Dear Teman-teman,

Saya mau sedikit sharing pengalaman di perusahaan saya, sekaligus mau nanya.

Seperti kita tahu, saat ini sedang gencar-gencarnya kampanye mengenai software 
illegal, dan pihak BSA plus polisi sedang rajin-rajinnya sweeping, baik 
sweeping beneran ataupun sekedar cari 'masukan'.

Perusahaan tempat saya bekerja juga menggunakan illegal copy dari produk 
Microsoft (OS dan Office), ya seperti juga perusahaan lain di Indonesia. Karena 
kami tahu hal itu berisiko tinggi, maka kami mencoba untuk me-legal-kan 
software kami dengan dua cara : membeli sebagian kecil Microsoft licenses (yang 
akan terpakai), dan me-migrasi-kan sebagian besar komputer ke Linux 
environment. 

Setelah melalui serangkaian ujicoba terbatas (karena masalah waktu dan 
resources), maka sekitar bulan Nov 2007, kami mencoba memigrasikan 45 komputer 
(tahap I) ke Linux, kami mempergunakan ubuntu. 
Saat installasi, ternyata sudah ada beberapa masalah yang timbul, mis : 
installasi gak bisa dijalankan karena mendadak HDD crash (padahal sebelumnya 
ok2 aja), installasi gagal karena komputer spec kerendahan, komputer terasa 
lambat banget setelah selesai diinstal. Akhirnya hanya sekitar 30 komputer yang 
berhasil diinstal dengan ubuntu plus open-office.
Ketika hari senin nya user masuk kerja dan mempergunakan komputer, 'malapetaka' 
baru muncul, seperti:
- user yang masih bingung menggunakan OS Linux dan Open Office (meskipun sudah 
ditraining)
- kinerja komputer terasa jauh lebih lambat dibandingkan sewaktu menggunakan 
Windows
- fitur-fitur OpenOffice masih jauh ketinggalan dibandingkan Ms-Office. Dan 
kebetulan user-user di perusahaan saya banyak menggunakan fitur yang cukup 
advanced di Ms-Excel, dan mereka tidak menemukannya di OpenOffice
- printing melalui printer sharing tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Akibat permasalahan yang timbul, pihak IT menjadi 'bulan-bulanan' komplain. Dan 
akhirnya proyek migrasi ini GATOT (gagal total), dan saat ini semua komputer 
telah dikembalikan ke Windows OS.

Yang menjadi permasalahan adalah pihak manajemen memiliki keterbatasan dalam 
membeli software license, sehingga tidak memungkinkan untuk melegalkan software 
di semua komputer. Di sisi lain, pihak manajemen juga merasa heran apakah tidak 
ada perusahaan lain yang berhasil migrasi ke Linux OS, dan tidak perlu membeli 
Microsoft License.

Oleh sebab itu, saya bermaksud meminta sharing dari teman-teman, bilamana di 
perusahaannya telah berhasil migrasi ke open source. Atau mungkin ada juga yang 
memiliki kiat-kiat lain dalam menangani masalah software license ini.... Share, 
please....

Thanks,

Stefanus


      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke