Halo Binusian,

barusan lagi baca kompas nemu link ini tentang modus
penculikan mahasiswa binus.. ternyata memang nyata
udah ada yang kena culik tapi memang tidak mau lapor..

Lebih baik memang mencegah, dan sering kasih nasihat
aja sama tetangga / ponakan atau kenalan yang masih
sekolah / kuliah.. termasuk tindakan yang diperlukan 
seandainya merasa ada yang ngikutin dan perasaaan ngak
enak karena diikutin orang tak dikenal.. 

http://forum.kompas.com/showthread.php?p=8851#post8851

Kisah nyata penculikan mahasiswa binus. 

--------------------------------------------

Penuturan korban penculikan mahasiswa binus

Baru baru ini, Sempat terjadi berita heboh tentang
penculikan yang terjadi pada mahasiswa Bina nusantara
yang terjadi disaat mahasiswa tersebut sedang pulang
menuju rumahnya dengan bus, saya agak congkang ketika
membaca koran tersebut, bagaimana bisa seorang
mahasiswa yang tentunya dari segi usia memiliki
tingkat kepintaran dari pada anak sekolah dasar
ataupun sekolah menengah lanjutan bisa diculik??.

Memang agak lucu untuk membayangkan bagaimana kasus
ini bisa terjadi, dan hebatnya kenapa bisa mahasiswa
tersebut diculik? Emangnya dia ditawarkan dan dirayu
apa hingga mau aja ikut dengan si penculik. Kalau anak
kecil mungkin ditawarkan main games sudah biasa lalu
diculik, ataupun diculik disaat pulang sekolah oleh
penculik yang notabane memiliki kemampuan untuk
menculik. Karena dari segi tenaga si penculik pasti
punya power lebih besar ataupun rayuan rayuan maut
yang membuat si korban terhanyut dan ikut dengan si
penculik.

Kasus mahasiswa ini memang bukan hal pertama yang
terjadi dan yang terjadi kali ini mungkin sangat heboh
sehingga membuat kita berpikir bagaimana cara si
penculik itu melakukan penculikan. Dari berita koran
didapatkan sikorban di cegat dijalan lalu dipaksa
untuk ikut dengan penculik ke suatu tempat dan
akhirnya terjerat dalam alur rencana mereka.
Pertanyaan saya kok si korban ga teriak aja pas
dicegat gitu? Apalagi yang diculik itu laki laki? Hm..
pertanyaan sulit dijawab ya.

Akhirnya saya mendapatkan sendiri sebuah kasus yang
terjadi pada salah satu tetangga saya yang juga kuliah
di Universitas bina nusantara. Dan untungnya
penculikan yang terjadi terhadap dia tidak berakibat
dengan pemukulan ataupun keadaan fatal yang terjadi
pada kasus sebelumnya dibawah kesuatu tempa dan
dibuang. Sebut saja namanya Fernando, ia punya
kebiasaan pulang dan pergi ke kampus bersama dengan
teman temannya yang searah dalam perjalanan bus menuju
kampus di Jembatan tiga, Jakarta barat.

Namun ketika hendak pulang dari kampus, ntah karena
suatu alasan yang tak jelas, Fernando memutuskan untuk
pulang sendiri dan biasanya tidak terjadi apa apa.
Kali ini ketika ia sedang melakukan pergantian bus di
sekitar halte Ciputra menuju grogol. Terlihat 5 orang
yang berwajah tidak seperti penculik mengikuti dia
disaat sedang menunggu di halte tersebut. Fernando
yang sedang asyik menunggu didatangin oleh kelima
orang tersebut dengan bergerombol.

“Eh, lo yang gebukin temen gua ya?” tanya salah satu
kelompok dengan wajah serius

Fernando hanya terdiam bingung dengan pertanyaan
tersebut. kemudian rekan kelompok tersebut mulai
menjalan rencana mereka setelah melihat si korban agak
ketakutan.

“Eh, jawab lo yang mukulin temen gua yang tinggal di
Grogol kan!” tanya salah satu rekan dan membuat korban
ketakutan dengan setengah mengacam
“Nggak kok..!” jawab Fernando 
“Uda deh lo ngaku aja., kalau ga kita laporin lo ke
polisi!” ancam rekan kelompok lain
“Sumpah gua ga gebukin siapa siapa!” ujar korban
semakin ketakutan karena mereka mulai terlihat bermain
fisik dengan menarik baju korban
“Ngaku aja deh, lo.. !” teriak rekan keempat kelompok
tersebut
“Sumpah, bang.. gua ga gebukin sapa sapa. Gua baru
pulang dari kampus!”

Ketika melihat korbannya semakin panik , terlebih
beberapa orang yang sedang menunggu bus juga melihat
permasalahan tersebut sebagai konflik pribadi , orang
orang sekitar korban ya tidak mau ikut campur.
Kemudian orang terakhir dari komplotan tersebut
bertindak lebih baik dari keempat lainnya.

“Mas, kalau emang mas ga gebukin teman saya, Mas
mending ikut saya aja. Saya jamin mereka ga akan
laporin Mas ke Polisi. !”
“Tapi gua bener bener ga mukulin siapa siapa!”|
“Iya saya tau, makanya saya bilang kalau Mas emang ga
merasa gebukin , ya jangan takut buat ikut. Toh kalau
ga salah ya Mas tunjukkin dong ke mereka kalau bukan
Mas yang gebukin!”
“Iya, ikut aja loh,. Buktiin ke kita lo ga gebukin
teman gua!!” ujar orang pertama yang sangar dalam
kelompok tersebut.

Fernando mulai merasa perlu membuktikan kalau dia
memang tidak memukul siapa-siapa dalam kasus ini.
Terlebih ada jaminan salah satu kelompok mereka kalau
Fernando akan dilindungi olehnya. Dan termakanlah
korban terhadap rencana mereka. Dan akhirnya korban
ditarik ikut dalam kelompok mereka menaiki sebuah bus
menuju ke arah pasar minggu. Di sepanjang perjalanan
menuju tempat yang penculik katakan si korban terus
dirayu oleh salah satu anggota yang berlaku sebagai
penyelamat dengan kata kata untuk tidak perlu takut
dengan mereka. 

Tujuannya jelas supaya si korban tidak kabur dan
berteriak minta tolong. Terlebih kelima penculik itu
mulai bersikap baik dengan berpura pura mengajak
cerita kalau temannya yang dikeroyok kini sedang
terluka parah di rumah. Rencana berlanjut ketika
mereka turun di sebuah kawasan pasar minggu dan si
penculik mengajak korban untuk memasuki sebuah kawasan
sepi dan berhenti. Fernando mulai menaruh curiga
terhadap mereka karena mengajak terus berjalan tanpa
arah.

Akhirnya ketika suasana sepi. Mereka berhenti . kelima
orang itu mulai memegangi semua tangan dan mengambil
semua isi tas, dompet dan barang barang berharga dari
korban. Fernando mulai menyadari kelima orang ini
adalah kriminal. Belum puas sampai disana. Korban
memukuli Fernando dan memaksa Fernando untuk segera
menghubungi orang tua di rumahnya untuk meminta
tembusan agar ia selamat. Karena ketakutan Fernando
pun menelepon Ayahnya.

“Pa, Fernando diculik sama orang ga dikenal, mereka
minta tembusan 25 juta. “ ujar Fernando ketakutan dan
awalnya sang Ayah pikir bercanda hingga penculik mulai
bicara dengan kasar
“Kalau lo mau anak lo selamat kirim duit ke rekening
dia sekarang sebesar 25 juta., jangan lapor polisi
atau gua kebiri anak lo!”

Tujuan si penculik emang licik. Dia sengaja meminta
transfer di lakukan kepada rekening korban dan diambil
melalui Atm korban. Sehingga tidak ada bukti rekening
dari salah satu penculik yang bisa dilacak oleh
Polisi. Keluarga korban mulai cemas, orang tua korban
bukanlah dari keluarga kaya sehingga mereka pun
menawarkan membayar 10 juta untuk mengembalikan anak
mereka.

Karena kelima penculik ini masih kurang terencana
dengan baik. Mereka pun setuju dengan syarat keluarga
korban tidak melapor ke Polisi. Keluarga menepati
janji untuk transfer dan setelah memastikan uang itu
dikirim. Kelompok penculik mengirim salah satu rekan
untuk ke Bank untuk mengambil uang, tentunya setelah
mendapatkan password asli dari korban. Uang diambil
dengan menyisakan angka minimal di Kartu Atm. 

Penculik mulai puas dengan uang yang mereka dapatkan.
Dan akhirnya Fernando beruntung karena sungguh
dilepaskan di sebuah jalan dengan memberikan uang
sepuluh ribu untuk ongkos pulang. Dengan keadaan
trouma dan ketakutan Fernando pulang kerumah dengan
sambutan sukacita dari keluarganya. Keluarga tidak
melapor hal tersebut kepada Polisi karena mereka masih
awan dengan urusan kepolisian. Begitulah cerita
singkat nyata dari Fernando yang ia tuturkan kepada
saya.

Dari sini saya menilai. Ternyata penculik mempunyai
trik trik yang pintar untuk membuat korban ikut dalam
rencana mereka. Kasus ini benar benar membuat saya
menjadi waspada terhadap adik saya yang juga kuliah di
universitas tersebut. mungkin sasaran mereka adalah
orang orang yang mereka pikir dapat dikelabuhi dan
pastinya menaiki angkot. Dan semoga saja dari
pengalaman tersebut, pembaca sekalian dapat menarik
kesimpulan keadaan disaat mengalami hal tersebut.

Yang mengherankan hingga tulisan ini dimuat polisi
belum juga berhasil menangkap komplotan yang mungkin
jumlahnya ribuan tersebar di kota kota besar. Huih..





      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

Kirim email ke