Rekan rekan, Please Fasten your seat belt, B'cause we have to ready for Economic turbulance !!! (PHK dan Kebangkrutan)
Alex ----- Original Message ----- From: "Rudy Rusdiah" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, October 25, 2005 9:29 AM Subject: [fordeka] Pajak baru akan pangkas 50% pertumbuhan TI > Teknologi Informasi - BISNIS INDONESIA > > Pajak baru akan pangkas 50% pertumbuhan TI > > JAKARTA: Sistem perpajakan baru berpotensi menurunkan pertumbuhan > bisnis teknologi informasi dan komunikasi serta industri telematika > nasional hingga setengahnya, sementara dalam jangka panjang bakal > menurunkan pendapatan negara cukup signifikan. > > Komite Tetap Telekomunikasi dan Teknologi Informasi Kamar Dagang dan > Industri (Kadin) menyatakan pengenaan pajak yang terlalu besar akan > menaikkan sejumlah layanan jasa dan produk telematika, sehingga > memberatkan masyarakat pengguna akhir. > > Kadin sebagai mitra pemerintah dalam menyusun regulasi juga secara > terbuka menolak RUU Perpajakan dan meminta DPR untuk mendengarkan > aspirasi dari kalangan industri terkait terutama telematika. > > Menurut Kadin, sejumlah industri di segmen tersebut juga terancam > menghentikan usahanya sehingga pemasukan kas negara dari pajak secara > otomatis justru akan berkurang. > > Kadin rencananya akan melakukan pendekatan kepada DPR dan pemerintah > setelah mendapatkan masukan dari industri telematika. Menurut Kadin, > pemerintah seharusnya memberikan dukungan terhadap perkembangan industri > telematika mengingat Deperin menetapkan industri tersebut sebagai > prioritas utama dalam pembangunan. > > Saat ini RUU Perpajakan telah berada di tangan DPR untuk segera > ditetapkan sebagai UU. > > Sikap keberatan juga disampaikan oleh setidaknya 18 asosiasi di bidang > teknologi informasi yang tergabung dalam Masyarakat Telematika Indonesia > (Mastel) yang meminta pemerintah dan DPR untuk meninjau ulang RUU > Perpajakan yang baru karena berpotensi mengancam industri lokal dan > menghambat laju penetrasi TI di Indonesia. > > Rudi Rusdiah, Ketua Tim Kerja Masyarakat Telematika (Mastel), > mengungkapkan pengenaan sejumlah varian pajak baru pada industri > telematika akan memberatkan masyarakat sebagai pengguna akhir. > > "Laju pertumbuhan TI baik dari segi penetrasi dan industrinya akan > menurun akibat berbagai kebijakan dan environment yang kurang kondusif > hingga 10% dari target yang sebelumnya ditetapkan 20%," ujarnya kepada > wartawan kemarin. > note: environment yang kurang kondusif diakibatkan antara lain kenaikan > harga BBM dan juga kondisi perpajakan saat ini yang tidak memberikan > kepastian hukum kepada pengusaha dan wajib pajak... apalagi jika nanti > RUU nya diterapkan dan makin tidak berpihak kepada industri dan > pengusahanya. > > Banyak varian > > Varian pajak baru yang dimaksud adalah meliputi bandwidth dan lisensi > software sebagai royalti, spektrum frekuensi, layanan pesan singkat > (SMS), dan layanan pesan multimedia (MMS) yang harus dibayar di muka > sehingga menaikkan modal kerja dari industri yang bersangkutan. > > Dengan adanya varian pajak baru tersebut, maka secara otomatis akan > menaikkan tarif Internet dalam negeri, tarif layanan multimedia, tarif > TV berbayar, SMS, MMS, harga peranti lunak, harga komputer, dan akses > satelit. > > Sylvia W. Sumarlin, Bendahara Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet > Indonesia, mengatakan sejumlah PJI terancam mati bila pemerintah > menerapkan berbagai varian pajak pada bandwidth. > > Bila PJI membeli bandwidth dari luar negeri maka terkena PPh ps 26 > royalti sebesar 15% dan PPn 10%. Pada saat PJI melakukan kegiatan > penjualan Internet dan penempatan portal (hosting), maka terkena lagi > pemotongan PPh 23 sebesar 15% terhadap invoice pemakaian Internet plus > PPh 23 sebesar 15% terhadap hosting. > > Semua PJI juga harus bersiap-siap membayar 1% biaya hak penyelenggaraan > dari pendapatan kotor ke Depkominfo untuk jasa Internet dan 1% BHP > frekuensi. > > Dari industri software, Hidayat Tjokrodjojo, Bendahara Asosiasi Peranti > Lunak Telematika Indonesia bahkan menilai di masa depan tidak akan ada > lagi industri software dalam negeri karena beban pajak yang begitu berat. > > "Indonesia dipastikan hanya akan menjadi pedagang software luar negeri > sehingga melemahkan posisi negara di mata internasional," katanya. > > Sebelumnya, Asosiasi Peranti Lunak Telematika Indonesia menyampaikan > desakan agar pemerintah membatalkan rencana pengenaan pajak royalti > sebesar 15% untuk software mengingat produk tersebut telah diubah > menjadi barang nyata dan tidak lagi berupa hak cipta. > ([EMAIL PROTECTED]) > > Oleh Arif Pitoyo > Bisnis Indonesia > > > Tampilan Cetak > > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/wf.olB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._* Founder's Motivational Quote: Do what you can, with what you have, where you are. ~Theodore Roosevelt BinusNet founded on Dec 28, 1998 Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED] Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/binusnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
