Jangankan di Aceh yg jauh dari Jakarta di pulau jawa pun tingkat kemiskinan di kabupaten msh byk terjadi, mungkin Binusian bisa menyuarakan dua hal tersebut dibawah ini :
- Pendidikan Murah / Gratis sampai tingkat SMA untuk semua lapisan Kurikulum dan mutu pengajar guru bukan gedung yang mewah - Fasilitas Kesehatan yang terjangkau untuk semua masyarakat Tenaga medis dan obat-obatan yang murah, serta peralatan medisnya Semoga bangsa kita dapat lebih baik. (ingat negara Malingsia dulu banyak mengirimkan guru-gurunya untuk belajar dari Indonesia) salam, agust Nugroho Laison wrote: > > : [KOMUNITAS] Catatan Dari Aceh: "Be Proud as Indonesian" > > --- In [EMAIL PROTECTED] > <mailto:rezaervani%40yahoogroups.com>, "Deni Danasenjaya" > wrote: > > Assalamu'alaikum Wr. Wb. > > saat ini (09 Desember 2007) saya berada di Nanggro Aceh Darussalam > untuk tugas kantor hingga mendekati libur Iedul Adha... (19 Desember > 2007 Insya Allah pulang ke Jakarta) > > Kami akan menangani hand over pekerjaan dari staf expatriat kepada > staf lokal, karena program rekonstruksi Tsunami akan berakhir tahun > 2009 awal, dan semua staf2 asing akan pulang pada bulan Juni 2008, > kami datang ke sini karena melihat proses hand over ini berjalan > sangat lambat dan seperti terganjal karena menurut staf2 expatriat > mereka tidak yakin dengan kemampuan orang Aceh menangani pekerjaan > mereka selama ini. > > Di hari pertama observasi, saya & team menemukan pemandangan tragis > saat melihat cara staff lokal dan expatriat ini bekerja, ingin > menangis rasanya melihat staf lokal diperlakukan seperti orang yang > tidak bisa dipercaya, dianggap tidak mampu, dan pemalas, sementara > orang2 asing ini berlagak mirip dewa yang luar biasa hebatnya... > Kondisi ini sebenarnya sudah kita ketahui sejak lama, dan salahsatu > tujuan saya dan team datang ke Aceh adalah untuk memperbaiki ini > semua. > > Saya bisa memahami hal ini, orang2 asing ini kebanyakan berasal dari > negara2 persemakmuran (eks jajahan Inggris) dan mereka mengadopsi > banyak kultur Inggris, mereka terbiasa bekerja individu dan tidak > team work, mereka sangat selfish, memiliki rasa percaya diri yang > luar biasa, dan berani mencoba apapun termasuk mengerjakan sesuatu > yang bukan keahliannya sangat "eager to learn", apalagi dalam > sejarahnya Inggris menjajah negara2 mereka "secara bertanggungjawab" > berbeda dengan Belanda yang tidak mengajarkan banyak hal kepada > bangsa ini kecuali membangun Amsterdam yang megah dari hasil bumi > Indonesia dan meninggalkan masalah perilaku tidak memiliki percaya > diri karena ditanamkan stigma inlander selama 350 tahun, sehingga > perilaku ini kadang masih muncul dibeberapa generasi; "terkagum2 dan > takjub saat bertemu orang asing, bahkan dari bangsa manapun juga". > > Kedatangan saya dan team membuat suatu kondisi yang berbeda, para > expatriat ini pada awalnya berpikir kami semua sama seperti staf > lokal yang ada disana, sempat ada konflik2 kecil dengan mereka, dan > pada akhirnya mereka mulai respek kepada kami walaupun saya tahu itu > semua mereka lakukan dengan terpaksa, posisi hierarki kami yang > memiliki otoritas membuat para expatriat ini dengan terpaksa > mengikuti semua instruksi staf dari Jakarta. > > Kamipun memulai banyak hal, salahsatu tugas penting adalah membangun > rasa percaya diri staf lokal sekaligus kompetensi mereka, karena > alasan hand over pekerjaan yang ditunda2 dari para expatriat ini > kepada mereka adalah mereka tidak yakin dengan kemampuan orang2 Aceh > ini bekerja seperti mereka, PR yang lumayan berat, karena waktu yang > tersedia hanya 6 bulan ke depan dan pada saat yang bersamaan > beberapa staf lokal juga tidak perpanjang kontrak kerjanya serta > terjadi penurunan nilai gaji mereka yang standar internasional > dengan standar tanggap darurat bencana ke standar gaji nasional. > > Secara rutin kami melakukan tradisi weekly briefing setiap hari > senin pagi, suatu hal yang dulu rutin dilakukan ditempat kerja saya > yang lama, briefing ini meniru budaya kerja orang Jepang untuk > menumbuhkan team work yang lebih solid, menimbulkan kebanggaan dan > rasa percaya diri pada kelompok, serta mengidentifikasi dan mencari > solusi bersama. Karena kami yakin dengan cara seperti inilah kami > akan membuat mereka menjadi orang2 yang penuh rasa percaya diri dan > capable, program2 soft skill training juga sedang kita rancang untuk > mereka, karena kamipun tak akan lama di tempat ini, dan pada > akhirnya staf lokal yang akan menangani kantor ini. > > Berikut ini cuplikan dari salahsatu briefing perdana kami kepada > staf lokal Aceh; > > "Tugas kami ke Aceh adalah untuk menangani hand over pekerjaan dari > staff2 lokal yang selesai kontrak dan hand over pekerjaan secara > perlahan dari para expatriat yang datang dari berbagai bangsa; > Macedonia, Kenya, Pakistan, Bangladesh, Srilangka, Caribia, & Mesir. > Berbicara tentang para expatriat ini, sebetulnya tidak ada yang luar > biasa dari para expatriat ini, kenapa anda semua begitu tidak > percaya diri saat bekerja dengan mereka?, datang dari negara2 > berkembang yang beberapa malah kondisinya lebih buruk di banding > Indonesia, tapi ada satu hal yang bisa dijadikan pelajaran berharga > dari mereka; mereka begitu bangga menjadi bangsanya & memiliki > kepercayaan diri yang sangat besar, padahal di beberapa negera2 > mereka sekarang berkecamuk perang etnis, genocide dll, industri di > negara mereka juga tidak banyak, ini diketahui saat mereka > berkunjung ke Medan, terkagum2 dengan kawasan industri di sana, > korupsi sama parahnya, dan kebencian rasial menjadi perilaku > keseharian di negara2 tersebut. > > SO?, bandingkan dengan Indonesia, Dengan penduduk berjumlah lebih > dari 228 juta (sensus penduduk tahun 2000), sekitar 300 etnis hidup > damai di Indonesia dengan ratio etnis sbb: orang Jawa40.6%, Sunda > 15%, Chinese 10%, Madura 3.3%, Minangkabau 2.7%, Betawi 2.4%, Bugis > 2.4%, Banten 2%, Banjar 1.7%, dan ratusan etnis lainnya termasuk > orang Aceh dalam angka 19,9%. Lalu ada 6 pemeluk agama hidup > berdampingan; Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Tao/Konghuchu, > lihat luar biasa kan negeri ini? > > Indonesia juga memiliki banyak sumber daya alam dan potensi wisata > yang luar biasa, walau ini jadi catatan tersendiri; sumber daya alam > yang luar biasa ini tidak dikelola dengan baik akibat kesalahan > kebijakan pemerintah di masa lampau dan masih berlanjut hingga kini, > potensi wisata juga demikian, baru beberapa daerah yang menggarap > secara professional; Bali, Yogyakarta, Lombok, Toraja, lainnya belum > bergerak. > > Banyak industri besar tumbuh dan berkembang di Indonesia, baik PMA, > PMDN, BUMN, maupun UKM, walau ada catatan tersendiri dalam hal > layanan publik dan birokrasi kepada dunia usaha, yang membuat mereka > harus menanggung hidden cost yang sangat tinggi, tapi dengan kondisi > ini pebisnis2 Indonesia masih bisa mensiasatinya dan tetap bertahan. > > Demokrasi adalah anugerah terbesar bagi bangsa yang majemuk ini, > karena sejauh ini belum ada negara multi etnis lainnya di dunia > termasuk Amerika Serikat sekalipun berhasil melaksanakan demokrasi > dengan makna sesunguhnya, partisipasi pemilu warga negara sangat > tinggi antara 90% - 95% bandingkan dengan Amerika Serikat yang hanya > mencapai angka 60% saja sisanya 40% memilih jadi golput, pasca > reformasi yang menurunkan rezim Soeharto yang berkuasa 32 tahun, > bangsa ini menjadi negara paling demokratis di kawasan Asia > Tenggara, mulai dari Lurah hingga Presiden dipilih langsung oleh > rakyat, walaupun masalah money politics, parpol yang tidak kompeten > sehingga melahirkan politisi tidak berkualitas membayangi semua ini. > > perilaku korupsi dan rent seeking adalah masalah tersendiri dan PR > besar bangsa ini, sangat serius, karena akibat gencarnya publikasi, > banyak bangsa menganggap Indonesia adalah "the most corruption > country in the world", mengatasi korupsi adalah tugas mulia kita > bersama, sistem penegakkan hukum adalah otoritas pemerintah, tapi > yang paling penting adalah nawaitu dari kita semua untuk ikut > menghilangkan perilaku korupsi dan rent seeking dari lingkungan kita > terlebih dahulu. > > Dengan semua kondisi tersebut di atas, sudah sepantasnyalah kita > semua bangga menjadi bagian dari negeri yang bernama Indonesia, > jangan merasa rendah diri dan tidak yakin saat berhadapan dengan > orang asing, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan mulai saat ini > mari kita bangun etos kerja sebagai orang Indonesia yang terbiasa > bekerja secara team work dengan konsep gotong royong, tidak > mengutamakan diri sendiri tapi mengutamakan kepentingan bersama, > menjadi orang2 yang mampu menganalisa masalah dan bekerja sistematis > karena kita semua berulangkali mempelajari hal ini, lihatlah bangsa > Jepang, Korea, China serta para perantau China yang tinggal di > Indonesia, mengapa mereka maju?, karena mereka yakin dengan diri > mereka sendiri, percaya diri, bekerja keras, mau belajar, dan tidak > terlalu memperdulikan cercaan dan hinaan dari bangsa2 lain yang > ditujukan kepada mereka, sehingga akhirnya mereka menjadi bangsa > yang maju dalam ilmu, teknologi, dan ekonomi, bangsa Jepang adalah > contoh nyata, setelah hancur akibat di bom atom dan menghabiskan > anggaran perang yang begitu besar dan hampir bangkrut pasca perang > dunia II di tahun 1945, bangsa Jepang perlahan bangkit, dan 60 tahun > berlalu bangsa ini menjadi salahsatu bangsa yang makmur dan maju di > dunia. > > Nah kita bagaimana?, lebih banyak duduk terpaku dan mengamati hingga > lupa bangkit, itulah sebabnya saat orang asing datang dan bekerja > sama dengan anda2 semua mereka menjudge anda tidak capable, tapi > mulai hari ini buktikan kepada dunia siapa anda semua.... > > Kami yakin, anda semua PASTI BISA." > > Catatan dari Nanggro Aceh Darussalam > Banda Aceh, 09 Desember 2007 > > Wassalam, > Deni Danasenjaya > Islamic Relief Indonesia > Mobile No. 0811955705 > > --- End forwarded message --- > > Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!! > > http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/ > <http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/> > http://nugon19.multiply.com/journal <http://nugon19.multiply.com/journal> > > --------------------------------- > Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------------------------------------------------------ > > No virus found in this incoming message. > Checked by AVG Free Edition. > Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.17/1179 - Release Date: 09/12/2007 > 11:06 >
