Indonesia tambah parah aja nih peraturannya... Udah gaji DPR dinaikin 10jt (padahal kerjanya Cuma tidur doang...), rakyat kecil makin susah beli bbm, malah beginian lagi dikenain pajak yg gede. Lain kali kalo ada pemilu mendingan gak usah milih aja lah...sama aja. Malah lebih parah. Paling2 ini ide gilanya si JK lagi nih... Udah ngomongnya asal...keluarin kebijakan seenak perut gak mandang presiden dan rakyatnya.
Kayaknya orang2 IT lbh baik cari kerja di luar negeri aja ya...disini madesu kalo soal IT. Oh Indonesiaku....kenapa engkau dikelola oleh orang2 yang SD aja gak lulus dan suka mentingin kepentingan perutnya sendiri...hiks -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of alex Sent: Tuesday, October 25, 2005 10:18 AM To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; [EMAIL PROTECTED] Subject: [binusnet] Fw: [fordeka] Pajak baru akan pangkas 50% pertumbuhan TI Rekan rekan, Please Fasten your seat belt, B'cause we have to ready for Economic turbulance !!! (PHK dan Kebangkrutan) Alex ----- Original Message ----- From: "Rudy Rusdiah" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, October 25, 2005 9:29 AM Subject: [fordeka] Pajak baru akan pangkas 50% pertumbuhan TI > Teknologi Informasi - BISNIS INDONESIA > > Pajak baru akan pangkas 50% pertumbuhan TI > > JAKARTA: Sistem perpajakan baru berpotensi menurunkan pertumbuhan > bisnis teknologi informasi dan komunikasi serta industri telematika > nasional hingga setengahnya, sementara dalam jangka panjang bakal > menurunkan pendapatan negara cukup signifikan. > > Komite Tetap Telekomunikasi dan Teknologi Informasi Kamar Dagang dan > Industri (Kadin) menyatakan pengenaan pajak yang terlalu besar akan > menaikkan sejumlah layanan jasa dan produk telematika, sehingga > memberatkan masyarakat pengguna akhir. > > Kadin sebagai mitra pemerintah dalam menyusun regulasi juga secara > terbuka menolak RUU Perpajakan dan meminta DPR untuk mendengarkan > aspirasi dari kalangan industri terkait terutama telematika. > > Menurut Kadin, sejumlah industri di segmen tersebut juga terancam > menghentikan usahanya sehingga pemasukan kas negara dari pajak secara > otomatis justru akan berkurang. > > Kadin rencananya akan melakukan pendekatan kepada DPR dan pemerintah > setelah mendapatkan masukan dari industri telematika. Menurut Kadin, > pemerintah seharusnya memberikan dukungan terhadap perkembangan industri > telematika mengingat Deperin menetapkan industri tersebut sebagai > prioritas utama dalam pembangunan. > > Saat ini RUU Perpajakan telah berada di tangan DPR untuk segera > ditetapkan sebagai UU. > > Sikap keberatan juga disampaikan oleh setidaknya 18 asosiasi di bidang > teknologi informasi yang tergabung dalam Masyarakat Telematika Indonesia > (Mastel) yang meminta pemerintah dan DPR untuk meninjau ulang RUU > Perpajakan yang baru karena berpotensi mengancam industri lokal dan > menghambat laju penetrasi TI di Indonesia. > > Rudi Rusdiah, Ketua Tim Kerja Masyarakat Telematika (Mastel), > mengungkapkan pengenaan sejumlah varian pajak baru pada industri > telematika akan memberatkan masyarakat sebagai pengguna akhir. > > "Laju pertumbuhan TI baik dari segi penetrasi dan industrinya akan > menurun akibat berbagai kebijakan dan environment yang kurang kondusif > hingga 10% dari target yang sebelumnya ditetapkan 20%," ujarnya kepada > wartawan kemarin. > note: environment yang kurang kondusif diakibatkan antara lain kenaikan > harga BBM dan juga kondisi perpajakan saat ini yang tidak memberikan > kepastian hukum kepada pengusaha dan wajib pajak... apalagi jika nanti > RUU nya diterapkan dan makin tidak berpihak kepada industri dan > pengusahanya. > > Banyak varian > > Varian pajak baru yang dimaksud adalah meliputi bandwidth dan lisensi > software sebagai royalti, spektrum frekuensi, layanan pesan singkat > (SMS), dan layanan pesan multimedia (MMS) yang harus dibayar di muka > sehingga menaikkan modal kerja dari industri yang bersangkutan. > > Dengan adanya varian pajak baru tersebut, maka secara otomatis akan > menaikkan tarif Internet dalam negeri, tarif layanan multimedia, tarif > TV berbayar, SMS, MMS, harga peranti lunak, harga komputer, dan akses > satelit. > > Sylvia W. Sumarlin, Bendahara Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet > Indonesia, mengatakan sejumlah PJI terancam mati bila pemerintah > menerapkan berbagai varian pajak pada bandwidth. > > Bila PJI membeli bandwidth dari luar negeri maka terkena PPh ps 26 > royalti sebesar 15% dan PPn 10%. Pada saat PJI melakukan kegiatan > penjualan Internet dan penempatan portal (hosting), maka terkena lagi > pemotongan PPh 23 sebesar 15% terhadap invoice pemakaian Internet plus > PPh 23 sebesar 15% terhadap hosting. > > Semua PJI juga harus bersiap-siap membayar 1% biaya hak penyelenggaraan > dari pendapatan kotor ke Depkominfo untuk jasa Internet dan 1% BHP > frekuensi. > > Dari industri software, Hidayat Tjokrodjojo, Bendahara Asosiasi Peranti > Lunak Telematika Indonesia bahkan menilai di masa depan tidak akan ada > lagi industri software dalam negeri karena beban pajak yang begitu berat. > > "Indonesia dipastikan hanya akan menjadi pedagang software luar negeri > sehingga melemahkan posisi negara di mata internasional," katanya. > > Sebelumnya, Asosiasi Peranti Lunak Telematika Indonesia menyampaikan > desakan agar pemerintah membatalkan rencana pengenaan pajak royalti > sebesar 15% untuk software mengingat produk tersebut telah diubah > menjadi barang nyata dan tidak lagi berupa hak cipta. > ([EMAIL PROTECTED]) > > Oleh Arif Pitoyo > Bisnis Indonesia > > > Tampilan Cetak > > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > *._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._* Founder's Motivational Quote: Do what you can, with what you have, where you are. ~Theodore Roosevelt BinusNet founded on Dec 28, 1998 Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED] Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/wf.olB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._* Founder's Motivational Quote: Do what you can, with what you have, where you are. ~Theodore Roosevelt BinusNet founded on Dec 28, 1998 Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED] Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/binusnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
