Pengalaman pribadi pake HSBC.
Setiap kali transaksi via internet (bukan gesek fisik kartu di merchant)
pasti akan selalu di hubungi, tidak peduli berapapun jumlah nya.
Malah temen ada yang secara tidak sengaja memasukkan informasi kartu
kredit (BCA) ke dalam account paypal.
Saat terjadi fraud, malah gak di telponin oleh BCA. 

Ada "orang dalam" Bank, bisa konfirmasi bagaimana flow / SOP untuk
verifikasi transaksi ? Random atau selalu atau tergantung bank nya ?

biar kita semua lebih "smart" transaksi online dg kartu kredit


Sayuti Chow
---------------------------------------
http://says-story.blogspot.com


-----Original Message-----
From: Agus Irawan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Subject: RE: [BinusNet] Penanganan Transaksi Tidak Wajar, Citibank vs
BCA


Kayanya tetap mendingan pake CC deh daripada Debit Card.
Kalo Debit Card khan uangnya langsung ke potong, sedangkan CC masih
ada kemungkinan di batalkan.

Pengalaman dengan Citibank sendiri,
pernah transaksi 2.5 juta langsung ditelponin dalam 3 menit abis digesek
(limitnya 12 juta),
Eh pas transaksi 6 juta GAK DI TELPON (limit 20 juta).
Terakhir transaksi 11 juta juga gak ditelepon.

Yah mungkin mereka cuma merandom, transaksi2 yang gak wajar.
Misalnya Belum pernah transaksi jutaan, lalu tiba2 ada transaksi jutaan.
Itu yang didahulukan untuk ditelpon.

> To: [email protected]
> From: [EMAIL PROTECTED]
> Date: Wed, 27 Aug 2008 00:12:10 -0700
> Subject: Re: [BinusNet] Penanganan Transaksi Tidak Wajar, Citibank vs
BCA
> 
> Yup...makanya sampai sekarang g gak gitu niat apply CC. So far yg g
punya cman MEGA dan BCA tambahan doank, dan itu pun iseng2 g pas apply
mega asal2an ternyata diapprove. Beberapa kasus yg serupa tapi tak sama
sering kejadian dengan orang-orang sekeliling g. Teman g pernah ditagih
untuk biaya keterlambatan yang notabene seharusnya tidak ada dan
sebenarnya untuk BCA pun teman kos g ada 1 kejadian yang bikin dia kesel
banget karena tagihan gak pernah datang, tanpa keterlambatan pun selalu
ditagih keterlambatan. Teman g yang lain lagi juga pakai BCA, dia ada
biaya rutin bulanan yang dibayar lewat CC BCA dan pembayaran CC nya
autodebet dari rekening BCAnya, tapi setiap kali pemotongan dari BCA nya
sendiri selalu terlambat dan dikenakan biaya keterlambatan, dan dia
musti selalu telpon bt komplen ke BCAnya dan baru dikreditkan lagi di
bulan depannya tapi lucunya bulan depannya ada biaya keterlambatan lagi
dan musti komplen lagi. 
> Klo yg CITIBANK, teman sekantor g pernah marah2 gara2 ditagihkan
sesuatu yang seharusnya sudah clear tidak ada. Pada saat dinas ke Manado
dan cek in hotel kan biasa diminta jaminan CC dan dikasi tuh. Pas cek
out kan akan dicek dulu ada charge extra apa ga untuk isi room, dan di
depan kasir sudah fix dibilang tidak ada charge tambahan dan invoice
sudah disobek di depan teman g. Eh, ternyata di tagihannya ada
ditambahin charge minum apaa gitu. Emang sih harganya gak seberapa. Tapi
begitu komplen ke CITIBANK, mereka ngotot memang ada tapi pas diconfirm
lagi ke hotel itu tidak ada.
> Yah...ribet lah menurut g klo yg namanya CC. Seru promonya tapi bete
di belakang biasanya.
> 
> 
> Tiw² ~
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: Alexander Warman <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[email protected]
> Sent: Wednesday, August 27, 2008 12:43:54 PM
> Subject: [BinusNet] Penanganan Transaksi Tidak Wajar, Citibank vs BCA
> 
> 
> Sumber : http://www.kompas. com/suratpembaca /read/2019
> 
> Citibank
> Penanganan Transaksi Tidak Wajar, Citibank VS BCA
> Selasa, 26 Agustus 2008 | 00:27 WIB
> 
> Saya merupakan pelanggan kartu kredit Visa terbitan Citibank mulai
tahun 
> 2004, dan juga pelanggan kartu kredit Mastercard terbitan BCA mulai
tahun 
> 2006. Limit kartu Citibank saya 12 juta rupiah, sementara BCA 10 juta 
> rupiah.
> 
> Baru-baru ini saya mengalami kejadian yang sangat tidak menyenangkan
dengan 
> Citibank. Begini kronologisnya:
> 
> 26 Juli 2008: Saya belanja account online di www.footstar. org
menggunakan 
> merchant dari Globalcollect dengan transaksi senilai 14,95 Euro atau
dikurs 
> Indonesia senilai Rp 212,655.65 (212 ribu 655 rupiah 65 sen). Awalnya
saya 
> menggunakan kartu BCA tapi ditolak oleh sistem. Kemudian saya mencoba 
> melakukan transaksi dengan kartu Citibank dan kali ini berhasil.
> 
> 28 Juli 2008: Pagi-pagi saya dapat telepon dari Bpk. Budi dari BCA.
Saya 
> diinformasikan ada transaksi tidak wajar senilai 21 juta rupiah, dan
apakah 
> benar saya melakukan transaksi sebesar itu? Saya menyatakan tidak ada 
> melakukan transaksi senilai 21 juta, dan kemudian dari pihak BCA
langsung 
> cancel transaksi tersebut, dan Bpk. Budi meminta saya untuk
menggunting 
> kartu lama, dan BCA akan mengirimkan kartu baru, bebas biaya. Masalah
pun 
> selesai. Setelah menutup telepon dari BCA saya langsung menghubungi
pihak 
> Citibank karena takut ada kejadian yang sama, dan dengan Citi Phone
Officer 
> saya klarifikasikan beberapa poin sebagai berikut:
> 
> 1.. Apakah ada Transaksi tidak wajar senilai 21 juta rupiah juga? 
> Jawabannya tidak ada. Transaksi terakhir hanya senilai 212,655 rupiah.
> 2.. Saya tanyakan apakah pihak Citibank mempunyai divisi untuk
klarifikasi 
> transaksi tidak wajar kepada nasabah terlebih dahulu seperti yang
dilakukan 
> oleh BCA? Jawabannya ada. Saya pun merasa lega.
> 4 Agustus 2008: Menjelang jam 7 malam saya belanja di Taman Anggrek
dan 
> membayar dengan kartu Citibank, tapi ditolak oleh sistem. Setelah itu
saya 
> telepon pihak Citibank, dan berbicara dengan Ibu Grace. Saya tanyakan
kenapa 
> kartu saya ditolak, saya diinformasikan kalau kartu saya sudah diblok
karena 
> over limit hingga 22 juta rupiah. Kaget sekali karena saya merasa
tidak 
> pernah melakukan transaksi besar pada bulan berjalan.
> 
> Saya minta dibacakan transaksi terakhir saya dan ternyata muncul
transaksi 
> tertanggal 26 Juli senilai 21,265,565 (21 juta rupiah 265 ribu 565
rupiah). 
> Saya kaget sekali, kemudian saya minta Ibu Grace memeriksa telepon
saya 
> tanggal 28 Juli karena saya sudah antisipasi takut kejadian sama di
BCA 
> terulang di Citibank, yang ternyata kejadian.
> 
> Saya minta kepada Ibu Grace untuk membatalkan transaksi tersebut
karena saya 
> tidak melakukannya, tapi dijawab transaksi tersebut sudah dibayarkan
oleh 
> Citibank, jadi tidak bisa dibatalkan. Saya tanya kenapa tidak ada 
> klarifikasi terlebih dahulu, jawabannya Citibank tidak harus
klarifikasi 
> kepada customer. Ibu Grace malah menyalahkan saya kemungkinan besar
saya 
> yang salah input nominal, dan saya juga diminta untuk langsung
menghubungi 
> pihak Merchant.
> 
> Menyadari mungkin karena jam transisi antar shift, dan Ibu Grace yang
sudah 
> lelah dan saya yang sedang panik, saya memutuskan untuk telepon
kembali 
> pukul 11 malam. Kali ini saya berbicara dengan Pak Awan. Saya minta
itikad 
> baik dengan Pak Awan untuk sama-sama selesaikan masalahnya, dan saya
diminta 
> untuk nantinya mengisi formulir komplain.
> 
> 5 Agustus 2008: Saya datang ke kantor Citibank dan kali ini dibantu
oleh Ibu 
> Luisa. Saya diminta mengisi dan menandatangani sebuah dokumen. Saya
juga 
> menyertakan invoice dari merchant yang seharusnya Rp 212,655.65 bukan
Rp 
> 21,265,565. Dari Ibu Luisa juga saya dapat informasi seharusnya hal
seperti 
> ini tidak terjadi karena batas over limit biasanya berada di ambang
10%. 
> Diatas itu harusnya kartu sudah di blok dan nasabah diinformasikan.
> 
> Pada kasus saya over limit terjadi hampir 100% hanya dalam 1 transaksi
dan 
> herannya dibayarkan oleh Citibank. Saya minta penggantian kartu karena
takut 
> nomor lama kejadian hal yang sama, dan saya dikenakan biaya 50 ribu
rupiah. 
> Beberapa hari kemudian saya ditelepon Ibu Luisa dan diinformasikan
sudah 
> dibantu-proseskan.
> 
> 14 Agustus 2008: Saya berangkat ke luar kota, ke pulau Belitung.
Selama 3 
> hari disana saya ditelepon 2 kali oleh pihak Citibank bagian
Penagihan. Saya 
> pikir ini hanya kesalahan antar divisi jadi saya sabar-sabar saja.
Sepulang 
> ke Jakarta saya telepon Ibu Luisa dan Ibu Luisa minta maaf, dan
membenarkan 
> ini hanya masalah kesalahan informasi antar divisi, dan masalah saya
sudah 
> selesai, selisih nominal sudah dikreditkan kembali. Saya pun lega.
> 
> 25 Agustus 2008: Selang tanggal 14 Agustus hingga 25 Agustus saya
menerima 3 
> surat dari Citibank. Dua surat pertama saya abaikan karena isinya
meminta 
> dokumen kepada saya, yang mana sudah saya serahkan langsung kepada Ibu
Luisa 
> di tempat. Tapi surat ketiga yang tiba siang ini, nadanya sudah tidak 
> mengenakkan. Tanggal surat adalah 22 Agustus, tiba di saya tanggal 25 
> Agustus. Dalam surat tersebut saya diberi waktu 5 hari untuk
membereskan 
> dokumen, jika tidak saya akan dikenakan tagihan 21 juta tersebut
beserta 
> bunga.
> 
> Saya pun lekas menelepon Citibank kali ini saya berbicara dengan Pak 
> Leonardo. Saya minta disambungkan dengan Ibu Luisa, tapi beliau
sedang 
> online. Oleh Pak Leonardo saya diberikan informasi kalau masalah saya
sudah 
> selesai, tapi selang beberapa waktu Pak Leonardo juga menjadi tidak
yakin.
> 
> Saya minta disambungkan kepada Ibu Luisa, dan oleh Ibu Luisa juga
saya 
> diberi informasi itu adalah kesalahan dari sistem. Tapi tidak lama
kemudian 
> Ibu Luisa sendiri menjadi tidak yakin, dan menelepon saya bahwa masih
ada 1 
> dokumen yang harus saya tanda-tangani. Saya pun minta dikirimkan via
faks. 
> Dan sangat kaget ketika menerima faks, ternyata dokumen yang harus
saya isi 
> tersebut sama persis dengan dokumen yang saya isi di kantor Citibank 
> tertanggal 5 Agustus 2008.
> 
> Lantas dalam 20 hari ini, kasus saya kembali ke kondisi awal. Malamnya
saya 
> telepon Citibank kembali, hanya saja Ibu Luisa sudah pulang kantor.
Saya 
> dibantu oleh Pak Evans, tapi sambungan telepon terputus setelah 20
menit. 
> Setelah itu saya dibantu oleh Pak Gilang, dan kali ini saya dapat
informasi 
> kalau kasus saya baru akan diinvestigasikan. Kekecewaaan saya sangat
besar 
> terhadap Citibank.
> 
> Kalau dibandingkan dengan BCA yang notabene Bank lokal, penanganan
terhadap 
> masalah yang sama ini terasa sangat berbeda. Head to head.
> 
> BCA:
> 
> 1.. Selesai dalam 1 hari
> 2.. Saya tidak perlu repot menandatangani apapun, dan saya tidak
perlu 
> dalam kondisi berhutang
> 3.. Tidak ada biaya pengantian kartu.
> 4.. Semua masalah dengan merchant ditangani oleh BCA.
> CITIBANK:
> 
> 1.. Sudah 1 bulan dari tanggal transaksi dan saya kembali ke kondisi
awal 
> dimana baru masuk ke tahap investigasi, dan saya masih dalam kondisi
was-was 
> karena masalahnya belum jelas apakah saya harus membayar nominal
tersebut 
> atau tidak.
> 2.. Saya tidak dinotifikasi apapun sesuai janji. Apa gunanya over
limit 
> jika tagihan 100% lebih dalam 1 transaksi juga dibayarkan begitu saja
tanpa 
> konfirmasi terlebih dahulu? Dan kenapa ada perbedaan informasi antara
Citi 
> Phone Officer satu dengan yang lainnya?
> 3.. Kartu saya di blok begitu saja tanpa saya mengetahui. Andai saya
tidak 
> belanja di Taman Anggrek tanggal 4 Agustus, maka informasi kalau kartu
saya 
> over limit dan di blok tidak akan saya ketahui
> 4.. Penanganan tahap awal saya diminta untuk menghubungi langsung 
> merchant. Terkesan Bank lepas tangan.
> 5.. Ada biaya Rp 50,000 penggantian kartu yang mana pada hari ini
setelah 
> saya telepon bolak-balik minta perlakuan lebih baik dari Citibank
mereka 
> batalkan.
> 6.. Koordinasi antar divisi buruk. Dua kali ditagih hutang saat
masalah 
> dikatakan sudah selesai. Tiga kali dikirimkan surat, dan harus
mengisi 
> dokumen sama persis dalam selang waktu 20 hari. Berputar-putar di
titik yang 
> sama.
> Lewat surat ini, saya mohon Citibank tidak lagi menyulitkan pelanggan 
> seperti saya dan belajar dari apa yang dilakukan oleh BCA.
> 
> William Tanuwijaya
> Taman Kosmos O/8
> Jakarta Barat
> 
> Sumber : http://www.kompas. com/suratpembaca /read/2019
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> ------------------------------------
> 
> "We cannot all do great things.But we can do small things 
> with great love." - Mother Teresa
> ---------------------------------------------------------
> 
> BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
> Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar
> 
> Stop or Unsubscribe: send blank email to
[EMAIL PROTECTED]
> Questions or Suggestions, send e-mail to
[EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 

__________________________________________________________
Manage multiple email accounts with Windows Live Mail effortlessly.
http://www.get.live.com/wl/all

[Non-text portions of this message have been removed]




 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke