Semalem, baru saja saya nonton film "The Kingdom".

Sehabis nonton, saya diskusi masalah ini dengan istri. 
"kalau ada yang bisa menemukan alternatif minyak bumi.... apakah para
penguasa dunia ini akan diam begitu saja membiarkan teknologi ini digunakan
oleh umum"

 

Tema ini pernah diangkat di film "Chain Reaction" Keanu Reeves sebagai salah
satu penemu bahan bakar air dikejar-kejar mau dibunuh agar penemuannya tidak
dipublikasikan, bahkan anggota tim peneliti yang lain sudah mati dan
penemuannya hancur. 

Film "The Saint" juga pernah mengangkat tema yang sama... alternatif energi
yang murah, tapi bisa menjatuhkan kelompok mafia Rusia.

 

Minyak bumi sudah jadi kunci ekonomi dunia. Harga minyak bumi naik, ekonomi
kacau. 

Para penggemar teori konspirasi  yakin bahwa Bush menyerang Irak karena
secara pribadi mau menguasai minyak yang ada di Irak (melalui
perusahaan-perusahaan pribadi / keluarga Bush, atau konco-konconya)

Di film "the Kingdom" dijabarkan dengan cukup jelas, kenapa kerajaan Saudi
Arabia bisa menjadi negara yang kaya raya, dan bagaimana kepentingan Amerika
di daerah Timur Tengah - diluar masalah terorisme -

 

Jadi, kalau benar teknologi bahan bakar dari air laut ini bisa digunakan
secara luas, apa dampaknya bagi dunia ini.

Di satu sisi, kita ingin bumi yang hijau, global warming bisa diatasi...
tapi apakah orang-orang kaya, yang sumber kekayaannya dari bisnis minyak
akan dengan suka rela mendapat 'pesaing' yang jelas lebih handal, murah dan
ramah lingkungan?

 

Kalau para pembuat film dan sinetron di Indonesia kreatif, mereka bisa
mengangkat masalah ini menjadi film / sinetron yang cukup menarik. Cerita
bagaimana Joko Suprapto menciptakan bahan bakar alternatif ini, kemudian
dikejar-kejar oleh para pejabat Pertamina, agar teknologi yang ia ciptakan
tidak digunakan oleh masyarakat... hahahahaha

 

Ada komentar?

 

Thio

 

 

Yang menarik, bahan dasar air yang digunakan adalah air laut. "Kalau air
tanah bisa menyedot ribuan atau jutaan meter kubik. Kasihan masyarakat,
paling
bagus nanti bahannya air laut," terang pria yang selalu menyembunyikan
identitasnya, termasuk almamater tempatnya meraih gelar insinyur, itu.
(jie)






[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke