Pada saat menjelang hari raya tahun Baru Imlek, bermunculan "Badut-badut
Kristen", yang menberikan Fatwa, bahwa turut merayakan hari tahun Baru Imlek
itu haram bahkan dosa! Dan lucunya para "Badut-badut Kristen" tersebut
kebanyakan datangnya dari golongan etnis Tionghua sendiri oleh sebab itulah

mang Ucup menilai, bahwa mereka ini memiliki berkepribadian ganda ato
kepribadian terpecah (split
personality) ala Dr Jekyl & Mr Hyde atau dalam bhs Inggrisnya disebut -
Golongan "Christian Go-Block" !
Kenapa demikian ?


Sejak brol lahir s/d masuk liang lahat sekalipun, mang Ucup tetap azah
keturunan Tionghua, padahal sudah puluhan tahun owe bermukim di Eropa dan
jadi WN Jerman, tetapi tetap azah tidak bisa berobah jadi bule tuh, begitu
juga dengan selera! Perut owe menuntut harus ketemu nasi setiap hari.
Disamping itu, warna kulit maupun mata owe juga, tidak pernah bisa robah
tuh, walaupun di paspor udah dinyatakan jadi WN Jerman tulen sejak 30 tahun.
Mungkin karena dari sononya bukan Shio Ular kali !

Begitu juga dengan agama yang saya anut Kristen, walaupun sudah di mandi
celup bahkan di bilas berkali-kali, tetap azah warna kulit saya tidak pernah
bisa berubah sedikit pun juga, begitu juga dengan nama di paspor tetap azah
sama Nio Tjoe Siang.

Padahal Pdt saya udah menyatakan dan mem-brain washing saya, bahwa
sebenarnya saya ini udah lahir baru, hanya sayangnya wajah maupun warna
kulit saya tidak pernah bisa berubah jadi mirip seperti Om Yudas, padahal ia
itu adalah rasul idolanya mang Ucup tuh.

Apakah kalau saya sudah jadi Kristen, berarti saya diwajibkan untuk
menginkari leluhur saya? No Way!

Apakah k arena saya sudah jadi orang Kristen berarti saya diwajibkan untuk
melupakan tradisi maupun kebudayaan saya, dimana tahun baru Imlek diganti
oleh Hari Tahun Baru Yahudi Rosh Hashanah pada tgl. 23 Sep.
yang akan dtg?
Tidak! Kalho kagak percaya, kudu baca tuh Alkitab; jangan hanya sekedar
dijadikan buat pengganjel pintu doang.

Hai Yudas, lho boleh dimandiin, dicelup & di bilas ribuan kali, bahkan di
masukin ke mesin cuci dengan rinso Anti Noda sekalipun, warna kulit lho,
jangan harap bisa berobah, terkecuali kalho kulit lho mo dibeset jadi
bangkong suikeh eh maksud saya seperti si ireng Mikel Jekson.

Agama itu mirip pakaian, semua orang dilahirkan dalam keadaan telanjang,
tidak ada satu manusiapun yang dilahirkan sebagai pemeluk agama tertentu.
Mang Ucup dilahirkan bukan sebagai Kristen, melainkan sebagai seorang
keturunan etnis Tionghua, setelah lewat setengah abad baru jadi penganut
agama Kristen.

Dan agama apapun yang m ereka anut, setiap saat apabila kurang cocok bisa
azah dilepas dan diganti seperti juga dengan pakaian, tetapi warna kulit
maupun orang tua kita tidak akan bisa diganti, sampai kita modyaaa...ar
sekalipun, ini akan tetap sama terus.


Tapi mang, kata Pdt Gw, kalho merayakan tahun baru Imlek, itu sama azah
seperti juga main mata ato berselingkuh dengan si setan sehingga nantinya
bisa2 Lho di kirim ke Giam Lo Ong untuk dipanggang sampai gosong dan
dijadikan Samseng disana.

Itu namanya Monapik tingkat 12 alias udah 'nggak ketolongan lagi Geblek-nya,
renungkanlah dengan akal sehat Anda, lebih dari 80% manusia di kolong langit
ini merayakan pesta tahun baru pada tgl. 1.1.2006, tanpa pernah ada yang mo
mikirin pake jidatnya, bahwa tgl 1 bulan 1 itu adalah kalender Masehi atau
kalendernya umat Kristen, sampai komplit di bubuhkan perkataan Masehi segala
macam!

Tetapi kenyataannya, tidak ada penganut agama di dunia ini yang
meng-haramkan atau merasa ketakutan umatnya menjadi Kristen, karena turut
merayakan tahun baru Masehi, entah mereka itu penganut agama Hindu, Budha
maupun Islam Fundamentalis sekalipun juga, kok wong Kristen ketakutan banget
sih? Bahkan di Tiongkok yang anti Kristen sekalipun sejak tahun 1912 mereka
secara resmi sudah menggunakan penanggalan Masehi, tanpa adanya phobie di
kristianisasikan !

Apakah Allah -Nya umat Kristen kurang Pe-De ato Kurang Sakti sehingga
ketakutan umat-Nya digaet oleh aliran agama lain, gara2 hanya mo merayakan
tahun baru Imlek?
Apakah para sesepuh Kristen itu wong Paranoid semua yang sudah saatnya harus
dipindahkan ke RS Jiwa Grogol?

Kita jangan bicara juta lagi, sebab perkataan juta itu udah ora laku lagi
Mas, terutama bagi para koruptor, kita bicara nilai M azah ato Milyar,
berapa milyar manusia di kolong langit ini; yang setiap tahunnya turut
merayakan tahun baru Masehi tanpa mempunyai pradu ga secuil pun juga untuk
di kristianisasikan, karena mereka turut merayakan pesta tahun baru Masehi
tersebut.

Tidak pernah tersirat sedikit pun juga di dalam benak mereka, bahwa pada
saat merayakan tahun baru tgl.
1.1.2006, bahwa ini ada kaitannya dengan Yesus, termasuk orang Kristen nya
sendiri! Tetapi kok aneh bin lucu, begitu kita mau merayakan tahun baru
Imlek ato tahun kelahirannya Kong Hu Chu ini menjadi satu polemik ato
permasalahan berat??

Setelah kita lahir baru menjadi orang Kristen, apakah identitas saya sebagai
orang Tionghua kudu turut dihapus, dilupakan bahkan dikubur?

Apakah sebagai wong Kristen kita harus melupakan budaya maupun leluhur kita?
Apakah sesudah menjadi orang Kristen saya harus menjadi wong Londo yang
berbudaya kebaratan ato menjadi wong Yahudi untuk mengikuti budaya dan
tradisi mereka, sehingga semua yang berbau budaya Tionghua seperti Imlek
harus di delete dan tidak boleh dirayakan lagi, seb ab sudah di fatwa haram,
sehingga
boro2 merayakan Imlek, makan Bacang dan ronde azah udah di fatwa haram.

Aneh bin nyata banyak orang Kristen Tionghua yang menilai hari Raya Imlek
itu haram, tetapi kebalikannya kenapa mereka mo turut merayakan
"Valentine-day", "Thanksgiving Day" bahkan "Halloween".

Mereka merasa untuk menjadi seorang Kristen yang baik diwajibkan untuk
melupakan budaya leluhurnya yang sudah ribuan tahun turun temurun usianya,
tetapi tanpa ada rasa canggung sedikitpun juga; mereka turut merayakan
budayanya wong Bule.
Malu atuh euuuu..uy !

Hitler telah berusaha untuk menghancurkan budaya dan etnis Yahudi dengan
membantai lebih dari enam juta orang Yahudi. Apakah mungkin ada baiknya bagi
para Kristen Bodor ini, perkataan Haleluyah dirubah saja menjadi jadi Heil
Hitler ? Dan daripada pergi berziarah ke Yerusalem sebaiknya pergi ke
Auschwitz sono?

Oleh sebab itulah, apabila Anda tidak merasa malu untuk mengaku sebagai
keturunan Tionghua, maka saya mohon oret-oretan mang Ucup ini turut di sebar
luaskanlah.

Oret-oretan ini ditulis setelah menegak habis satu botol arak merek:
Confucius Family Spirit, yuuu.uk kita bersulang untuk budaya maupun leluhur
kita, gleee...ek, glek, glek, heiiii.iyah lekernya aroma arak ini !

Wang U Chup - By Race I am Chinese and By Grace I am Christian
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.net


--
Always Smile and Have a Nice Days,
Isak Rabin


*._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._*
Owner dan Moderator mengucapkan

Selamat Hari Raya Imlek bagi yang merayakannya

Wishing you a Happy and Properous New Year
*._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._*

BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar


Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED]
Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/binusnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke