaksa, menulislah dari fikiran terjenih. Manfaatkan menulis untuk mengobati hati, membuang segala kepenatan dan berbagi informasi. Hargailah karya tulis Anda, sekecil apapun ia. Yakinlah, suatu saat pasti akan berguna. Komentar bisa juga dikirim lewat: [email protected]
