Di e-mail saya sebelumnya, saya sudah menyarankan untuk menggunakan
mutual fund (atau semacamnya di Indo). Selain masalah diversify, mutual
fund seringkali bisa mengalahkan laju inflasi.

Tapi menurut pendapat pribadi, biasanya investasi harus dibagi-bagi
resikonya.
Kalau kita taruh semua di bank, ngga bener, tapi taruh di small-cap stock
semua juga
ngga bener.

Tergantung dari umur-nya, biasanya untuk mereka yang masih muda, persentase
risky investment-nya cenderung lebih besar.
Misal: 60% stock, 20% index-fund/money-market, dan sisanya di bank untuk
kebutuhan liquid yang mendadak.
Tapi untuk yang akan pensiun, cenderung lebih conservative.

Hope it helps.


KOkon.

On 8/25/07, Hendra .k <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   jadi menurut anda sebaiknya gmn dong?kasi pendapat jg
> dong...
> --- Eko Prasetya <[EMAIL PROTECTED] <eprasetya%40gmail.com>> wrote:
>
> > Tapi bukannya ini selalu yang jadi masalah?
> > Yang namanya financial fraud, selalu berasumsi pada
> > hype.
> >
> > Kebetulan banyak juga teman-teman yang ikutan kaya
> > ginian, mereka
> > sangat-sangat
> > aware akan resikonya. Tetapi mereka tetap
> > menjalankannya. Kenapa?
> > Well, sometimes greed is over your head. Human
> > weaknesses.
> >
> > Saya setuju dengan mengambil hikmah, tetapi sejauh
> > mana hikmah yang diambil?
> > Mungkinkah seandainya in the future, ada perusahaan
> > lain yang menggunakan
> > tricks
> > yang berbeda, tetapi ujung-ujungnya sama?
> >
> > How are we going to deal with it?
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke