Ngomong2 soal performance Linux vs Windows, sepertinya memang beberapa
distro Linux sudah mulai sedikit bloated (spt Windows). 

Mungkin perlu diperjelas Linux distro mana yg high performance tapi
low on features (biasanya server-focused distro), atau yg high on
features tapi agak low performance (biasanya workstation-focused distro).

Susahnya Linux itu yah butuh admin yang bener2 jago. Kalau adminnya
kurang jago, yah gak bisa kutak-katik kernel, reconfigure, recompile, dll.

Adi
>
> Mungkin lingkungan saya agak berbeda, tapi kantor saya juga melakukan
> migrasi  yang
> sama dari Windows ke Linux.
> 
> Alasan dasarnya berbeda. Kantor saya adalah telecom manufacturer, dan
> kita migrate ke
> Linux karena hampir semua aktifitas kita dijalankan di Linux platform.
> Semua tools utama,
> seperti gcc (simulation & cross-compiler), gdb, uboot, dll. berjalan
di Linux.
> Kita memang menggunakan ms office juga, tapi hanya untuk keperluan
dokumentasi.
> 
> Prosesnya, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, maka partisi
> NTFS-nya di-
> resize, sehingga Windows hanya menggunakan ~30% dari total hard drive.
> Sisanya digunakan
> untuk Linux (ext3).
> Setelah Linux di-install, kita menggunakan virtual box (atau vmware
> kalau mau)  untuk menjalankan
> aplikasi-aplikasi Windows yang sebelumnya sudah ada di partisi kita
yang lama.
> Jadi selama proses migrasi, aplikasi-aplikasi yang hanya jalan di
> Windows dan belum ada alternatif
> lain di Linux (eg. Visio), kita menggunakan virtual box. Sisanya kita
> menggunakan Linux/open source
> alternatives.
> 
> Memang agak repot pada awalnya, mulai dari hal-hal kecil, seperti
> setup wireless network, menu shortcut,
> etc. Tapi lama-lama terbiasa juga. Malah kalau dibandingkan dengan
> Windows, performance Linux jauh
> lebih bagus.
> Yang paling saya suka dari Linux adalah configurability. Hampir semua
> komponen operating system-nya
> bisa diganti. Performance IP/TCP tidak bagus, tinggal ganti lewat
> sysctl. Performance scheduler/memory management,
> tinggal ganti lewat /proc/sys/vm. Ada bug di driver, tinggal
recompile kernel.
> 
> Kalau performance Linux-nya tidak bagus (relatif dibandingkan
> Windows), ada kemungkinan
> setting Linux-nya belum optimal. Tinggal pinter-pinter admin-nya saja
> searching di Google.
> 
> Hope that helps.
> 
> 
> KOkon.
> 
> On Jan 6, 2008 5:45 PM, Lucky <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Betul yg dibilangin bung Indra yg paling penting dari migrasi
adalah program
> >  aplikasi operasional sukses jalan di linux.
> >  agar program aplikasi operasional running di linux gunakan
wine.seperti yg
> >  saya lakukan dikantor saya. semenjak migrasi tahun 2003 sampai
sekarang
> >  program aplikasi sukses running di linux Debian.
> >  program using VB,PB,delphi running di linux using wine.
> >
> >  Salam
>


Kirim email ke