Tapi bukannya ini selalu yang jadi masalah? Yang namanya financial fraud, selalu berasumsi pada hype.
Kebetulan banyak juga teman-teman yang ikutan kaya ginian, mereka sangat-sangat aware akan resikonya. Tetapi mereka tetap menjalankannya. Kenapa? Well, sometimes greed is over your head. Human weaknesses. Saya setuju dengan mengambil hikmah, tetapi sejauh mana hikmah yang diambil? Mungkinkah seandainya in the future, ada perusahaan lain yang menggunakan tricks yang berbeda, tetapi ujung-ujungnya sama? How are we going to deal with it? KOkon. On 8/24/07, rini tansatrisni <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Masalahnya bukan tamak atau ngak tamak.. toh Drexel sendiri kan dah > berdiri lebih dari 10 tahun. Cabangnya ada di negara - negara besar, bahkan > pusatnya aja di Amerika. sorry bukan swiss... jangankan teman saya yang cuma > sekedar accounting manager perusahaan asing, pejabat pemerintahan yang nota > bene punya kekuasaan bahkan menurut cerita teman saya.. "orang cendana" > sekalipun ada yang kena. Jangan salah, pejabat kepolisian pun banyak juga > loh yang nanem uangnya di sana... tetep aja... > Ya.. yang jelas, buat saya, ini pengalamana yang cukup berharga untuk > direnungi bersama. toh ngak ada salahnya kan kita ngambil hikamahnya.. > [Non-text portions of this message have been removed]
