Sekedar catatan, penduduk AS banyak yang golput (libertarian), bukan karena mereka masa bodoh. Tetapi lebih karena mereka memiliki pendapat pribadi yang tidak cocok dengan kedua partai besar yang ada.
Ini berbeda dengan 90%-95% penduduk Indonesia yang berpartisipasi, tapi sebagian dari mereka sama sekali tidak mengerti kenapa mereka memilih partai-nya. Masih ingat jaman dulu, kalau lagi PDI yang berkampanye, maka semua tukang becak ikutan kampanye dengan PDI, karena dapat baju gratis. Keesokan harinya, orang-orang yang sama akan berkampanye dengan Golkar, karena dapat uang rokok. Apakah ini bisa dijadikan kebanggaan berpemilu/berdemokrasi? KOkon. On Dec 9, 2007 10:55 PM, Nugroho Laison <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Demokrasi adalah anugerah terbesar bagi bangsa yang majemuk ini, > karena sejauh ini belum ada negara multi etnis lainnya di dunia > termasuk Amerika Serikat sekalipun berhasil melaksanakan demokrasi > dengan makna sesunguhnya, partisipasi pemilu warga negara sangat > tinggi antara 90% - 95% bandingkan dengan Amerika Serikat yang hanya > mencapai angka 60% saja sisanya 40% memilih jadi golput, pasca > reformasi yang menurunkan rezim Soeharto yang berkuasa 32 tahun, > bangsa ini menjadi negara paling demokratis di kawasan Asia > Tenggara, mulai dari Lurah hingga Presiden dipilih langsung oleh > rakyat, walaupun masalah money politics, parpol yang tidak kompeten > sehingga melahirkan politisi tidak berkualitas membayangi semua ini.
