kalo gw pernah juga, tapi satu orang di jembatan bendungan hilir. udah
lama kejadiannya (waktu masih kuliah mungkin taon 1998-2000).
ternyata trick ini masih di pakai juga, waktu itu gw sempet agak kecut juga.

Tapi karena gw pikir gw ngga salah ngga bilang ngga, terus dia masih
sok galak, untungnya itu waktu siang, dan banyak orang, gw juga agak
percaya diri sedikit.

 gw bilang gw bukang orang yg elo maksud (persis seperti cerita Ang
Budi, dia bilang gw persis ama org yg gebukin temennya). maksa2 gitu,
gw agak maksa2 kabur juga, terus ngomong dengan agak suara kencang,
biar org pada tau (pedagang K-5 dan org2 yg lalu lalang).

gw bilang temen gw nungguin gw, temen gw tuh polisi, gw ngga tau kalo
dia percaya apa ngga (emang gw pikirin), cuman buat bluff dia juga...
terakhir masih maksa juga dia, gw tinggal aja dia ngomong sendiri (gw
juga agak kecut juga kalo dia ngikutin juga, kalo2 dia mau mukul gw).

tapi untungnya ngga, bluff against bluff, sometimes it works,
sometimes it doesnt. just dont be panic, while u are listening to what
he said, at the same time, find way what u have to do. You have to be
careful with this kind of people before or after give reaction.

tukang ojek and kaki 5 ada untungnya juga meskipun bikin jakarta
semwarut!! we should thank them sometimes :)
that's called YIN and YANG, everything in this world has positive and
negative ;)

cheers,
me





2008/2/24 Ang Budi <[EMAIL PROTECTED]>:
> wah gw besyukur banget sama Tuhan gw dulu pernah ngalamin gini tapi
> untungnya gw ga mau ikut kejadian nya di glodok waktu itu gw lagi cari
> cd program, persis kayak gini bilang gw gebukin anak bos mereka, gw
> bilang bukan mereka bilang cirinya sama persis sama gw.. mereka maksa gw
> ikut mereka untuk ngebuktiin... wah sama persis yah.. tapi untungnya gw
> ga mau ikut, dia orang maksa terus sama persis nih.. ada yang bela bela
> in sok ngebaek baek in tapi gw mati matian ga mau, gw bilang gw ga
> merasa kalau mau urusan bawa aja anak nya sama bos nya ke kantor polisi
> kita urus bareng di sana, ada setengah jam gw di paksa dengan berdebat
> debat tapi gw cuekin aja sambil lari ke arah pos satpam, agak ngeri juga
> sih takut pulang di tungguin, akhirnya gw masuk toko komputer kebetulan
> kenal karena langganan en akhirnya gw pulang bareng dia sore itu, wah
> Puji Tuhan bangetttttt.. kalo ga gw dah diculik kali yah... gw yakin ini
> cerita nyata karena gw sendiri "hampir jadi korbannya"
>
>
> >
> >
> > Penuturan korban penculikan mahasiswa binus
> >
> > Baru baru ini, Sempat terjadi berita heboh tentang
> > penculikan yang terjadi pada mahasiswa Bina nusantara
> > yang terjadi disaat mahasiswa tersebut sedang pulang
> > menuju rumahnya dengan bus, saya agak congkang ketika
> > membaca koran tersebut, bagaimana bisa seorang
> > mahasiswa yang tentunya dari segi usia memiliki
> > tingkat kepintaran dari pada anak sekolah dasar
> > ataupun sekolah menengah lanjutan bisa diculik??.
> >
> > Memang agak lucu untuk membayangkan bagaimana kasus
> > ini bisa terjadi, dan hebatnya kenapa bisa mahasiswa
> > tersebut diculik? Emangnya dia ditawarkan dan dirayu
> > apa hingga mau aja ikut dengan si penculik. Kalau anak
> > kecil mungkin ditawarkan main games sudah biasa lalu
> > diculik, ataupun diculik disaat pulang sekolah oleh
> > penculik yang notabane memiliki kemampuan untuk
> > menculik. Karena dari segi tenaga si penculik pasti
> > punya power lebih besar ataupun rayuan rayuan maut
> > yang membuat si korban terhanyut dan ikut dengan si
> > penculik.
> >
> > Kasus mahasiswa ini memang bukan hal pertama yang
> > terjadi dan yang terjadi kali ini mungkin sangat heboh
> > sehingga membuat kita berpikir bagaimana cara si
> > penculik itu melakukan penculikan. Dari berita koran
> > didapatkan sikorban di cegat dijalan lalu dipaksa
> > untuk ikut dengan penculik ke suatu tempat dan
> > akhirnya terjerat dalam alur rencana mereka.
> > Pertanyaan saya kok si korban ga teriak aja pas
> > dicegat gitu? Apalagi yang diculik itu laki laki? Hm..
> > pertanyaan sulit dijawab ya.
> >
> > Akhirnya saya mendapatkan sendiri sebuah kasus yang
> > terjadi pada salah satu tetangga saya yang juga kuliah
> > di Universitas bina nusantara. Dan untungnya
> > penculikan yang terjadi terhadap dia tidak berakibat
> > dengan pemukulan ataupun keadaan fatal yang terjadi
> > pada kasus sebelumnya dibawah kesuatu tempa dan
> > dibuang. Sebut saja namanya Fernando, ia punya
> > kebiasaan pulang dan pergi ke kampus bersama dengan
> > teman temannya yang searah dalam perjalanan bus menuju
> > kampus di Jembatan tiga, Jakarta barat.
> >
> > Namun ketika hendak pulang dari kampus, ntah karena
> > suatu alasan yang tak jelas, Fernando memutuskan untuk
> > pulang sendiri dan biasanya tidak terjadi apa apa.
> > Kali ini ketika ia sedang melakukan pergantian bus di
> > sekitar halte Ciputra menuju grogol. Terlihat 5 orang
> > yang berwajah tidak seperti penculik mengikuti dia
> > disaat sedang menunggu di halte tersebut. Fernando
> > yang sedang asyik menunggu didatangin oleh kelima
> > orang tersebut dengan bergerombol.
> >
> > "Eh, lo yang gebukin temen gua ya?" tanya salah satu
> > kelompok dengan wajah serius
> >
> > Fernando hanya terdiam bingung dengan pertanyaan
> > tersebut. kemudian rekan kelompok tersebut mulai
> > menjalan rencana mereka setelah melihat si korban agak
> > ketakutan.
> >
> > "Eh, jawab lo yang mukulin temen gua yang tinggal di
> > Grogol kan!" tanya salah satu rekan dan membuat korban
> > ketakutan dengan setengah mengacam
> > "Nggak kok..!" jawab Fernando
> > "Uda deh lo ngaku aja., kalau ga kita laporin lo ke
> > polisi!" ancam rekan kelompok lain
> > "Sumpah gua ga gebukin siapa siapa!" ujar korban
> > semakin ketakutan karena mereka mulai terlihat bermain
> > fisik dengan menarik baju korban
> > "Ngaku aja deh, lo.. !" teriak rekan keempat kelompok
> > tersebut
> > "Sumpah, bang.. gua ga gebukin sapa sapa. Gua baru
> > pulang dari kampus!"
> >
> > Ketika melihat korbannya semakin panik , terlebih
> > beberapa orang yang sedang menunggu bus juga melihat
> > permasalahan tersebut sebagai konflik pribadi , orang
> > orang sekitar korban ya tidak mau ikut campur.
> > Kemudian orang terakhir dari komplotan tersebut
> > bertindak lebih baik dari keempat lainnya.
> >
> > "Mas, kalau emang mas ga gebukin teman saya, Mas
> > mending ikut saya aja. Saya jamin mereka ga akan
> > laporin Mas ke Polisi. !"
> > "Tapi gua bener bener ga mukulin siapa siapa!"|
> > "Iya saya tau, makanya saya bilang kalau Mas emang ga
> > merasa gebukin , ya jangan takut buat ikut. Toh kalau
> > ga salah ya Mas tunjukkin dong ke mereka kalau bukan
> > Mas yang gebukin!"
> > "Iya, ikut aja loh,. Buktiin ke kita lo ga gebukin
> > teman gua!!" ujar orang pertama yang sangar dalam
> > kelompok tersebut.
> >
> > Fernando mulai merasa perlu membuktikan kalau dia
> > memang tidak memukul siapa-siapa dalam kasus ini.
> > Terlebih ada jaminan salah satu kelompok mereka kalau
> > Fernando akan dilindungi olehnya. Dan termakanlah
> > korban terhadap rencana mereka. Dan akhirnya korban
> > ditarik ikut dalam kelompok mereka menaiki sebuah bus
> > menuju ke arah pasar minggu. Di sepanjang perjalanan
> > menuju tempat yang penculik katakan si korban terus
> > dirayu oleh salah satu anggota yang berlaku sebagai
> > penyelamat dengan kata kata untuk tidak perlu takut
> > dengan mereka.
> >
> > Tujuannya jelas supaya si korban tidak kabur dan
> > berteriak minta tolong. Terlebih kelima penculik itu
> > mulai bersikap baik dengan berpura pura mengajak
> > cerita kalau temannya yang dikeroyok kini sedang
> > terluka parah di rumah. Rencana berlanjut ketika
> > mereka turun di sebuah kawasan pasar minggu dan si
> > penculik mengajak korban untuk memasuki sebuah kawasan
> > sepi dan berhenti. Fernando mulai menaruh curiga
> > terhadap mereka karena mengajak terus berjalan tanpa
> > arah.
> >
> > Akhirnya ketika suasana sepi. Mereka berhenti . kelima
> > orang itu mulai memegangi semua tangan dan mengambil
> > semua isi tas, dompet dan barang barang berharga dari
> > korban. Fernando mulai menyadari kelima orang ini
> > adalah kriminal. Belum puas sampai disana. Korban
> > memukuli Fernando dan memaksa Fernando untuk segera
> > menghubungi orang tua di rumahnya untuk meminta
> > tembusan agar ia selamat. Karena ketakutan Fernando
> > pun menelepon Ayahnya.
> >
> > "Pa, Fernando diculik sama orang ga dikenal, mereka
> > minta tembusan 25 juta. " ujar Fernando ketakutan dan
> > awalnya sang Ayah pikir bercanda hingga penculik mulai
> > bicara dengan kasar
> > "Kalau lo mau anak lo selamat kirim duit ke rekening
> > dia sekarang sebesar 25 juta., jangan lapor polisi
> > atau gua kebiri anak lo!"
> >
> > Tujuan si penculik emang licik. Dia sengaja meminta
> > transfer di lakukan kepada rekening korban dan diambil
> > melalui Atm korban. Sehingga tidak ada bukti rekening
> > dari salah satu penculik yang bisa dilacak oleh
> > Polisi. Keluarga korban mulai cemas, orang tua korban
> > bukanlah dari keluarga kaya sehingga mereka pun
> > menawarkan membayar 10 juta untuk mengembalikan anak
> > mereka.
> >
> > Karena kelima penculik ini masih kurang terencana
> > dengan baik. Mereka pun setuju dengan syarat keluarga
> > korban tidak melapor ke Polisi. Keluarga menepati
> > janji untuk transfer dan setelah memastikan uang itu
> > dikirim. Kelompok penculik mengirim salah satu rekan
> > untuk ke Bank untuk mengambil uang, tentunya setelah
> > mendapatkan password asli dari korban. Uang diambil
> > dengan menyisakan angka minimal di Kartu Atm.
> >
> > Penculik mulai puas dengan uang yang mereka dapatkan.
> > Dan akhirnya Fernando beruntung karena sungguh
> > dilepaskan di sebuah jalan dengan memberikan uang
> > sepuluh ribu untuk ongkos pulang. Dengan keadaan
> > trouma dan ketakutan Fernando pulang kerumah dengan
> > sambutan sukacita dari keluarganya. Keluarga tidak
> > melapor hal tersebut kepada Polisi karena mereka masih
> > awan dengan urusan kepolisian. Begitulah cerita
> > singkat nyata dari Fernando yang ia tuturkan kepada
> > saya.
> >
> > Dari sini saya menilai. Ternyata penculik mempunyai
> > trik trik yang pintar untuk membuat korban ikut dalam
> > rencana mereka. Kasus ini benar benar membuat saya
> > menjadi waspada terhadap adik saya yang juga kuliah di
> > universitas tersebut. mungkin sasaran mereka adalah
> > orang orang yang mereka pikir dapat dikelabuhi dan
> > pastinya menaiki angkot. Dan semoga saja dari
> > pengalaman tersebut, pembaca sekalian dapat menarik
> > kesimpulan keadaan disaat mengalami hal tersebut.
> >
> > Yang mengherankan hingga tulisan ini dimuat polisi
> > belum juga berhasil menangkap komplotan yang mungkin
> > jumlahnya ribuan tersebar di kota kota besar. Huih..
> >
> > __________________________________________________________
> > Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
> > http://www.yahoo.com/r/hs <http://www.yahoo.com/r/hs>
>
> >
> >
>
>
>
> "We cannot all do great things.But we can do small things
> with great love." - Mother Teresa
> ---------------------------------------------------------
>
> BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
> Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar
>
> Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED]
> Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED]
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

Kirim email ke