Comments inline... On Jan 14, 2008 10:52 PM, Nugroho Laison <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Di sisi lain, ada beberapa perusahaan enggan memberikan kompensasi, reward > ataupun penghargaan secara cuma-cuma, apalagi dalam bentuk nominal (baca: > uang) tanpa ada suatu `return` yang bermanfaat bagi perusahaan, terlebih > bila penghargaan selalu diberikan dalam bentuk uang, banyak yang menilai > cenderung `kurang mendidik` L .
Isn't it a wrong reason to learn something? Jika kita ingin belajar sesuatu hanya karena perusahaan memberikan penghargaan, what will be the point? Saya akan memberikan reward pada employee apabila mereka bisa meningkatkan produktifitas mereka. Apabila untuk itu employee merasa perlu untuk mendapatkan training, sure go ahead. Tapi saya tidak akan memberikan reward pada employee, just because he has learned something new/cool. It's just a wishful thinking. Berdasarkan pengalaman, untuk mendapatkan hasil yang optimal dari training, pertama-tama kita harus membaca materinya terlebih dahulu. Spend about a week to a month. Cari tahu di mana problem-nya, apa saja yang kita tidak mengerti, etc. Setelah itu kita harus membuat list, pertanyaan apa saja yang akan ditanyakan ke pengajar. Cara ini selain mempersiapkan diri kita supaya tidak terlalu "disconnected" dengan si pengajar, juga bisa menggunakan waktu belajar seoptimum mungkin. Apalagi training-training sekarang biasanya di-compress dalam waktu 1-2 hari. Kita harus memastikan bahwa kita menanyakan sesuatu yang "berguna", dan tidak membuang-buang waktu si pengajar dan kita sendiri. KOkon.
