Saya pernah lihat ada binusians yang masih bermasalah dengan tilang dan ada 
juga yang sudah posting mirip seperti ini, tapi daripada nyari-nyari saya 
repost saja topik ini. Bagi yang sudah hapal, tinggal delete ya ... 

Regards,
Barry Sabas


--------------------------------------------------------------------------------


sodara-sodara, meski banyak kerjaan di kantor, gue hari ini telat dateng, demi 
misi mulia, yaitu ngurus Tilang secara jujur, tanpa nyogok. Satu hal yg perlu 
gue sharing buat kalian adalah : kalo lu ditilang dijalan oleh polisi apapun, 
jangan sekali2 damai atau ngasi duit, bilang tilang aja langsung.hasilnya tuh 
plokis pasti bete karena gak dapet duit, kedua, ngurusnya gampang kok, dan 
dendanya resmi...begitu sodara..sodara.

Tips nya :

1. kalo lu ditilang di jalan sebenernya ada dua pilihan (gue juga baru tahu), 
form biru dan form merah.

2. Form biru adalah kalo lu terima kesalahan lu (artinya lu gak perlu berdebat 
ama hakim). Dgn form ini lu bayar dendanya di BRI yg ditunjuk (nanti tabel 
dendanya ama lokasi BRI bisa minta ke gue kalo minat), abis bayar denda resmi 
ke BRI, ambil SIM ato STNK yg disita ke kantor Ditlantas POLDA Metro di 
Pancoran, gedung baru, sebelum Gelael arah cawang. Disini ada ruang khusus 
loket Tilang, ruang tunggu nyaman ber-AC, dengan hiburan SateliteTV (norak ya 
gue)

3. Form merah artinya lu gak terima kesalahan lu, dan dikasi kesempatan untuk 
berdebat ato minta keringanan ama hakim. Biasanya tanggal sidang adalah 
maksimum 14 hari dari tanggal kejadian, tergantung hari siding Tilang di PN 
(Pengadilan Negeri) bersangkutan. Contoh gue ditilang di Kuningan, berarti 
sidang di PN Jaksel, jl ampera, disini sidang tilang setiap selasa. Nah oleh 
polisi, barang sitaan (SIM or STNK) akan disetor ke kantor Ditlantas pancoran 
itu sampai dengan H-1 tanggal sidang. Jadi selama masih di pancoran SIM/STNK 
itu bisa ditebus tanpa sidang ke PN, cukup ke loket yg gue sebutin tadi, 
serahin form merah, bayar dendanya, SIM/STNK balik dengan sukses.

4. H-1 tgl sidang dan seterusnya, SIM/STNK udah dikirim ke pengadilan sesuai 
daerah perkara, jadi kudu ditebus di PN masing2

5. Kalo pengen hadir sidang, dateng sesuai tanggal sidang yang tertera di surat 
Tilang ke PN yg ditunjuk. Tapi ini gak gue saranin. Kenapa ? karena antreannya 
luarbiasa banyak, kita gak punya kesempatan bertemu hakim, karena sidangnya 
sebenarnya IN ABSENTIA, dan banyak banget CALO yg nawarin bantuan. Mending 
enggak deh

6. Lebih baik cuekin aja tanggal sidang, ambil SIM/STNK terserah elu di hari 
lain, hindari hari sidang tilang biar gak rame, terus langsung tuju Loket 
khusus Tilang yang ada di masing2 PN. Tunjukin form merahnya, dalam 5 menit 
SIM/STNK udah di tangan elu dengan bayar denda resmi. Sebelumnya cermati berapa 
denda resminya, biar gak dilebih2in ama petugasnya (tabel denda resmi gue punya 
in PDF). Contoh nih, gue tahu denda masuk jalur cepat (gue naik motor) 
Rp.15000, petugasnya bilang Rp.25600, dikasi angka 600 seolah2 itu perhitungan 
rumus2 njelimet, padahal akal2an aja biar ada yg masuk kantong dia. Gue kasi 
uang bullet 15.000 dia diem aja kok..hehe

7. Udah ngerti kan. jadi intinya : jangan sekali2 damai ama polisi di jalanan, 
tilang mah tilang aja, pilih prosedur sesuai tips diatas, gak usah sidang kalo 
gak pengen bete, cuekin calo2 yg nawarin bantuan, bayar denda sesuai tarif 
resmi. Semua ini demi INDONESIA yg bersih dan berwibawa gemah ripah loh 
jinawi...hehehehe

PS : berdasarkan pengalaman dan bantuan dari berbagai milis, makanya gue pede 
ngadepin mereka. Silakan disebar ke temen2, biar gak ada yg diperas ama plokis, 
calo dll. Merdeka !!


Orang Tua
Jl. Palmerah Barat No. 9
Gelora - Tanah Abang
Jakarta 10270

Telp: +62-21-532 2121 (hunting)
http://www.OT.co.id



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke