Lbh tepat dibilang main saham ada unsur "resiko" drpd judi.  Pernah dengar 
orang bilang, kawin itu seperti main judi??? Baik kerja, usaha sendiri maupun 
beli perusahaan yg udah jalan (baca: beli saham), sama2 ada resiko.  Pd saat 
kita pindah kerja bahkan dg gaji yg lbh tinggi pun tetap ada resiko.  resiko 
nggak cocok, resiko di pecat, dll.

Resiko beli perusahaan adalah bila perusahaan tsb bangkrut maka pemegang saham 
juga bangkrut.

Sampai saat ini, IMHO lbh mudah membeli saham drpd membuat usaha sendiri & 
resiko bangkrutnya pun lbh kecil.  Ada 2 pendekatan u/ memilih perusahaan yg 
akan di beli (baca: saham), yaitu technical & fundamental analysis.  U/ yg 
membeli berdasarkan technical analysis (cuma membeli berdasarkan chart) unsur 
risk nya lbh tinggi.  Kr techinal analysis lbh mencerminkan emosi antara 
penjual vs pembeli drpd the actual company performance itself.

Again IMHO, salah satu unsur yg penting dlm membeli saham adalah "Price per 
earning ratio".  Cuma ini pun ngggak bisa jd pegangan, kr byk perusahaan yg 
pintar membuat supaya accountingnya kelihatan baik.  Pernah ingat ada seminar 
"accounting is dead" long-long time ago.  Mungkin maksudnya itu ???



Edy Tang <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Sedikit sharing aja karena saya juga 
investasi di saham

2. Saham menurut saya bukan judi jika buat investasi beda dengan yang main 
saham dengan harian (intrading istilahnya, cmiiw) yang memang gambling karena 
harus bermain cepat


....... deleted.....

       
---------------------------------
Got a little couch potato? 
Check out fun summer activities for kids.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke