http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0703/21/metro/3398714.htm
Penipu ATM Perdayai Jakarta, Kompas - Penjahat semakin pintar mengelabui korbannya. Seorang staf Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan, Pranti Sri Mulyani, harus kehilangan Rp 53 juta karena diperdaya penipu di anjungan tunai mandiri atau ATM. Di tempat terpisah, dua guru dijambret saat naik sepeda motor. Minggu (11/3), Pranti berencana mengambil uang dari ATM Mandiri di perbelanjaan Makro, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Saat dimasukkan, kartu ternyata tidak bisa masuk sepenuhnya. Tak lama kemudian datang tiga laki-laki yang berpura-pura membantu. "Kartu saya justru dimasukkan penuh, saya tanya mengapa dipaksa begitu, dia menjawab itu cara mengeluarkan kartu yang terjebak. Saya diminta memencet nomor PIN dan tampaknya waktu itulah dia menghafal nomornya," kata Pranti. Orang kedua juga menawarkan bantuan dengan menelepon ke call center Bank Mandiri pada nomor 14000. "Tapi saya kira waktu itu dia menelepon ke nomor temannya, bukan ke 14000. Dia tanya, ATM saya diblokir tidak? Saya jawab, diblokir saja. Saya berniat menelepon sendiri ke 14000 setelah keluar dari ATM," lanjut Pranti. Setelah merasa kartunya diblokir, Pranti pulang. Saat itulah para pelaku mengeluarkan kartu ATM yang sengaja dijebak menggunakan negative film dan double selotip. Dari catatan bank, pelaku mentransfer ke empat rekening. Hari berikutnya, Senin, Pranti mengurus kartu ATM pengganti dan baru jadi hari Jumat (16/2). Ketika mengecek saldo, dia terkejut karena uangnya ludes. Kejadian itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya, kemarin. Dua guru dijambret Di lokasi berbeda di Jakarta Timur, dua penjambretan terjadi di tempat yang sama dalam waktu hampir bersamaan. Kedua korban adalah guru dan sama-sama mengalami kerugian Rp 500.000. Mereka melaporkan dua kasus berbeda itu ke Polsek Jatinegara. Penjambretan pertama dialami Naili Kamalia (21), guru SD di Jatiwaringin, Pondok Gede, Selasa (20/3) pukul 14.00. Naili hendak membeli buku bekas untuk disumbangkan ke perpustakaan sekolah. Ketika naik sepeda motor bersama adiknya melintasi terowongan Jalan Basuki Rahmat, Prumpung, Jatinegara, dua pemuda menjambret tas yang mereka apit. Satu jam kemudian Maesaroh (25), guru SD di Tanjung Priok, dijambret pemuda di Jalan DI Panjaitan, Kebon Nanas, Jatinegara. Maesaroh yang berboncengan dengan temannya, Eva, hendak ke Kampus Universitas Hamka, Pasar Rebo. (amr/arn) Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!! http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/ http://nugon19.multiply.com/journal ____________________________________________________________________________________ Food fight? Enjoy some healthy debate in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A. http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545367
