Dear All,
Ikut sharing ya, saya mau coba melihat 'fenomena' ini dari sisi lain..
Baru beberapa hari yg lalu ada teman kuliah saya yg bela2in datang ke rumah
(saya di kelapa gading, dia di depok) setelah jam pulang kantor. Pertama2 saya
senang dong ketemu teman lama karena dia bilang memang mau sekedar main saja,
tidak ada maksud apa2. Ternyata ujung2nya dia mau followup N21 berikut demo
produk suplemen vitamin yg bisa jernihin air putih yg ditetesin betadine.
Sebelumnya juga ada banyak teman2 lama saya yg tiba2 saja contact saya bilang
mau berkunjung ke rumah. Sudah tentu saya sambut dengan gembira, siapin makan
malam, cemilan, dsb... ternyata ujung2nya mau nawarin polis asuransi..
Terus terang, awalnya saya sedih dengan teman2 saya yg memperlakukan saya hanya
sebagai target marketing, bukan benar2 mau mengunjungi saya sebagai teman. Tapi
sekarang saya mencoba berpikir positif dan berusaha melihat manfaat dari semua
itu. Saya pikir kalau saja mereka tidak terlibat dalam MLM, mungkin sampai
akhir hayat saya tidak akan berjumpa lagi dengan teman2 lama saya. Jadi saya
pikir, it's ok cara marketing seperti itu, karena membuat saya bisa tetap keep
contact dengan teman2 lama, tanpa saya perlu susah payah contact mereka.. :-)
Suatu hari ketika saya mulai berpikir untuk membeli polis asuransi, merekalah
yg pertama kali saya contact, dan support mereka sangat bagus sekali. Bolak
balik nganterin formulir yg musti ditanda tangan, dsb, tanpa perlu saya
bersusah payah lagi... :-)
So, saya pikir, MLM sangat bagus dalam memotivasi seseorang, even orang tsb
tidak punya bakat marketing, tapi tetap saja giat menawarkan produk tanpa kenal
lelah. Beda banget dengan tim marketing di kantor saya yg cuman nawarin produk
kantor hanya sebagai rutinitas harian.
Salam,
yono
____________________________________________________________________________________
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search
that gives answers, not web links.
http://mobile.yahoo.com/mobileweb/onesearch?refer=1ONXIC