Halo Binusian..

Tampaknya sekarang ini kalau ada masalah dengan
pelayanan semua orang maunya tulis surat pembaca semua
yach..  Kalau baca Surat pembaca Kompas hampir tiap
hari isinya komplain ke vendor operator selular, rumah
sakit, electronic, agen property, asuransi,  apotek,
dll.. Ngak kayak dulu jaman Binusian masih SMA, isinya
banyak saran-saran.. Sehingga namanya harusnya bukan
surat pembaca lagi.. tapi harusnya keluhan konsumen.. 

Cuman sayangnya yang tulis cuman berani kalau ada
masalah dengan operator, agen electronic,
supermarket.. Jarang ada kan yang tulis karena bayar
ngak resmi bikin KTP,  tilang damai,  biaya siluman
bikin surat tanda daftar rekanan di departemen neraka
ketujuh, dll..  padahal yang di palak setiap hari dari
bikin KTP jumlahnya lebih banyak dari yang bermasalah
dengan operator selular misalnya.. :D  Harusnya yang
kena biaya ngak resmi tiap hari itulah  yang mengisi
surat pembaca.. :D  Mungkin karena kalau tulis yang
kayak gitu.. Nanti pejabatnya di atas bilang.. Harap
laporkan tapi harus lengkap dengan bukti-buktinya
(yang mungkind imaksud sang pejabat dengan bukti itu: 
kwitansi dengan stempel instansi untuk penerimaan
biaya ngak resmi,  surat diatas materai dari yang
ngutip biaya siluman, dll).. Yang jelas ngak bakalan
ada..    Kalau tanpa bukti bisa bisa dituntut balik
ama pejabat.. :D

Nah ini ada pengalaman gua waktu complain ke vendor
tanpa melalui surat pembaca.. Dan semuanya boleh
dibilang..  NO RESPONSE / TIDAK MEMUASKAN..  Tapi
tetap aja ngak tulis surat pembaca gue.. :D

Yang pertama ini kejadiannya tahun 2005..  Waktu itu
di detik.com dan kompas lagi ada berita ada orang
Jepang yang meminum Amplas..  Dan  ngak selang lama
ada orang lain lagi yang ketemu cicak di minuman
produk tersebut juga..    Nah secara kebtulan waktu
gue mau minum juga, seperti kebiasaan waktu belum
minum, gue liat liat dulu isi dalam botol.. Eh..
ketemu apa itu warna putih... putih menyembull.. naik
turun.. Dalam botol yang masih tersegel.. sebesar satu
ruas kelingking Binusian..  Sebenarnya sih mau balikin
ke penjual.. Tapi berhubung memikirkan nasib kesehatan
Binusian yang lain, akhirnya gue keep itu botol..  
Terus gue kirim surat ke vendornya..  Isinya sih ngak
macam macam, cuman mengatakan agar mereka lebih
memperhatikan kualitas (QA) karena itu menyangkut
kesehatan..  Dan beneran.. besoknya dapat reply..
bilang mau ambil produk itu tanggal sekian..  juga
sempet ada telpon..

Tapi seperti Binusian tau,  tanggal tersebut ngak ada
yang dateng ambil.. Lewat seminggu.. dua minggu.. 3
mingguu.. Akhirnya tu produk jadi pajangan ajah..
kalau ada tetangga ngorbol.. yach kalau soal kesehatan
itu jadi contoh nyata nya..  coba kalau keminum kayak
yang minum amplas itu..  :D   Karna kesibukan juga..
akhirnya setelah sebulan berlalu gue email lagi.. kok
itu belum diambil juga...  dan beneran besoknya dapat
email lagi.. juga telpon.. mau diambil tanggal
sekian..   Cuman kali ini dateng betulan.. langsung
petingginya ..   Terus dikasih tanda terima kasih 
diganti 2 kerat..  katanya sih.. ini bukannya buat
sogokan supaya ngak ngomong ngomong.. cuman tanda
terima kasih sudah membantu menyimpan produk yang
lolos... :D   Nanti akan dijadikan bahan evaluasi
untuk memperketat QA katanya.. :(

Masih ada lagi beberapa pengalaman dengan vendor..
yang mungkin akan gue tuliskan di lain kesempatan..
Semua tanpa perlu surat pembaca...   Dan boleh dikata
vendor lain juga sama ..  TIDAK BEGITU DIRESPONS.. 



--- Aay Cosmas <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Anda kelihatannya tidak mengerti maksud saya untuk
> memasukannya ke Kompas.
> 
> Ini berita kan kita sendiri tidak tahu benar atau
> tidak karena kita sendiri tidak melihat /
> membuktikan langsung.
> 
> Jadi dengan memasukkannya di Kompas maka orang yang
> memasukkan di Kompas bila ternyata berita ini bohong
> bisa di tuntut dengan alasan mencemarkan nama baik.
> Ini dikarenakan untuk menjatuhkan nama baik suatu
> RS, entah karena dendam atau bagaimana.
> 
> Kalau cuma menyaberkan berita ini saja di internet
> bisa dianggap bohongan, sama seperti kasus "minuman
> yang berbahaya" kalau tidak salah.
> 
> Namun bila berita ini benar maka RS-nya pasti malu
> dan bisa saja di tuntut juga.
> 
> 
> Ingat jangan hanya melihat di satu sisi saja, bisa
> yang pembawa berita salah maksud atau penjelasan
> suster itu yang salah menjelaskan. Bisa juga terjadi
> salah paham
> Kita tidak tahu mana yang benar kan ?!
> Kalau mau datangin aja langsung ke RS-nya dengan
> membawa wartawan.
> 
> Ingat, berhati-hati dalam menyampaikan suatu berita;
> kalau bisa harus disertai dengan bukti yang jelas
> dan benar.
> 
> Ini cuma pendapat saya saja, kalau ada yang
> tersinggung maaf de. OK ?!
> 
> Salam damai.
> 
> 
>


       
____________________________________________________________________________________Ready
 for the edge of your seat? 
Check out tonight's top picks on Yahoo! TV. 
http://tv.yahoo.com/

Kirim email ke