Yup saya setuju dengan Saudara/i Lins San.

Terima kasih bung Veri DJ atas tanggapannya,
walaupun kalau diteliti tidak sejalan dengan
kalimat-kalimat yang ada di tulisan pertama.
Tapi gak apa-apa, anggap saja koreksi dari Bung Veri.

Thanks








>From: Lins San <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [email protected]
>To: [email protected]
>Subject: Re: [BinusNet] Efek Makanan
>Date: Sun, 6 Aug 2006 20:19:12 -0700 (PDT)
>
>^_^ sebenarnya terakhir itu saya bertanya tentang info wisata kuliner jika 
>ada yang tau
>   tapi baiklah jika ada penjabaran panjang lebar spt dibwh ini tentang 
>makanan ^_^
>
>   manusia memang terdiri dari jasmani dan rohani.
>   makanan rohani mempengaruhi kondisi rohani.
>   makanan jasmani mempengaruhi kondisi jasmani.
>   makan ular tidak berarti behaviour nya jd spt ular.
>   mungkin ada yg sudah tau, bahwa di dlm ular itu ada khasiat pengobatan, 
>juga di darahnya. bisa menyembuhkan luka. makanya ada minyak ular yang baik 
>lekas diberi utk korban luka bakar.
>   makan kelelawar tidak bearti behaviournya jd spt kelelawar.
>   sdh jd info umum, bahwa kelelawar dpt menyembuhkan penyakit asma.
>
>   namun setiap orang tentunya mempunyai pendapat sendiri mengenai 2jenis 
>makanan tadi. saya pribadi percaya, apa yang mungkin menajiskan manusia itu 
>bukanlah apa yang masuk (yg dimakan) tetapi apa yang keluar (perilaku).
>   karena yang keluar itu adalah berasal dari hati.
>
>   seorang tetangga lama pernah mengeluhkan tetangga sebelah rumahnya 
>persis yang kurang tenggang rasa. mnrtnya tetangganya itu suka bertengkar, 
>bangun rumah sedemikian rupa sehingga kalau hujan airnya jatuh ke atap 
>rumahnya. juga berjualan kebutuhan sehari-hari dengan harga tinggi, dan 
>memarahi tetangga lain yg berjualan dgn harga std, krn katanya mematikan 
>bisnisnya.
>   pdhl ibu yg disebelin itu adalah seorang hajah yang rajin pengajian, 
>ibadahnya sejauh yg terlihat sangatlah bagus, namun ya itu tadi, menjadi 
>keluhan bagi banyak orang dilingkungan setempat.
>
>   hidup sehat dgn caranya masing2 adalah bagus.
>   but in the end, only kindness matter. ^_^
>
>
>
>
>   \R
>   Lin.
>
>
>
>
>verri DJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Untuk rekan yang bertanya perihal makanan : (August, LinSan, 
>NISC, Lia)
>
>Jeruk Makan Jeruk
>
>Ada seorang kawan bertanya betulkah makan makanan berjiwa maka akan
>mempengaruhi jiwa manusia yang memakannya? Contohnya, yang makan daging
>harimau akan berjiwa harimau, yang makan ular akan berjiwa ular?
>
>Pertanyaan diatas kalau meminjam istilah salah satu iklan di televisi,
>ibarat seperti siapa yang makan jeruk maka menjadi jeruk atau “jeruk makan
>jeruk”.
>
>Dalam era informatika seperti sekarang, ada satu formula yang dijadikan
>sebagai acuan untuk manajemen bisnis. Dengan input yang baik maka akan
>menghasilkan output yang baik pula. Sampah yang masuk maka akan
>menghasilkan sampah yang keluar (garbage in = garbage out [GIGO], atau ada
>juga peribahasa latin “mensana in corpore sana” yang artinya dalam tubuh
>yang sehat terhadap jiwa yang sehat pula.
>
>Sesuatu yang berhubungan dengan makanan biasanya diatur oleh menu gizi.
>Kata gizi berasal dari bahasa arab “ghidzdzi” dan sekarang telah
>diadaptasi menjadi bahasa Indonesia. Gizi artinya sesuatu yang berhubungan
>dengan makanan. Dalam pengertian kesehatan , gizi adalah zat makanan atau
>minuman yang diperlukan untuk pertumbuhan.
>
>Tuhan menciptakan tubuh yang memerlukan makanan. Tuhan juga menciptakan
>syahwat (rasa ingin) untuk menyantap makanan. Selain itu Tuhan juga
>menciptakan organ-organ yang dapat mengolah makanan di dalam tubuh,
>mengatur fungsi makanan untuk anggota tubuh, serta mengganti sel-sel tubuh
>yang rusak, seperti seorang pekerja yang ditugasi memperbaiki apa yang
>rusak dan menambal apa yang bocor. Tuhan menciptakan itu agar tubuh manusia
>terhidar dari sakit dan kehancuran.
>
>Kesehatan badan terjamin apa bila asupannya juga baik, artinya formula GIGO
>juga berlaku disini, sehingga diperlukan aturan dalam makanan dan minuman.
>
>Makanan yang mengandung hidrat arang misalnya beras, gandum dan kurma, yang
>mengandung putih telur misalnya telur, susu, daging, ikan. Yang mengandung
>vitamin A seperti ikan, daging, susu, buah-buahan, sayur mayur, yang
>mengandung vitamin D misalnya sinar matahari dan beberpa makanan seperti
>minyak ikan dan yang mengandung vitamin K misalnya sayur-sayuran.
>
>Sebelum membahas jawaban atas pertanyaan apakah makan-makanan mahluk yang
>berjiwa akan menjiwai mahluk yang memakannya? Sebaiknya terlebih dahulu
>kita bahas tentang jiwa maupun roh yang menemani raga manusia dan binatang,
>agar konsepsinya sama.
>
>Persamaan manusia dengan binatang adalah selain memiliki tubuh juga
>memiliki jiwa dan roh. Hanya saja antara jiwa dan roh seringkali dirancukan
>menjadi satu kesatuan, sehingga pada umumnya orang melihat hanya dua bagian
>yang signifikan.
>
>Agar mudah memahaminya, sebaiknya kita mendefinisikan dahulu beda antara
>jiwa dan roh. Biasanya kata roh dihubungkan dengan dzat ilahiah, yaitu
>sesuatu yang menyebabkan munculnya kehidupan pada benda yang tadinya benda
>mati sekaligus menularkan sifat-sifat ketuhanan kepadanya, contoh kata roh
>yang melekat atau menyifati malaikat seperti roh kudus. Roh juga bisa
>menggambarkan fungsi kehidupan.
>
>Paling tidak ada tiga hal yang membedakan roh dan jiwa, yaitu karena
>substansinya, karena fungsinya dan karena sifatnya.
>
>Jadi dengan roh itu manusia menjadi memiliki kehendak, dengan roh pula
>manusia menjadi bijaksana, berilmu pengetahuan, memiliki perasaan cinta dan
>kasih, berbagai sifat ketuhanan tentunya dalam skala manusia. Roh adalah
>dzat yang menjadi media penyampai Sifat-sifat ketuhanan di dalam kehidupan
>manusia.
>
>Bagaimana dengan jiwa? Tuhan menciptakan badan manusia dari material tanah,
>kemudian meniupkan sebagian Roh-Nya kepada badan itu. Maka hiduplah ‘bahan
>organic’ terbuat dari tanah menjadi badan manusia, akibat bersatunya badan
>dan roh maka muncul jiwa sebagai interaksi antara roh dengan badan.
>
>Jiwa adalah akibat. Bukan penyebab. Penyebab utama adalah masuknya roh ke
>dalam badan, kemudian muncullah jiwa sebagai interaksi antara roh dan 
>badan.
>
>Jiwa ini yang bergerak dan kualitasnya berubah terus diantara kutub cahaya
>– sang roh – kutub kegelapan – badan manusia yang menjadi tanah. Antara
>kutub malaikat dan kutub setan.
>
>Didalam badan yang sudah ada ruhnya itu jiwa berkembang mencapai bentuk
>yang tertinggi. Ada dua kutub dalam diri kita yang saling tarik menarik,
>yaitu antara roh dan badan.
>
>Roh mewakili sifat malaikat yang penuh dengan ketaatan, keikhlasan, akal
>sehat, kesucian, cinta kasih dan kesempurnaan. Sedangkan badan mewakili
>sifat duniawi, kehidupan materialistic, keserakahan, kemarahan dan tipu
>daya kehidupan lainnya.
>
>Walaupun roh dan jiwa itu berbeda tetapi banyak kalangan berpendapat bahwa
>roh dan jiwa itu sama.
>
>Untuk memudahkan pengertian contoh jiwa dan raga pada mahluk hidup adalah
>seperti pengendara dengan mobil. Pengendara adalah jiwa sementara raga
>adalah mobilnya. Sehingga bisa diibaratkan jiwa dan raga adalah bagai mobil
>dan pengendara yang melaju di jalan raya kehidupan. Mobil adalah benda mati
>pengendara adalah mahluk hidup yang punya kehendak. Contoh diatas
>kelihatan janggal karena mahluk hidup itu sendiri adalah satu kesatuan
>system, seperti sekeping mata uang memiliki dua sisi yaitu gabungan jiwa
>dan raga sehingga tidak bisa dipisah-pisahkan, pemisahan antara jiwa dan
>raga baru terjadi setelah kematian. Sang jiwa kembali ke hadirat Tuhan Yang
>Maha Esa dan raga atau badan kembali ke bumi untuk kembali di urai menjadi
>tanah. Demikian juga hewan yang dipotong dan dijadikan sebagai santapan
>manusia, setelah dimasak dan dimakan, dan diproses oleh tubuh manusia, dan
>sebagaian nutrisinya diserap tubuh dan yang ampasnya terbuang bersama
>kotoran dan pada akhirnya juga kembali ke tanah.
>
>Seiring berjalannya waktu ilmu pengetahuan berkembang, pada abad 21 ini
>telah ditemukan bahwa di dalam tubuh kita ada unit terkecil. Unit terkecil
>itu disebut sel. Sel bisa berkembang biak, bertumbuh, regenerasi dan
>memenuhi kebutuhannya secara otomatis. Seluruh organ tubuh manusia
>terbangun dari sekumpulan sel. Ada sel darah, sel otot, sel tulang, sel
>otak, sel jantung, sel liver dan sebagainya.
>
>Sel tersebut memiliki mekanisme perlindungan terhadap zat-zat yang
>berbahaya bagi kelangsungan hidup sel. Sel harus memproduksi protein untuk
>kelangsungan hidupnya. Cara produksi sel itu seperti pabrik kimia.
>Pertama-tama sel menerima bahan mentah dari darah. Bahan mentah itu berasal
>dari makanan yang sudah dicerna, diserap oleh darah kemudian diedarkan ke
>seluruh sel-sel tubuh. Selain sari-sari makanan, sel juga menerima pasokan
>bahan mantah berupa oksigen yang berasal dari pernafasan paru-paru. Sel
>membutuhkan pecahan-pecahan bahan mentah yang merupakan kombinasi air,
>gula, asam amino, oksigen, Na, Cl, K, Fe dan sebagainya tergantung dari
>jenis selnya. Setelah bahan dasar tersebut tersedia, maka diproduksi
>protein oleh sel dalam bentuk kombinasi atom-atom organic.
>
>Protein adalah zat yang sangat dominan di dalam tubuh mahluk hidup,
>termasuk manusia. Seperlima tubuh manusia adalah protein dan bagian
>terbesar adalah air.
>
>Di dalam inti sel ada perintah-perintah yang menyuruh untuk membentuk
>protein agar sesuai dengan kebutuhan selnya. Perintah itu berbentuk
>kode-kode protein, yang disebut Deoxyribo Nucleic Acid (DNA). Bahan DNA ini
>merupakan kode genetika didalam untai genetika. DNA merupakan perintah
>yang akan diterjemahkan oleh jenis protein lain yang disebut Ribonucleic
>Acid (RNA). Berdasarkan perintah itulah ‘mesin produksi’ sel membuat
>protein-protein tertentu.
>
>Demikian rumit pemrosesannya, proses produksi ini berlangsung di dalam sel
>tersebut. Dan prosesnya di luar kesadaran mahluk hidup. Tentunya semuanya
>ini bisa berlangsung oleh karena kuasa oleh Dzat Yang Maha Cerdas, yang
>telah dengan sengaja menciptakan sekaligus mengendalikan mahluknya.
>
>Lalu bagaimana dengan binatang, apakah dia juga seperti manusia memiliki
>ruh, jiwa dan raga?
>
>Binatang diciptakan tidak sesempurna manusia. Binatang hanya memperoleh
>sebagian kecil dari sifat-sifatNya, umpamanya sifat hidup. Potensi binatang
>yang ditimbulkan berupa insting tidak sampai ke akal budi. Sifat-sifat
>Tuhan tidak mengimbas secara sempurna tidak seperti manusia, oleh karenanya
>tidak bisa disebut Roh-Nya. Demikian pula tumbuhan, potensi kehidupan
>rohnya hanya mengimbas sebagian kecil saja. Kesempurnaannya jauh dibawah
>binatang.
>
>Roh bekerja dengan skala yang lebih luas dari jiwa. Wilayah cakupannya
>meluas sampai ke jaringan infrastruktur tubuh manusia, bahkan samapi ke
>unit tekecil yaitu sel. Sedangkan jiwa bekerja adalah ‘program
>aplikasi’,jika ruh tidak berfungsi, jiwa juga tidak berfungsi. Tapi
>sebaliknya, kalau jiwa tidak bekerja roh masih bisa bekerja.
>Jiwa memiliki pengaruh atas badan, tapi tidak mempengaruhi terhadap roh.
>Roh adalah yang memiliki pengaruh paling besar, karena ia berpengaruh
>kepada kerja jiwa dan badan sekaligus. Jika roh tidak berfungsi, maka badan
>dan jiwa tidak berfungsi. Keduanya menjadi tidak hidup orang menyebutnya 
>mati.
>
>Pengaruh jiwa terhadap tubuh itu tidak mutlak sebagaimana roh. Ketika jiwa
>kuat, maka badan akan ikut kuat, sebaliknya jika jiwa kita lemah maka badan
>kita juga ikut lemah. Tetapi melemahnya badan itu tidak sampai nol, yaitu
>sebatas titik dasar yang menjadi wilayah kekuasaan roh.
>
>Misalnya, jiwa orang yang melemah menyebabkan seseorang menjadi pingsan.
>Ketika pingsan itu pengaruh jiwa menjadi nol, tetapi badan tidak mati,
>karena masih ada fungsi roh yang bekerja pada badan.
>
>Pusat pengendalian jiwa manusia berpusat pada otak, sehingga kalau sel
>otaknya mengalami kerusakan maka rusak pula jiwanya. Sebagaimana roh
>pengaruh jiwa juga menyebar keseluruh penjuru badan kita. Hanya saja lebih
>dominan di wilayah sadar, sementara kalau roh sampai ke wilayah bawah
>sadar. Ketika berada dalam kondisi sadar, jiwa berpengaruh terhadap
>aktifitas kita. Tetapi begitu kesadaran kita hilang, maka kendalinya
>bergeser ke peranan roh. Jiwa masih tetap ‘hidup’, badan juga ‘hidup’
>tetapi keduanya tidak saling mempengaruhi satu sama lain.
>-o0o-
>
>Dari uraian tentang jiwa dan roh diatas, saya menyimpulkan bahwa akibat
>langsung dan pengaruh makanan terhadap sifat manusia tidak bersifat
>revolusioner, umpamanya makan daging harimau maka bertabiat seperti
>harimau. Artinya memahami menurunnya suatu sifat itu adalah bukan arti
>literal/eksoterik (letter-lijk) tertapi secara falsafi atau essoterik
>berupa kajian yang mendalam.
>
>Menurunnya suatu genetika, dalam pelajaran biologi itu karena kromosom. Di
>dalam kromosom ada gen. Gen ini yang menurun dari orang tua ke anak karena
>kesamaan genetika. Jadi tidak bisa disamakan umpamanya makan harimau akan
>bertabiat seperti harimau. Hanya saja perilaku makan makanan yang
>menyimpang secara particular memungkinkan memiliki jiwa menyimpang juga,
>efek ini didapat dengan cara tidak langsung, dan bersifat psychologis.
>
>Secara realitas makan daging memungkinkan tubuh mendapatkan kebutuhan akan
>nutrisi yang terkandung dalam daging itu untuk dijadikan pada protein atau
>energi. Protein didalam tubuh manusia ada seperlima dari berat tubuh.
>Separohnya terdapat di otot, seperlimanya terdapat pada tulang,
>sepersepuhnya pada kulit dan selebihnya disimpan pada jaringan lain. Semua
>enzim , berbagai hormon, pengangkut zat gizi dan darah adalah protein, dan
>semuanya itu diproduksi oleh sel-sel didalam tubuh kita.
>
>Belajar dari makan makanan tubuh yang tersebut diatas, bisa ditarik hikmah
>sebagai berikut :
>
>Kalau makanan badan adalah nasi, lauk dan sebagainya, maka makanan jiwa
>adalah makna-makna informasi. Ada makanan-makanan yang merugikan badan,
>adapula informasi-informasi yang merugikan jiwa. Ada makanan yang
>menyehatkan badan, ada juga informasi yang meningkatkan kualitas jiwa.
>
>Makna-makna hikmah yang terkandung di dalam kitab suci adalah makanan jiwa
>yang paling bergizi. Semakin lama merenungi kandungannya semakin banyak
>yang terserap oleh jiwanya, maka makin bersih jiwa itu, dan semakin
>sempurna kualitasnya.
>
>Makanan begitu banyak di muka bumi, pilihan begitu banyak maka yang baik
>adalah makan makanan sehat bergizi dan yang membawa berkah.
>
>Semoga bisa membantu memahaminya.
>
>Salam,
><http://ferrydjajaprana.multiply.com/>http://ferrydjajaprana.multiply.com
>
>At 12:25 PM 8/4/06, you wrote:
> >Maaf, Adik kecil... NISC,
> >
> >siapa ngomongin siapa dan siapa yang cecer siapa ?
> >Email dengan subject ini aja baru keluar belum lama.
> >Saya gak merasa ngomongin dan cecer orang lain lho.
> >Malah memberi semangat ke penulis.
> >
> >Kesalahan dalam menulis hal-hal berat seperti filosofi
> >yang dilakukan Bung Verri DJ (kalau itu yang dimaksud)
> >itu khan wajar. Semakin hari akan semakin baik hasilnya.
> >
> >Coba deh baca yang teliti email-email sebelumnya.
> >Jangan esmosi gitu dong.
> >
> >Udah deh damai aja, jangan marah lagi yah.
> >Nih jempol saya udah dikedepanin.
> >
> >
> >
> >
> >
> > >From: "nisc" <[EMAIL PROTECTED]>
> > >Reply-To: [email protected]
> > >To: <[email protected]>
> > >Subject: Re: [BinusNet] Efek Makanan
> > >Date: Fri, 4 Aug 2006 09:38:18 +0700
> > >
> > >he august - eloh tuh culas banget, orang udah minta maaf ... eloh masih
> > >ajah
> > >di ngomong in , orang di cecer terus
> > >
> > >kenapa sih loh ha.... udah nyantai ajah man .... easy life ok
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >----- Original Message -----
> > >From: "August August" <[EMAIL PROTECTED]>
> > >To: <[email protected]>
> > >Sent: Friday, August 04, 2006 9:04 AM
> > >Subject: RE: [BinusNet] Efek Makanan
> > >
> > >
> > > > He..he..he..
> > > >
> > > > Benar makanan berpengaruh pada kesehatan yang memakannya (internal).
> > > > Tapi apakah berpengaruh terhadap kelakuan dan sikapnya (yang keluar)
> > > > secara
> > > > langsung ?
> > > > Misal : Kalo makan babi bisa seperti babi 
>sifatnya/kelakuan/sikapnya.
> > > >
> > > > Kalau misalnya ada orang yang makan daging secara mentah secara 
>sengaja,
> > > > kemudian
> > > > orang tsb menjadi tambah 'ganas' itu persoalan lain.
> > > > Pada saat makan pertama kali, sebenarnya sudah ada sesuatu yang 
>belum
> > > > keluar.
> > > > Misal : orang gila, orang yang sudah punya dasar 'ganas'.
> > > >
> > > > Keterangan Bung Satria lebih cocok kalau diberikan dalam diskusi
> > > > efek makanan bagi kesehatan, bukan filosofi tinggi seperti
> > > > yang diberikan Bung Verri DJ.
> > > >
> > > > Gitu loh.
> > > >
> > > > Udah dulu yah, kayanya ada yang mulai marah-marah lagi neh.
> > > >
> > > >>From: "satria" <[EMAIL PROTECTED]>
> > > >>Reply-To: [email protected]
> > > >>To: <[email protected]>
> > > >>Subject: RE: [BinusNet] CSFTS : Filsafat Babi VS Filsafat Ayam
> > > >>Date: Thu, 3 Aug 2006 16:23:07 +0700
> > > >>
> > > >>Jelas bahwa apa yang kita makan mempunyai pengaruh terhadap tubuh 
>kita.
> > > >>
> > > >>Apabila anda makan kambing maka badan akan terasa panas.
> > > >>
> > > >>Apabila anda makan/minum bervitamin badan anda akan menjadi sehat.
> > > >>
> > > >>Apabila anda makan racun maka anda akan mati.
> > > >>
> > > >>
> > > >>
> > > >>
> > > >>
> > > >>
> > > >>
> > > >>
> > > >>
> > > >> _____
> > > >>
> > > >>From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
> > >Behalf
> > > >>Of August August
> > > >>Sent: Thursday, August 03, 2006 2:49 PM
> > > >>To: [email protected]
> > > >>Subject: Re: [BinusNet] CSFTS : Filsafat Babi VS Filsafat Ayam
> > > >>
> > > >>
> > > >>
> > > >>Tulisan Bung Verri memang tidak berbau agama.
> > > >>Masalahnya adalah apakah benar makanan yang dimakan berhubungan
> > > >>dengan manusianya. Apakah sudah melalui test yang benar dan dapat
> > > >>dipertanggungjawabkan.
> > > >>
> > > >>Kenapa gak disebutkan sebaliknya.
> > > >>Misalnya : Orang-orang yang makan ayam akan mengalami ejakulasi 
>dini,
> > > >>khan ayam kalo ml cepet banget tuh.
> > > >>
> > > >> >From: mathic <mailinglist. <mailto:mailinglist.knight%40gmail.com>
> > > >>[EMAIL PROTECTED]>
> > > >> >Reply-To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:binusnet%40yahoogroups.com>
> > >s.com
> > > >> >To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:binusnet%40yahoogroups.com> s.com
> > > >> >Subject: Re: [BinusNet] CSFTS : Filsafat Babi VS Filsafat Ayam
> > > >> >Maaf jadi ikut campur masalah ini.
> > > >> >Aku pernah baca cerita ini dan seratus persen tidak berbau agama.
> > > >> >Kalau kita kirim cerita motivasi atau sejenisnya tolong jangan
> > >ditambah
> > > >> >comment pribadi.
> > > >> >Tidak semua orang bisa mengerti cara pikir kita walaupun maksud 
>kita
> > > >>bener.
> > > >> >OCE
> > > >> >Keep on posting DJ
> > > >> >
> > > >> >
> > > >> >
> > > >> >On 8/3/06, verri DJ <[EMAIL PROTECTED]
> > > >><mailto:verri_dj%40component.astra.co.id> astra.co.id> wrote:
> > > >> > >
> > > >> > > Rekan-rekan yang baik,
> > > >> > >
> > > >> > > Tulisan diatas adalah tulisan inspiratif filsafat, jelas bukan
> > >agama.
> > > >> > > Konklusi diambil oleh sipembaca sendiri.
> > > >> > > ide cerita yang saya tulis tidak ada maksud membuat citra baik
> > > >> > > terhadap binatang satu dibanding dengan binatang lainnya. 
>Karena
> > > >> > > masing-masing binatang memiliki karakteristik sendiri, tentu 
>baik
> > > >>versi
> > > >> > > manusia belum tentu baik versi binatang, hanya saja subyektif 
>kita
> > > >> > > mengarakterkan binatang dengan versi manusia sesuai dengan apa 
>yang
> > > >> > > diinginkannya padahal esensi tetap sama, dan dibalik semua 
>sifat
> > > >> >binatang
> > > >> > > disitu ada tanda-tanda penciptaanNya, malah bagi yang memahami
> > > >>kesatuan
> > > >> > > alam dibalik semua ciptaannya ada sang pencipta di sana.
> > > >> > >
> > > >> > > Intinya cerita yang saya buat memang hanya cerita saja seperti
> > >cerita
> > > >> > > kartun/fabel kan masing-masing binatang memiliki karakternya 
>dan
> > >kita
> > > >> > > hanya
> > > >> > > bisa ambil intisari darinya.
> > > >> > >
> > > >> > > Cerita tentang babi ini bisa saja dirubah menjadi sapi, 
>maksudnya
> > > >> > > sama
> > > >> > > saja
> > > >> > > dengan sapi yang diharamkan oleh umat hindu.
> > > >> > >
> > > >> > > Jadi memaknai suatu cerita harus berfikir jernih, jangan
> > > >> > > mengedepankan
> > > >> > > emosi. Kebenaran agama adalah kebenaran normatif apapun 
>agamanya,
> > > >> > > sementara
> > > >> > > kebenaran yang kita anut kebanyakan berharaf kebenaran logis - 
>yang
> > > >> >masuk
> > > >> > > akal. Bisakah kita melepas dari dogma itu? Semoga saja bisa...
> > > >> > >
> > > >> > > Apabila ada kata yang salah dalam tulisan saya mohon dimaafkan.
> > > >> > > Karena
> > > >> > > tidak dimaksud untuk membuat keruh suasana.
> > > >> > >
> > > >> > > Salam,
> > > >> > > Dj
> > > >> > >
> > > >> > > At 09:07 AM 8/3/06, you wrote:
> > > >> > > >Hi Bung Verri,
> > > >> > > >
> > > >> > > >Tulisan yg menarik, tetapi sepertinya ditulis oleh orang yang
> > >TIDAK
> > > >> > > >BERPENDIDIKAN.
> > > >> > > >Saling menghargai dan menghormati adalah kunci hidup damai
> > >bung!!!!
> > > >> > > >
> > > >> > > >verri DJ wrote:
> > > >> > > > >
> > > >> > > > > CSFTS : Filsafat Babi VS Filsafat Ayam
> > > >> > > > >
> > > >> > > > > Pernah ada seorang sufi bertandang ke negara Paman Sam. 
>Disana
> > > >> > > > > dia
> > > >> > > > > ditanya
> > > >> > > > > perihal kenapa babi diharamkan oleh Tuhannya umat Islam 
>padahal
> > > >> >daging
> > > >> > > > > babi
> > > >> > > > > itu enak sekali rasanya. Kenapa yang enak-enak itu yang
> > >dilarang?
> > > >> > > > >
> > > >> > > > > Menjawab pertanyaan pelik itu sang sufi sulit sekali untuk
> > > >> >menjawabnya
> > > >> > > > > karena yang bertanya adalah seorang akademisi yang maunya
> > >dijawab
> > > >> > > secara
> > > >> > > > > ilmiah dan logis.
> > > >> > > > >
> > > >> > > > > Sesuatu yang dilarang oleh agama tentu kewajiban bagi
> > >penganutnya
> > > >> > > untuk
> > > >> > > > > mematuhinya, karena itu adalah kebenaran normatif, yang mau
> > > >>ataupun
> > > >> > > tidak
> > > >> > > > > mau penganutnya harus tunduk dan patuh.
> > > >> > > > >
> > > >> > > > > Karena mendapat desakan pertanyaan tersebut secara terus
> > >menerus
> > > >> > > akhirnya
> > > >> > > > > sang sufi menjawab "Bila anda memang memerlukan jawabannya,
> > >kalau
> > > >> > > tidak
> > > >> > > > > berkeberatan tolong siapkan babi jantan dan betina beberapa
> > > >> > > > > pasang
> > > >> >dan
> > > >> > > > > ayam
> > > >> > > > > beberapa pasang.... dan bawa binatang-binatang tersebut
> > > >> > > > > kemari..."
> > > >> > > ujar
> > > >> > > > > sang sufi.
> > > >> > > > >
> > > >> > > > > Akhirnya dibawakanlah apa yang diinginkan sang sufi. Satu
> > >persatu
> > > >> >babi
> > > >> > > > > dan
> > > >> > > > > ayam itu dilepaskan, ada babi betina yang dikerubuti babi
> > >jantan
> > > >> >untuk
> > > >> > > > > dikawin bergiliran, sementara itu ayam berbeda dengan babi
> > > >> > > > > setelah
> > > >> > > salah
> > > >> > > > > seekor ayam jantan (jago) mengawini, datang jago yang lain,
> > > >> >sayangnya
> > > >> > > > > jago
> > > >> > > > > pertama tidak mau menerimanya akhirnya keduanya bertarung
> > >sampai
> > > >> >salah
> > > >> > > > > satu diantaranya jatuh tersungkur dan berteriak 'keooook.."
> > >yang
> > > >> > > artinya
> > > >> > > > > ampun atau ayang yang kalah menerima kekalahannya. Yang 
>kalah
> > > >> >langsung
> > > >> > > > > ngibrit melarikan diri.
> > > >> > > > >
> > > >> > > > > Demikianlah dalam dunia flora fauna, ayampun memiliki
> > >kehormatan
> > > >> >versi
> > > >> > > > > ayam
> > > >> > > > > sehingga berani mempertaruhkan nyawa demi kekasih yang
> > >dicintanya
> > > >> > > (ayam
> > > >> > > > > betina) pasangannya, sementara babi tanpa ada belas kasihan
> > >sang
> > > >> > > jantan
> > > >> > > > > pertama membantu pejantan kedua untuk bersama-sama 
>melampiaskan
> > > >> >nafsu
> > > >> > > > > kebinatangannya terhadap babi betina. Budaya babi tak 
>memiliki
> > > >> > > kehormatan
> > > >> > > > > versi babi.
> > > >> > > > >
> > > >> > > > > Semestinya kita belajar pada filsafat ayam untuk 
>mempertahankan
> > > >> >cinta
> > > >> > > > > kasih
> > > >> > > > > kita kepada istri atau pasangan tercinta, bukan berguru 
>pada
> > > >> > > > > babi.
> > > >> > > > >
> > > >> > > > > -o0o-
> > > >> > > > >
> > > >> > > > > Makanan biasanya menyifati siapa saja yang memakannya. 
>Orang
> > >yang
> > > >> > > > > vegetarian tentu berbeda tabiatnya dengan orang pemakan
> > > >> > > > > segalanya.
> > > >> > > > > Demikian
> > > >> > > > > juga tentu ada pengaruhnya bagi yang memakan daging babi
> > >terhadap
> > > >> > > > > perkembangan jiwanya.
> > > >> > > > >
> > > >> > > > > Di dalam agama Islam babi dilarang untuk dimakan, tidak ada
> > > >> > > > > alasan
> > > >> > > untuk
> > > >> > > > > diperdebatkan karena itu adalah perintah Tuhan. Kalaupun
> > >sebagian
> > > >> >ahli
> > > >> > > > > gizi
> > > >> > > > > menemukan cacing pita yang terkandung didalamnya ini adalah
> > >suatu
> > > >> > > > > kebetulan. Kesenangan manusia beragam, tentu tak elok
> > >memaksakan
> > > >> > > kehendak
> > > >> > > > > terhadap yang bukan penganut agama Islam untuk melarangnya
> > > >> > > > > memakan
> > > >> > > babi
> > > >> > > > > karena ini menyangkut masalah selera, dan selera itu tidak 
>bisa
> > > >> > > > > diperdebatkan, daging babi adalah nikmat bagi yang 
>menyukainya,
> > > >> >hanya
> > > >> > > > > saja
> > > >> > > > > bagi penganut yang mempercayai bahwa babi itu haram atau
> > >dilarang
> > > >> > > untuk
> > > >> > > > > dimakan tetapi mencobanya, maka yang dirasakan bukannya 
>nikmat
> > > >> >tetapi
> > > >> > > > > justru sebaliknya merasa berdosa dan membuat jiwanya 
>sengsara
> > > >>serta
> > > >> > > > > merana.
> > > >> > > > >
> > > >> > > > > Salam,
> > > >> > > > > <http://ferrydjajapr <http://ferrydjajaprana.multiply.com/>
> > > >>ana.multiply.com/ >
> > > >> > > >
> > > >> ><http://ferrydjajapr <http://ferrydjajaprana.multiply.com/>
> > > >>ana.multiply.com/>>http://ferrydjajapr
> > > >><http://ferrydjajaprana.multiply.com>
> > > >>ana.multiply.com
> > > >> > > > > <http://ferrydjajapr <http://ferrydjajaprana.multiply.com>
> > > >>ana.multiply.com>
> > > >> > > > >
> > > >> > > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > >> > > > >
> > > >> > > > >
> > > >> > > >
> > > >> > > >
> > > >> > > >
> > > >> > > >BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
> > > >> > > >Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar
> > > >> > > >
> > > >> > > >Stop or Unsubscribe: send blank email to
> > > >> > >
> > > >> >binusnet-unsubscrib 
><mailto:binusnet-unsubscribe%40yahoogroups.com>
> > > >>[EMAIL PROTECTED]<binusnet-unsubscribe%40yahoogroups.com>
> > > >> > > >Questions or Suggestions, send e-mail to
> > > >> >binusnet-owner@ <mailto:binusnet-owner%40yahoogroups.com>
> > > >>yahoogroups.com<binusnet-owner%40yahoogroups.com>
> > > >> > > >
> > > >> > > >
> > > >> > > >Yahoo! Groups Links
> > > >> > > >
> > > >> > > >
> > > >> > > >
> > > >> > > >
> > > >> > >
> > > >> > >
> > > >> > >
> > > >> >
> > > >> >
> > > >> >[Non-text portions of this message have been removed]
> > > >> >
> > > >> >
> > > >> >
> > > >> >
> > > >> >BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
> > > >> >Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar
> > > >> >
> > > >> >Stop or Unsubscribe: send blank email to
> > > >> >binusnet-unsubscrib 
><mailto:binusnet-unsubscribe%40yahoogroups.com>
> > > >>[EMAIL PROTECTED]
> > > >> >Questions or Suggestions, send e-mail to binusnet-owner@
> > > >><mailto:binusnet-owner%40yahoogroups.com> yahoogroups.com
> > > >> >
> > > >> >
> > > >> >Yahoo! Groups Links
> > > >> >
> > > >> >
> > > >> >
> > > >> >
> > > >> >
> > > >> >
> > > >>
> > > >>
> > > >>
> > > >>
> > > >>
> > > >>[Non-text portions of this message have been removed]
> > > >>
> > > >>
> > > >>
> > > >>
> > > >>BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
> > > >>Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar
> > > >>
> > > >>Stop or Unsubscribe: send blank email to
> > > >>[EMAIL PROTECTED]
> > > >>Questions or Suggestions, send e-mail to 
>[EMAIL PROTECTED]
> > > >>
> > > >>
> > > >>Yahoo! Groups Links
> > > >>
> > > >>
> > > >>
> > > >>
> > > >>
> > > >>
> > > >>
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
> > > > Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar
> > > >
> > > > Stop or Unsubscribe: send blank email to
> > > > [EMAIL PROTECTED]
> > > > Questions or Suggestions, send e-mail to 
>[EMAIL PROTECTED]
> > > >
> > > >
> > > > Yahoo! Groups Links
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
> > >Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar
> > >
> > >Stop or Unsubscribe: send blank email to
> > >[EMAIL PROTECTED]
> > >Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > >
> > >Yahoo! Groups Links
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
> >
> >
> >
> >
> >BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
> >Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar
> >
> >Stop or Unsubscribe: send blank email to 
>[EMAIL PROTECTED]
> >Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED]
> >
> >
> >Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
>
>---------------------------------
>Blab-away for as little as 1¢/min. Make  PC-to-Phone Calls using Yahoo! 
>Messenger with Voice.
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
>Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar
>
>Stop or Unsubscribe: send blank email to 
>[EMAIL PROTECTED]
>Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED]
>
>
>Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>





BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar

Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED]
Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED]

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/binusnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke