Tambah satu lagi nih! Sinetron yg akan ditayangkan :
Pacar Pilihan (Love in Paris).
--- nisc <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Info Menarik utk para pencinta Sinetron Indonesia (
> Bila ada )
>
> Entah disadari atau tidak, sinetron yang
> mendominasi layar kaca di Indonesia
> sebenarnya merupakan adaptasi (baca:
> jiplakan) dari berbagai tayangan drama
> yang populer di negeri asalnya seperti
> Korea, Jepang, Taiwan, dan sebagainya.
> Berikut daftarnya:
>
> 1. 2 Hati (Snow Angel)
> 2. Benar-Benar Cinta (Devil Beside You)
> 3. Benci Bilang Cinta (Goong/Princess
> Hours)
> 4. Benci Jadi Cinta (My Girl)
> 5. Berani Tampil Beda (The Magicians
> of Love/Ai Qing Mo Fa Shi)
> 6. Bintang (Huan Zhu Ge Ge)
> 7. Bukan Diriku (Anything for You)
> 8. Buku Harian Nayla (Ichi Rittoru No
> Namida/1 Litre of Tears)
> 9. Cincin (Beautiful Days)
> 10. Cinta Remaja (My Sassy Girl Choon
> Hyang)
> 11. Cowok Impian (It Started With a Kiss)
> 12. Darling (My Name is Kim Sam Soon)
> 13. Dua Hati Satu Cinta (Qin Shen Shen
> Yu Meng Meng)
> 14. I Love You, Boss! (Bright Girl's
> Success Story)
> 15. Intan (Be Strong Geum Soon)
> 16. Janji Jaya (My Name is Kim Sam Soon)
> 17. Katakan Kau Mencintaiku (Sad Love
> Song)
> 18. Kawin Muda (My Little Bride)
> 19. Liontin (Glass Shoes)
> 20. Pacarku Besar Sekali - FTV (My
> Name is Kim Sam Soon)
> 21. Pangeran Penggoda (Devil Beside You)
> 22. Pengantin Remaja (My Little Bride)
> 23. Rahasia Pelangi (Love Apart a Moment)
> 24. Sumpeh Gue Sayang Loe (Smiling Pasta)
> 25. Siapa Takut Jatuh Cinta (Meteor
> Garden)
> 26. Wulan (Term of Endearment)
>
> Termasuk beberapa sinetron yang dibuat
> dengan meminta lisensi dari pembuat
> drama aslinya, seperti:
>
> 1. Impian Cinderella (Prince Who
> Turns into Frogs)
> 2. Kau Masih Kekasihku (At the
> Dolphin Bay)
> 3. Penyihir Cinta (Magician of Love)
> 4. Putri Kembar (100% Senorita/Twins)
>
> Ada yang berani memasang soal ini di
> koran nasional?
>
> Atau setidaknya mengajukan proposal ke
> MURI dengan predikat penjiplak sinetron
> terbanyak?
> Lebih Baik Menjiplak daripada Membuat
>
> Secara ekonomis, menjiplak jelas lebih
> murah daripada memproduksi sendiri.
> Menjiplak tidak melibatkan unsur
> kreativitas, idealisme, risiko pasar,
> dan pengorbanan waktu dan tenaga yang
> begitu besar. Dibanding film yang
> berkualitas, membuat sinetron
> membutuhkan biaya tak lebih dari Rp
> 500-Rp700 juta. Dunia Tanpa Koma (DTK)
> yang termasuk bagus saja menelan tak
> kurang dari Rp 800 juta.
>
> Kalau dilihat sepintas, produsen
> sinetron plagiat terbesar adalah
> Sinemart. Kemudian disusul production
> house lain seperti MD Entertainment,
> Multivision, Frame Ritz, Soraya
> Intercine, dan seterusnya. Tapi
> konyolnya, di ending creditnya mereka
> menyatakan "Cerita ini bla.. bla..
> adalah fiktif/karangan. Apabila terdapat
> kesamaan nama, tokoh, alur cerita, bla..
> bla.. adalah kebetulan semata." Very funny.
>
> Buku Harian Nayla, misalnya. Dialog
> pemainnya, adegannya, 90% lebih sama
> persis dengan Ichi Rittoru No Namida/1
> Litre of Tears - kecuali kualitas
> pemainnya yang (maaf) amatiran dan
> nyaris tanpa ekspresi. Film bagus yang
> "diadaptasi" jadi sampah.
>
> Aslinya, dorama ini diangkat dari kisah
> nyata berdasar buku harian Kitou Aya,
> yang berjuang menghadapi penyakit
> Spinocerebellar Degeneration yang
> dideritanya sejak umur 14 tahun sampai
> ia meninggal saat umur 25 tahun. Penuh
> air mata? Ya. Ichi Rittoru No Namida
> juga banyak menyimpan adegan menyentuh
> yang sangat indah. Di ending credit juga
> diperlihatkan foto asli Aya, diiringi
> lagu Only Human dari K, yang makin
> membuat sedih.
>
> Contoh lain, Benci Jadi Cinta, juga
> sangat persis dengan My Girl. Sinetron
> ini menceritakan cewek ABG yang centil
> dan pandai berakting. Suatu ketika,
> cewek tersebut (Zouyulin) tinggal
> serumah dengan si cowok (Gongcan) untuk
> berpura-pura sebagai sepupunya yang lama
> menghilang. Tujuannya adalah untuk
> menyelamatkan kakek yang sedang sakit
> parah. Tapi lama kelamaan, timbul rasa
> cinta di antara keduanya - klise.
> Bedanya, di My Girl cewek keduanya
> adalah pemain tenis, sementara di Benci
> Jadi Cinta diganti sebagai pemain
> bulutangkis.
>
> Adik saya bilang, sinetron Gue Sihir Lu
> (Nia Ramadhani) yang bercerita tentang
> penyihir juga diadaptasi dari komik
> serial cantik "Throbbing Tonight", yang
> bercerita tentang Ranze dan Makabe, anak
> raja setan yang dibuang ke bumi. Juga
> sinetron Si Yoyo yang ternyata adaptasi
> dari film India (maaf, saya lupa judulnya).
>
> Update: Sinetron Sissy, Putri Duyung,
> yang ditayangkan setiap hari Senin jam
> 19.00 sebagian besar meniru film
> produksi luar negeri yang berjudul
> Aquamarine. Kedua film ini menceritakan
> tentang seorang putri duyung yang
> tiba-tiba berubah menjadi manusia dan
> jatuh cinta pada manusia. Info via nthee.
>
> Kalau Anda bisa mengkonfirmasi dan/atau
> menambah daftar tersebut di atas,
> silakan kontak ke saya.
> Bagaimana Sinetron Menjajah Dunia
>
> Pertanyaannya sekarang, mengapa sinetron
> bisa begitu meraja lela? Kalau menurut saya:
>
> * Masyarakat Indonesia secara umum
> belum bisa menilai mutu/kualitas suatu
> tayangan dengan akurat. Misalnya, banyak
> tayangan asing yang sangat laku di
> negara asalnya tetapi justru jeblok
> ratingnya ketika ditayangkan di
> Indonesia. Begitu juga sebaliknya.
> * Banyak masyarakat kita yang
> menonton televisi hanya untuk pleasure,
> menghibur diri. Apalagi kaum pria, yang
> kebanyakan menonton hanya untuk
> menghibur mata - selain mencari
> informasi dan tayangan olahraga (sepakbola).
> * Penonton dari strata kelas
> menengah atas yang "sulit dibohongi"
> oleh sinetron-sinetron murahan seperti
> Anda, mungkin lebih prefer untuk
> membaca, surfing internet, menonton DVD,
> bermain console game, atau hang out
> sebagai sarana hiburan. Kalaupun
> menonton televisi, pasti menggunakan
> satelit/TV kabel yang pilihannya jauh
> lebih beragam dan berkualitas.
> * Ujung-ujungnya, sinetron akan kian
> diminati, permintaan pasar terus
> bertumbuh, dan pembodohan masal terus
> bergulir. Lingkaran setan yang tiada
> berujung.
>
> Saya tidak bermaksud syirik dengan Raam
> Punjabi yang kian tajir karena
> dagangannya laris manis di pasaran. Saya
> juga tidak bermaksud menyalahkan
> orang-orang production house yang
> mungkin menyangka bahwa orang-orang kita
> tidak pernah menonton serial luar.
> Barangkali memang mereka berniat membuat
> karya bermutu, namun terpaksa harus
> realistis dan mengikuti selera pasar.
>
> Masalahnya, sinetron sebenarnya
> mengajarkan kita dengan hedonisme dan
> mengajak kita untuk bermimpi tentang
> gaya hidup yang serba wah. Lebih parah
> lagi, televisi ditonton mayoritas oleh
> kalangan kurang terpelajar, ibu-ibu
> rumah tangga, atau pembantu yang butuh
> waktu lama untuk menyadari bahwa mereka
>
=== message truncated ===
____________________________________________________________________________________Boardwalk
for $500? In 2007? Ha! Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's
economy) at Yahoo! Games.
http://get.games.yahoo.com/proddesc?gamekey=monopolyherenow