^_^ sebenarnya terakhir itu saya bertanya tentang info wisata kuliner jika ada 
yang tau
  tapi baiklah jika ada penjabaran panjang lebar spt dibwh ini tentang makanan 
^_^
   
  manusia memang terdiri dari jasmani dan rohani.
  makanan rohani mempengaruhi kondisi rohani.
  makanan jasmani mempengaruhi kondisi jasmani.
  makan ular tidak berarti behaviour nya jd spt ular.
  mungkin ada yg sudah tau, bahwa di dlm ular itu ada khasiat pengobatan, juga 
di darahnya. bisa menyembuhkan luka. makanya ada minyak ular yang baik lekas 
diberi utk korban luka bakar.
  makan kelelawar tidak bearti behaviournya jd spt kelelawar.
  sdh jd info umum, bahwa kelelawar dpt menyembuhkan penyakit asma.
   
  namun setiap orang tentunya mempunyai pendapat sendiri mengenai 2jenis 
makanan tadi. saya pribadi percaya, apa yang mungkin menajiskan manusia itu 
bukanlah apa yang masuk (yg dimakan) tetapi apa yang keluar (perilaku).
  karena yang keluar itu adalah berasal dari hati.
   
  seorang tetangga lama pernah mengeluhkan tetangga sebelah rumahnya persis 
yang kurang tenggang rasa. mnrtnya tetangganya itu suka bertengkar, bangun 
rumah sedemikian rupa sehingga kalau hujan airnya jatuh ke atap rumahnya. juga 
berjualan kebutuhan sehari-hari dengan harga tinggi, dan memarahi tetangga lain 
yg berjualan dgn harga std, krn katanya mematikan bisnisnya.
  pdhl ibu yg disebelin itu adalah seorang hajah yang rajin pengajian, 
ibadahnya sejauh yg terlihat sangatlah bagus, namun ya itu tadi, menjadi 
keluhan bagi banyak orang dilingkungan setempat.
   
  hidup sehat dgn caranya masing2 adalah bagus.
  but in the end, only kindness matter. ^_^
   
   
   
   
  \R
  Lin.
   
   
  

verri DJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Untuk rekan yang bertanya perihal makanan : (August, LinSan, NISC, 
Lia)

Jeruk Makan Jeruk

Ada seorang kawan bertanya betulkah makan makanan berjiwa maka akan 
mempengaruhi jiwa manusia yang memakannya? Contohnya, yang makan daging 
harimau akan berjiwa harimau, yang makan ular akan berjiwa ular?

Pertanyaan diatas kalau meminjam istilah salah satu iklan di televisi, 
ibarat seperti siapa yang makan jeruk maka menjadi jeruk atau “jeruk makan 
jeruk”.

Dalam era informatika seperti sekarang, ada satu formula yang dijadikan 
sebagai acuan untuk manajemen bisnis. Dengan input yang baik maka akan 
menghasilkan output yang baik pula. Sampah yang masuk maka akan 
menghasilkan sampah yang keluar (garbage in = garbage out [GIGO], atau ada 
juga peribahasa latin “mensana in corpore sana” yang artinya dalam tubuh 
yang sehat terhadap jiwa yang sehat pula.

Sesuatu yang berhubungan dengan makanan biasanya diatur oleh menu gizi. 
Kata gizi berasal dari bahasa arab “ghidzdzi” dan sekarang telah 
diadaptasi menjadi bahasa Indonesia. Gizi artinya sesuatu yang berhubungan 
dengan makanan. Dalam pengertian kesehatan , gizi adalah zat makanan atau 
minuman yang diperlukan untuk pertumbuhan.

Tuhan menciptakan tubuh yang memerlukan makanan. Tuhan juga menciptakan 
syahwat (rasa ingin) untuk menyantap makanan. Selain itu Tuhan juga 
menciptakan organ-organ yang dapat mengolah makanan di dalam tubuh, 
mengatur fungsi makanan untuk anggota tubuh, serta mengganti sel-sel tubuh 
yang rusak, seperti seorang pekerja yang ditugasi memperbaiki apa yang 
rusak dan menambal apa yang bocor. Tuhan menciptakan itu agar tubuh manusia 
terhidar dari sakit dan kehancuran.

Kesehatan badan terjamin apa bila asupannya juga baik, artinya formula GIGO 
juga berlaku disini, sehingga diperlukan aturan dalam makanan dan minuman.

Makanan yang mengandung hidrat arang misalnya beras, gandum dan kurma, yang 
mengandung putih telur misalnya telur, susu, daging, ikan. Yang mengandung 
vitamin A seperti ikan, daging, susu, buah-buahan, sayur mayur, yang 
mengandung vitamin D misalnya sinar matahari dan beberpa makanan seperti 
minyak ikan dan yang mengandung vitamin K misalnya sayur-sayuran.

Sebelum membahas jawaban atas pertanyaan apakah makan-makanan mahluk yang 
berjiwa akan menjiwai mahluk yang memakannya? Sebaiknya terlebih dahulu 
kita bahas tentang jiwa maupun roh yang menemani raga manusia dan binatang, 
agar konsepsinya sama.

Persamaan manusia dengan binatang adalah selain memiliki tubuh juga 
memiliki jiwa dan roh. Hanya saja antara jiwa dan roh seringkali dirancukan 
menjadi satu kesatuan, sehingga pada umumnya orang melihat hanya dua bagian 
yang signifikan.

Agar mudah memahaminya, sebaiknya kita mendefinisikan dahulu beda antara 
jiwa dan roh. Biasanya kata roh dihubungkan dengan dzat ilahiah, yaitu 
sesuatu yang menyebabkan munculnya kehidupan pada benda yang tadinya benda 
mati sekaligus menularkan sifat-sifat ketuhanan kepadanya, contoh kata roh 
yang melekat atau menyifati malaikat seperti roh kudus. Roh juga bisa 
menggambarkan fungsi kehidupan.

Paling tidak ada tiga hal yang membedakan roh dan jiwa, yaitu karena 
substansinya, karena fungsinya dan karena sifatnya.

Jadi dengan roh itu manusia menjadi memiliki kehendak, dengan roh pula 
manusia menjadi bijaksana, berilmu pengetahuan, memiliki perasaan cinta dan 
kasih, berbagai sifat ketuhanan tentunya dalam skala manusia. Roh adalah 
dzat yang menjadi media penyampai Sifat-sifat ketuhanan di dalam kehidupan 
manusia.

Bagaimana dengan jiwa? Tuhan menciptakan badan manusia dari material tanah, 
kemudian meniupkan sebagian Roh-Nya kepada badan itu. Maka hiduplah ‘bahan 
organic’ terbuat dari tanah menjadi badan manusia, akibat bersatunya badan 
dan roh maka muncul jiwa sebagai interaksi antara roh dengan badan.

Jiwa adalah akibat. Bukan penyebab. Penyebab utama adalah masuknya roh ke 
dalam badan, kemudian muncullah jiwa sebagai interaksi antara roh dan badan.

Jiwa ini yang bergerak dan kualitasnya berubah terus diantara kutub cahaya 
– sang roh – kutub kegelapan – badan manusia yang menjadi tanah. Antara 
kutub malaikat dan kutub setan.

Didalam badan yang sudah ada ruhnya itu jiwa berkembang mencapai bentuk 
yang tertinggi. Ada dua kutub dalam diri kita yang saling tarik menarik, 
yaitu antara roh dan badan.

Roh mewakili sifat malaikat yang penuh dengan ketaatan, keikhlasan, akal 
sehat, kesucian, cinta kasih dan kesempurnaan. Sedangkan badan mewakili 
sifat duniawi, kehidupan materialistic, keserakahan, kemarahan dan tipu 
daya kehidupan lainnya.

Walaupun roh dan jiwa itu berbeda tetapi banyak kalangan berpendapat bahwa 
roh dan jiwa itu sama.

Untuk memudahkan pengertian contoh jiwa dan raga pada mahluk hidup adalah 
seperti pengendara dengan mobil. Pengendara adalah jiwa sementara raga 
adalah mobilnya. Sehingga bisa diibaratkan jiwa dan raga adalah bagai mobil 
dan pengendara yang melaju di jalan raya kehidupan. Mobil adalah benda mati 
pengendara adalah mahluk hidup yang punya kehendak. Contoh diatas 
kelihatan janggal karena mahluk hidup itu sendiri adalah satu kesatuan 
system, seperti sekeping mata uang memiliki dua sisi yaitu gabungan jiwa 
dan raga sehingga tidak bisa dipisah-pisahkan, pemisahan antara jiwa dan 
raga baru terjadi setelah kematian. Sang jiwa kembali ke hadirat Tuhan Yang 
Maha Esa dan raga atau badan kembali ke bumi untuk kembali di urai menjadi 
tanah. Demikian juga hewan yang dipotong dan dijadikan sebagai santapan 
manusia, setelah dimasak dan dimakan, dan diproses oleh tubuh manusia, dan 
sebagaian nutrisinya diserap tubuh dan yang ampasnya terbuang bersama 
kotoran dan pada akhirnya juga kembali ke tanah.

Seiring berjalannya waktu ilmu pengetahuan berkembang, pada abad 21 ini 
telah ditemukan bahwa di dalam tubuh kita ada unit terkecil. Unit terkecil 
itu disebut sel. Sel bisa berkembang biak, bertumbuh, regenerasi dan 
memenuhi kebutuhannya secara otomatis. Seluruh organ tubuh manusia 
terbangun dari sekumpulan sel. Ada sel darah, sel otot, sel tulang, sel 
otak, sel jantung, sel liver dan sebagainya.

Sel tersebut memiliki mekanisme perlindungan terhadap zat-zat yang 
berbahaya bagi kelangsungan hidup sel. Sel harus memproduksi protein untuk 
kelangsungan hidupnya. Cara produksi sel itu seperti pabrik kimia. 
Pertama-tama sel menerima bahan mentah dari darah. Bahan mentah itu berasal 
dari makanan yang sudah dicerna, diserap oleh darah kemudian diedarkan ke 
seluruh sel-sel tubuh. Selain sari-sari makanan, sel juga menerima pasokan 
bahan mantah berupa oksigen yang berasal dari pernafasan paru-paru. Sel 
membutuhkan pecahan-pecahan bahan mentah yang merupakan kombinasi air, 
gula, asam amino, oksigen, Na, Cl, K, Fe dan sebagainya tergantung dari 
jenis selnya. Setelah bahan dasar tersebut tersedia, maka diproduksi 
protein oleh sel dalam bentuk kombinasi atom-atom organic.

Protein adalah zat yang sangat dominan di dalam tubuh mahluk hidup, 
termasuk manusia. Seperlima tubuh manusia adalah protein dan bagian 
terbesar adalah air.

Di dalam inti sel ada perintah-perintah yang menyuruh untuk membentuk 
protein agar sesuai dengan kebutuhan selnya. Perintah itu berbentuk 
kode-kode protein, yang disebut Deoxyribo Nucleic Acid (DNA). Bahan DNA ini 
merupakan kode genetika didalam untai genetika. DNA merupakan perintah 
yang akan diterjemahkan oleh jenis protein lain yang disebut Ribonucleic 
Acid (RNA). Berdasarkan perintah itulah ‘mesin produksi’ sel membuat 
protein-protein tertentu.

Demikian rumit pemrosesannya, proses produksi ini berlangsung di dalam sel 
tersebut. Dan prosesnya di luar kesadaran mahluk hidup. Tentunya semuanya 
ini bisa berlangsung oleh karena kuasa oleh Dzat Yang Maha Cerdas, yang 
telah dengan sengaja menciptakan sekaligus mengendalikan mahluknya.

Lalu bagaimana dengan binatang, apakah dia juga seperti manusia memiliki 
ruh, jiwa dan raga?

Binatang diciptakan tidak sesempurna manusia. Binatang hanya memperoleh 
sebagian kecil dari sifat-sifatNya, umpamanya sifat hidup. Potensi binatang 
yang ditimbulkan berupa insting tidak sampai ke akal budi. Sifat-sifat 
Tuhan tidak mengimbas secara sempurna tidak seperti manusia, oleh karenanya 
tidak bisa disebut Roh-Nya. Demikian pula tumbuhan, potensi kehidupan 
rohnya hanya mengimbas sebagian kecil saja. Kesempurnaannya jauh dibawah 
binatang.

Roh bekerja dengan skala yang lebih luas dari jiwa. Wilayah cakupannya 
meluas sampai ke jaringan infrastruktur tubuh manusia, bahkan samapi ke 
unit tekecil yaitu sel. Sedangkan jiwa bekerja adalah ‘program 
aplikasi’,jika ruh tidak berfungsi, jiwa juga tidak berfungsi. Tapi 
sebaliknya, kalau jiwa tidak bekerja roh masih bisa bekerja.
Jiwa memiliki pengaruh atas badan, tapi tidak mempengaruhi terhadap roh. 
Roh adalah yang memiliki pengaruh paling besar, karena ia berpengaruh 
kepada kerja jiwa dan badan sekaligus. Jika roh tidak berfungsi, maka badan 
dan jiwa tidak berfungsi. Keduanya menjadi tidak hidup orang menyebutnya mati.

Pengaruh jiwa terhadap tubuh itu tidak mutlak sebagaimana roh. Ketika jiwa 
kuat, maka badan akan ikut kuat, sebaliknya jika jiwa kita lemah maka badan 
kita juga ikut lemah. Tetapi melemahnya badan itu tidak sampai nol, yaitu 
sebatas titik dasar yang menjadi wilayah kekuasaan roh.

Misalnya, jiwa orang yang melemah menyebabkan seseorang menjadi pingsan. 
Ketika pingsan itu pengaruh jiwa menjadi nol, tetapi badan tidak mati, 
karena masih ada fungsi roh yang bekerja pada badan.

Pusat pengendalian jiwa manusia berpusat pada otak, sehingga kalau sel 
otaknya mengalami kerusakan maka rusak pula jiwanya. Sebagaimana roh 
pengaruh jiwa juga menyebar keseluruh penjuru badan kita. Hanya saja lebih 
dominan di wilayah sadar, sementara kalau roh sampai ke wilayah bawah 
sadar. Ketika berada dalam kondisi sadar, jiwa berpengaruh terhadap 
aktifitas kita. Tetapi begitu kesadaran kita hilang, maka kendalinya 
bergeser ke peranan roh. Jiwa masih tetap ‘hidup’, badan juga ‘hidup’ 
tetapi keduanya tidak saling mempengaruhi satu sama lain.
-o0o-

Dari uraian tentang jiwa dan roh diatas, saya menyimpulkan bahwa akibat 
langsung dan pengaruh makanan terhadap sifat manusia tidak bersifat 
revolusioner, umpamanya makan daging harimau maka bertabiat seperti 
harimau. Artinya memahami menurunnya suatu sifat itu adalah bukan arti 
literal/eksoterik (letter-lijk) tertapi secara falsafi atau essoterik 
berupa kajian yang mendalam.

Menurunnya suatu genetika, dalam pelajaran biologi itu karena kromosom. Di 
dalam kromosom ada gen. Gen ini yang menurun dari orang tua ke anak karena 
kesamaan genetika. Jadi tidak bisa disamakan umpamanya makan harimau akan 
bertabiat seperti harimau. Hanya saja perilaku makan makanan yang 
menyimpang secara particular memungkinkan memiliki jiwa menyimpang juga, 
efek ini didapat dengan cara tidak langsung, dan bersifat psychologis.

Secara realitas makan daging memungkinkan tubuh mendapatkan kebutuhan akan 
nutrisi yang terkandung dalam daging itu untuk dijadikan pada protein atau 
energi. Protein didalam tubuh manusia ada seperlima dari berat tubuh. 
Separohnya terdapat di otot, seperlimanya terdapat pada tulang, 
sepersepuhnya pada kulit dan selebihnya disimpan pada jaringan lain. Semua 
enzim , berbagai hormon, pengangkut zat gizi dan darah adalah protein, dan 
semuanya itu diproduksi oleh sel-sel didalam tubuh kita.

Belajar dari makan makanan tubuh yang tersebut diatas, bisa ditarik hikmah 
sebagai berikut :

Kalau makanan badan adalah nasi, lauk dan sebagainya, maka makanan jiwa 
adalah makna-makna informasi. Ada makanan-makanan yang merugikan badan, 
adapula informasi-informasi yang merugikan jiwa. Ada makanan yang 
menyehatkan badan, ada juga informasi yang meningkatkan kualitas jiwa.

Makna-makna hikmah yang terkandung di dalam kitab suci adalah makanan jiwa 
yang paling bergizi. Semakin lama merenungi kandungannya semakin banyak 
yang terserap oleh jiwanya, maka makin bersih jiwa itu, dan semakin 
sempurna kualitasnya.

Makanan begitu banyak di muka bumi, pilihan begitu banyak maka yang baik 
adalah makan makanan sehat bergizi dan yang membawa berkah.

Semoga bisa membantu memahaminya.

Salam,
<http://ferrydjajaprana.multiply.com/>http://ferrydjajaprana.multiply.com

At 12:25 PM 8/4/06, you wrote:
>Maaf, Adik kecil... NISC,
>
>siapa ngomongin siapa dan siapa yang cecer siapa ?
>Email dengan subject ini aja baru keluar belum lama.
>Saya gak merasa ngomongin dan cecer orang lain lho.
>Malah memberi semangat ke penulis.
>
>Kesalahan dalam menulis hal-hal berat seperti filosofi
>yang dilakukan Bung Verri DJ (kalau itu yang dimaksud)
>itu khan wajar. Semakin hari akan semakin baik hasilnya.
>
>Coba deh baca yang teliti email-email sebelumnya.
>Jangan esmosi gitu dong.
>
>Udah deh damai aja, jangan marah lagi yah.
>Nih jempol saya udah dikedepanin.
>
>
>
>
>
> >From: "nisc" <[EMAIL PROTECTED]>
> >Reply-To: [email protected]
> >To: <[email protected]>
> >Subject: Re: [BinusNet] Efek Makanan
> >Date: Fri, 4 Aug 2006 09:38:18 +0700
> >
> >he august - eloh tuh culas banget, orang udah minta maaf ... eloh masih
> >ajah
> >di ngomong in , orang di cecer terus
> >
> >kenapa sih loh ha.... udah nyantai ajah man .... easy life ok
> >
> >
> >
> >
> >----- Original Message -----
> >From: "August August" <[EMAIL PROTECTED]>
> >To: <[email protected]>
> >Sent: Friday, August 04, 2006 9:04 AM
> >Subject: RE: [BinusNet] Efek Makanan
> >
> >
> > > He..he..he..
> > >
> > > Benar makanan berpengaruh pada kesehatan yang memakannya (internal).
> > > Tapi apakah berpengaruh terhadap kelakuan dan sikapnya (yang keluar)
> > > secara
> > > langsung ?
> > > Misal : Kalo makan babi bisa seperti babi sifatnya/kelakuan/sikapnya.
> > >
> > > Kalau misalnya ada orang yang makan daging secara mentah secara sengaja,
> > > kemudian
> > > orang tsb menjadi tambah 'ganas' itu persoalan lain.
> > > Pada saat makan pertama kali, sebenarnya sudah ada sesuatu yang belum
> > > keluar.
> > > Misal : orang gila, orang yang sudah punya dasar 'ganas'.
> > >
> > > Keterangan Bung Satria lebih cocok kalau diberikan dalam diskusi
> > > efek makanan bagi kesehatan, bukan filosofi tinggi seperti
> > > yang diberikan Bung Verri DJ.
> > >
> > > Gitu loh.
> > >
> > > Udah dulu yah, kayanya ada yang mulai marah-marah lagi neh.
> > >
> > >>From: "satria" <[EMAIL PROTECTED]>
> > >>Reply-To: [email protected]
> > >>To: <[email protected]>
> > >>Subject: RE: [BinusNet] CSFTS : Filsafat Babi VS Filsafat Ayam
> > >>Date: Thu, 3 Aug 2006 16:23:07 +0700
> > >>
> > >>Jelas bahwa apa yang kita makan mempunyai pengaruh terhadap tubuh kita.
> > >>
> > >>Apabila anda makan kambing maka badan akan terasa panas.
> > >>
> > >>Apabila anda makan/minum bervitamin badan anda akan menjadi sehat.
> > >>
> > >>Apabila anda makan racun maka anda akan mati.
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >> _____
> > >>
> > >>From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
> >Behalf
> > >>Of August August
> > >>Sent: Thursday, August 03, 2006 2:49 PM
> > >>To: [email protected]
> > >>Subject: Re: [BinusNet] CSFTS : Filsafat Babi VS Filsafat Ayam
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>Tulisan Bung Verri memang tidak berbau agama.
> > >>Masalahnya adalah apakah benar makanan yang dimakan berhubungan
> > >>dengan manusianya. Apakah sudah melalui test yang benar dan dapat
> > >>dipertanggungjawabkan.
> > >>
> > >>Kenapa gak disebutkan sebaliknya.
> > >>Misalnya : Orang-orang yang makan ayam akan mengalami ejakulasi dini,
> > >>khan ayam kalo ml cepet banget tuh.
> > >>
> > >> >From: mathic <mailinglist. <mailto:mailinglist.knight%40gmail.com>
> > >>[EMAIL PROTECTED]>
> > >> >Reply-To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:binusnet%40yahoogroups.com>
> >s.com
> > >> >To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:binusnet%40yahoogroups.com> s.com
> > >> >Subject: Re: [BinusNet] CSFTS : Filsafat Babi VS Filsafat Ayam
> > >> >Maaf jadi ikut campur masalah ini.
> > >> >Aku pernah baca cerita ini dan seratus persen tidak berbau agama.
> > >> >Kalau kita kirim cerita motivasi atau sejenisnya tolong jangan
> >ditambah
> > >> >comment pribadi.
> > >> >Tidak semua orang bisa mengerti cara pikir kita walaupun maksud kita
> > >>bener.
> > >> >OCE
> > >> >Keep on posting DJ
> > >> >
> > >> >
> > >> >
> > >> >On 8/3/06, verri DJ <[EMAIL PROTECTED]
> > >><mailto:verri_dj%40component.astra.co.id> astra.co.id> wrote:
> > >> > >
> > >> > > Rekan-rekan yang baik,
> > >> > >
> > >> > > Tulisan diatas adalah tulisan inspiratif filsafat, jelas bukan
> >agama.
> > >> > > Konklusi diambil oleh sipembaca sendiri.
> > >> > > ide cerita yang saya tulis tidak ada maksud membuat citra baik
> > >> > > terhadap binatang satu dibanding dengan binatang lainnya. Karena
> > >> > > masing-masing binatang memiliki karakteristik sendiri, tentu baik
> > >>versi
> > >> > > manusia belum tentu baik versi binatang, hanya saja subyektif kita
> > >> > > mengarakterkan binatang dengan versi manusia sesuai dengan apa yang
> > >> > > diinginkannya padahal esensi tetap sama, dan dibalik semua sifat
> > >> >binatang
> > >> > > disitu ada tanda-tanda penciptaanNya, malah bagi yang memahami
> > >>kesatuan
> > >> > > alam dibalik semua ciptaannya ada sang pencipta di sana.
> > >> > >
> > >> > > Intinya cerita yang saya buat memang hanya cerita saja seperti
> >cerita
> > >> > > kartun/fabel kan masing-masing binatang memiliki karakternya dan
> >kita
> > >> > > hanya
> > >> > > bisa ambil intisari darinya.
> > >> > >
> > >> > > Cerita tentang babi ini bisa saja dirubah menjadi sapi, maksudnya
> > >> > > sama
> > >> > > saja
> > >> > > dengan sapi yang diharamkan oleh umat hindu.
> > >> > >
> > >> > > Jadi memaknai suatu cerita harus berfikir jernih, jangan
> > >> > > mengedepankan
> > >> > > emosi. Kebenaran agama adalah kebenaran normatif apapun agamanya,
> > >> > > sementara
> > >> > > kebenaran yang kita anut kebanyakan berharaf kebenaran logis - yang
> > >> >masuk
> > >> > > akal. Bisakah kita melepas dari dogma itu? Semoga saja bisa...
> > >> > >
> > >> > > Apabila ada kata yang salah dalam tulisan saya mohon dimaafkan.
> > >> > > Karena
> > >> > > tidak dimaksud untuk membuat keruh suasana.
> > >> > >
> > >> > > Salam,
> > >> > > Dj
> > >> > >
> > >> > > At 09:07 AM 8/3/06, you wrote:
> > >> > > >Hi Bung Verri,
> > >> > > >
> > >> > > >Tulisan yg menarik, tetapi sepertinya ditulis oleh orang yang
> >TIDAK
> > >> > > >BERPENDIDIKAN.
> > >> > > >Saling menghargai dan menghormati adalah kunci hidup damai
> >bung!!!!
> > >> > > >
> > >> > > >verri DJ wrote:
> > >> > > > >
> > >> > > > > CSFTS : Filsafat Babi VS Filsafat Ayam
> > >> > > > >
> > >> > > > > Pernah ada seorang sufi bertandang ke negara Paman Sam. Disana
> > >> > > > > dia
> > >> > > > > ditanya
> > >> > > > > perihal kenapa babi diharamkan oleh Tuhannya umat Islam padahal
> > >> >daging
> > >> > > > > babi
> > >> > > > > itu enak sekali rasanya. Kenapa yang enak-enak itu yang
> >dilarang?
> > >> > > > >
> > >> > > > > Menjawab pertanyaan pelik itu sang sufi sulit sekali untuk
> > >> >menjawabnya
> > >> > > > > karena yang bertanya adalah seorang akademisi yang maunya
> >dijawab
> > >> > > secara
> > >> > > > > ilmiah dan logis.
> > >> > > > >
> > >> > > > > Sesuatu yang dilarang oleh agama tentu kewajiban bagi
> >penganutnya
> > >> > > untuk
> > >> > > > > mematuhinya, karena itu adalah kebenaran normatif, yang mau
> > >>ataupun
> > >> > > tidak
> > >> > > > > mau penganutnya harus tunduk dan patuh.
> > >> > > > >
> > >> > > > > Karena mendapat desakan pertanyaan tersebut secara terus
> >menerus
> > >> > > akhirnya
> > >> > > > > sang sufi menjawab "Bila anda memang memerlukan jawabannya,
> >kalau
> > >> > > tidak
> > >> > > > > berkeberatan tolong siapkan babi jantan dan betina beberapa
> > >> > > > > pasang
> > >> >dan
> > >> > > > > ayam
> > >> > > > > beberapa pasang.... dan bawa binatang-binatang tersebut
> > >> > > > > kemari..."
> > >> > > ujar
> > >> > > > > sang sufi.
> > >> > > > >
> > >> > > > > Akhirnya dibawakanlah apa yang diinginkan sang sufi. Satu
> >persatu
> > >> >babi
> > >> > > > > dan
> > >> > > > > ayam itu dilepaskan, ada babi betina yang dikerubuti babi
> >jantan
> > >> >untuk
> > >> > > > > dikawin bergiliran, sementara itu ayam berbeda dengan babi
> > >> > > > > setelah
> > >> > > salah
> > >> > > > > seekor ayam jantan (jago) mengawini, datang jago yang lain,
> > >> >sayangnya
> > >> > > > > jago
> > >> > > > > pertama tidak mau menerimanya akhirnya keduanya bertarung
> >sampai
> > >> >salah
> > >> > > > > satu diantaranya jatuh tersungkur dan berteriak 'keooook.."
> >yang
> > >> > > artinya
> > >> > > > > ampun atau ayang yang kalah menerima kekalahannya. Yang kalah
> > >> >langsung
> > >> > > > > ngibrit melarikan diri.
> > >> > > > >
> > >> > > > > Demikianlah dalam dunia flora fauna, ayampun memiliki
> >kehormatan
> > >> >versi
> > >> > > > > ayam
> > >> > > > > sehingga berani mempertaruhkan nyawa demi kekasih yang
> >dicintanya
> > >> > > (ayam
> > >> > > > > betina) pasangannya, sementara babi tanpa ada belas kasihan
> >sang
> > >> > > jantan
> > >> > > > > pertama membantu pejantan kedua untuk bersama-sama melampiaskan
> > >> >nafsu
> > >> > > > > kebinatangannya terhadap babi betina. Budaya babi tak memiliki
> > >> > > kehormatan
> > >> > > > > versi babi.
> > >> > > > >
> > >> > > > > Semestinya kita belajar pada filsafat ayam untuk mempertahankan
> > >> >cinta
> > >> > > > > kasih
> > >> > > > > kita kepada istri atau pasangan tercinta, bukan berguru pada
> > >> > > > > babi.
> > >> > > > >
> > >> > > > > -o0o-
> > >> > > > >
> > >> > > > > Makanan biasanya menyifati siapa saja yang memakannya. Orang
> >yang
> > >> > > > > vegetarian tentu berbeda tabiatnya dengan orang pemakan
> > >> > > > > segalanya.
> > >> > > > > Demikian
> > >> > > > > juga tentu ada pengaruhnya bagi yang memakan daging babi
> >terhadap
> > >> > > > > perkembangan jiwanya.
> > >> > > > >
> > >> > > > > Di dalam agama Islam babi dilarang untuk dimakan, tidak ada
> > >> > > > > alasan
> > >> > > untuk
> > >> > > > > diperdebatkan karena itu adalah perintah Tuhan. Kalaupun
> >sebagian
> > >> >ahli
> > >> > > > > gizi
> > >> > > > > menemukan cacing pita yang terkandung didalamnya ini adalah
> >suatu
> > >> > > > > kebetulan. Kesenangan manusia beragam, tentu tak elok
> >memaksakan
> > >> > > kehendak
> > >> > > > > terhadap yang bukan penganut agama Islam untuk melarangnya
> > >> > > > > memakan
> > >> > > babi
> > >> > > > > karena ini menyangkut masalah selera, dan selera itu tidak bisa
> > >> > > > > diperdebatkan, daging babi adalah nikmat bagi yang menyukainya,
> > >> >hanya
> > >> > > > > saja
> > >> > > > > bagi penganut yang mempercayai bahwa babi itu haram atau
> >dilarang
> > >> > > untuk
> > >> > > > > dimakan tetapi mencobanya, maka yang dirasakan bukannya nikmat
> > >> >tetapi
> > >> > > > > justru sebaliknya merasa berdosa dan membuat jiwanya sengsara
> > >>serta
> > >> > > > > merana.
> > >> > > > >
> > >> > > > > Salam,
> > >> > > > > <http://ferrydjajapr <http://ferrydjajaprana.multiply.com/>
> > >>ana.multiply.com/ >
> > >> > > >
> > >> ><http://ferrydjajapr <http://ferrydjajaprana.multiply.com/>
> > >>ana.multiply.com/>>http://ferrydjajapr
> > >><http://ferrydjajaprana.multiply.com>
> > >>ana.multiply.com
> > >> > > > > <http://ferrydjajapr <http://ferrydjajaprana.multiply.com>
> > >>ana.multiply.com>
> > >> > > > >
> > >> > > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >> > > > >
> > >> > > > >
> > >> > > >
> > >> > > >
> > >> > > >
> > >> > > >BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
> > >> > > >Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar
> > >> > > >
> > >> > > >Stop or Unsubscribe: send blank email to
> > >> > >
> > >> >binusnet-unsubscrib <mailto:binusnet-unsubscribe%40yahoogroups.com>
> > >>[EMAIL PROTECTED]<binusnet-unsubscribe%40yahoogroups.com>
> > >> > > >Questions or Suggestions, send e-mail to
> > >> >binusnet-owner@ <mailto:binusnet-owner%40yahoogroups.com>
> > >>yahoogroups.com<binusnet-owner%40yahoogroups.com>
> > >> > > >
> > >> > > >
> > >> > > >Yahoo! Groups Links
> > >> > > >
> > >> > > >
> > >> > > >
> > >> > > >
> > >> > >
> > >> > >
> > >> > >
> > >> >
> > >> >
> > >> >[Non-text portions of this message have been removed]
> > >> >
> > >> >
> > >> >
> > >> >
> > >> >BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
> > >> >Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar
> > >> >
> > >> >Stop or Unsubscribe: send blank email to
> > >> >binusnet-unsubscrib <mailto:binusnet-unsubscribe%40yahoogroups.com>
> > >>[EMAIL PROTECTED]
> > >> >Questions or Suggestions, send e-mail to binusnet-owner@
> > >><mailto:binusnet-owner%40yahoogroups.com> yahoogroups.com
> > >> >
> > >> >
> > >> >Yahoo! Groups Links
> > >> >
> > >> >
> > >> >
> > >> >
> > >> >
> > >> >
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>[Non-text portions of this message have been removed]
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
> > >>Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar
> > >>
> > >>Stop or Unsubscribe: send blank email to
> > >>[EMAIL PROTECTED]
> > >>Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED]
> > >>
> > >>
> > >>Yahoo! Groups Links
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
> > > Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar
> > >
> > > Stop or Unsubscribe: send blank email to
> > > [EMAIL PROTECTED]
> > > Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > >
> > > Yahoo! Groups Links
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
> >
> >
> >
> >
> >BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
> >Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar
> >
> >Stop or Unsubscribe: send blank email to
> >[EMAIL PROTECTED]
> >Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED]
> >
> >
> >Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
>
>
>
>BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
>Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar
>
>Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED]
>Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED]
>
>
>Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



         

                
---------------------------------
Blab-away for as little as 1¢/min. Make  PC-to-Phone Calls using Yahoo! 
Messenger with Voice.

[Non-text portions of this message have been removed]




BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar

Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED]
Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED]

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/binusnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke