Hi Binusian..  Uni Eropa sudah melarang pesawat garuda
(( dan semua pesawat maskapai indo lainnya)  untuk
terbang ke Eropa karena ngak memenuhi standar
keselamatan.. 

Dan juga negara Eropa dan Amrik tidak merekomendasikan
warganya naik semua pesawat lokal Indo ??


Tapi pejabat pada protess karena terlalu berlebihan
katanya.. 

Menurut Binusian gimana ???

http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/07/tgl/01/time/125201/idnews/799698/idkanal/10


01/07/2007 12:52 WIB 
Kelebihan Penumpang Akibat Boarding Garuda Tidak
Teliti
Nograhany Widhi K - detikcom

 Jakarta - Sebelum take off, pesawat Garuda bernomor
GA 162 jurusan Jakarta-Padang sempat kelebihan satu
penumpang sehingga delay. Hal ini diduga karena
petugas boarding kurang teliti.

"Jadi bukan tanpa tiket, tapi ada kelebihan
penumpang," kata Kepala Bidang Komunikasi Garuda
Indonesia Pudjobroto kepada detikcom, Minggu
(1/7/2007).

Penumpang yang dimaksud adalah seorang anggota
keluarga Profesor James. Rombongan keluarga itu
terdiri dari 5 orang, seluruhnya memiliki tiket
pesawat jenis Boeing 737-400 itu. 

"Saat ini kan sedang peak season, jadi banyak
penerbangan ke kota-kota lain. Karena ramai, Pak James
dan keluarganya saat check-in terpisah. Pak James di
konter tanpa bagasi, dan keluarganya di konter lain,"
jelas pria berkaca mata itu.

Rupanya, kata Pudjo, dari lima orang keluarga James,
ada satu yang tidak check-in. Dia adalah anak Profesor
James, Stevi. Hal ini baru diketahui saat purser
(kepala kabin) melakukan cek ulang.

Jadi petugas boarding kecolongan atau tidak teliti,
Pak? "Ya mungkin tiket dikasih kelima-limanya,
langsung disuruh masuk," kata Pudjo.

Akibatnya, sambung Pudjo, saat dilakukan pengecekan
terakhir sebelum pesawat lepas landas, terjadi
kelebihan jumlah penumpang. Kapasitas pesawat tersebut
adalah 120 kursi kelas ekonomi dan 10 kursi untuk
kelas bisnis. Tetapi ternyata ada 131 penumpang yang
naik pesawat tersebut.

Usut punya usut, rupanya Stevi tidak check-in. Dan
oleh petugas Garuda, jatah kursi Stevi diberikan
kepada penumpang lain yang ada di waiting list. 

"Akhirnya, keluarga memutuskan Pak James yang tidak
menumpang pesawat itu, tapi ikut penerbangan
berikutnya. Tentunya dengan proses administrasi dengan
tiket baru," jelas Pudjo. 

Inilah yang membuat pesawat delay. Pesawat yang
semestinya berangkat pukul 06.25 WIB, baru take off
pada 07.06 WIB. Namun sekitar pukul 07.56 WIB pesawat
putar balik ke Cengkareng karena kerusakan teknis pada
tekanan udara di kabin. (fiq/djo)




       
____________________________________________________________________________________Ready
 for the edge of your seat? 
Check out tonight's top picks on Yahoo! TV. 
http://tv.yahoo.com/

Kirim email ke