menurut pendapat saya,

saham adalah jenis alat keuangan untuk investasi, jadi dikembalikan aja asalnya 
untuk investasi.

karena perusahaan yg menjual sahamnya adalah untuk mendapatkan dana murah dari 
masyarakat, daripada mereka borrow money from the bank, which in Indonesia have 
high rate interest.

overseas credit rate 1 digit di indonesia rate 2 digit, makanya dulu kenapa 
banyak perusahaan2 indonesia ambil kredit pakai US $ dan dari luar negeri, tapi 
ketika krisis moneter melanda mereka jadi problems.

jadi prinsipnya, ketika perusahaan mendapatkan injeksi dana dengan hasil 
penjualan saham, perusahaan dapat meningkatkan produksinya yang pada akhirnya 
meningkatkan value perusahaan tersebut yang otomatis menaikan harga saham 
mereka.

hal lainnya adalah keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan dibagikan kepada 
pemegang saham melalui RUPS dengan pembagian deviden.

Hal lainnya adalah setiap perusahaan menjaga agar saham2 mereka tidak masuk 
kategori saham tidur, yaitu saham yang tidak pernah ada aktifitas

banyak faktor untuk melihat harga saham suatu perusahaan terutama dari sisi 
fundamental. karena ada beberapa orang yang melihat dari sisi tekhnikal 
analisis.

Jadi kalo orang beli saham terutama saham2 blue chip, seperti Telkom, Astra 
Agro Lestari seharusnya mereka tidak akan mengalami kerugian.

Kecuali kalau kita membeli saham2 second liner ataupun third liner atau yang 
dikenal dengan nama saham gorengan karena harga per sahamnya seperti harga kita 
beli gorengan seperti pisang goreng maka kemungkinan kita mengalami kerugian 
besar tetapi kemungkinan untuk untung juga besar

tidak seperti saham2 blue chip yang kenaikannya jarang terjadi secara 
signifikan.

tetapi semua faktor tersebut banyak faktor yang menentukan ekonomi makro maupun 
mikro juga pasar internasional maupun regional.

jadi dikembalikan saja ke fungsi asalnya sebagai alat investasi seperti kita 
menaruh uang di deposito daripada di tabungan dengan mengharapkan mendapat 
bunga yang sedikit lebih tinggi, ataupun kita membeli emas untuk disimpan atau 
property untuk disimpan dengan harapan nanti akan menjadi mahal.

demikianlah menurut pendapat saya, terima kasih.

andry




       
---------------------------------
Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke