Sayangnya justru kantor sendiri yg nyerahin data kita ke Kantor pajak.
Sampai sekarang katanya bakal ada sosialisasi, kagak pernah kesampaian.Belum 
tahu musti lapor ke tempat kantor biasa ngelapor ato di kantor pajak dekat 
rumah. 
Mo nanya lupa melulu, ktnya ada telpon 500200 ya?





----- Original Message ----
From: Masabi Masabi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, September 11, 2008 2:48:42 AM
Subject: Re: [BinusNet] NPWP - Howto

Selama masih bisa ditunda..
Ngak usah urus dulu..
Kalau perusahaan tanya.. bilang belum sempet urus.. senin sampe sabtu kerja 
demi kantor.. kalau ke kantor pajak musti cuti.. kalau cuti kan kagak dibayar.. 
kecuali si kantor mau bayar cuti itu 3x lipat.. 

Ngapain repot repot ngurus.. sekali dapat NPWP.. seumur idup musti lapor tiap 
tahun..  Lagian kalau binusian ngak punya NPWP.. dan kantor tanya.. apa si 
kantor akan pecat karyawan yang ngak ada NPWP ?   kalau dipecat.. dan dapat 
pesangon 12 bulan gaji kan lumayan..  buat ongkos cari kerja ke Singapore.. :D

Dan bener kata binusian itu..  lapor pertama kali jangan sampe salah.. ada 
kolom lapor harta benda  yang dimiliki sekarang... misal tabungan ada berapa.. 
punya rumah ato apartement.. punya xxx.. yyy.. zzz...

Jadi kalau sekarang gaji cuman gaji minimum doank yang  1 juta per bulan..dan 
tabungan cuman lapor 5 juta rupiah doank..
Jangan sampe setelah dapat NPWP  dalam 12 bulan bisa beli mobil, rumah, dll 
yang harganya 100 juta keatas misalnya..  malah bisa diusut usut..  manipulasi 
pajak lah.. mengisi data yang tidak benar....  dll yang bisa bikin repot diri 
sendiri...

Soalnya ada ex-boss.. yang bilang isi awal ati ati.. soalnya dulu dia isi cuman 
harta sekian.. eh tahun berikutnya renovasi rumah.. dan biaya renovasi nya bisa 
lebih gede dari hartanya.. akhirnya didatangin..   dan solusinya..  pake 
pepatah kuno indo lagi :   semua bisa diatur.. :D

Biarpun nanti pindah kerja ke Singapore..walaupun selama 5 tahun berturut turut 
kagak pernah balik ke Indo,   kalau dah punya NPWP tetap musti lapor 
sepertinya.. mungkin yang kuliah di binus jurusan perpajakan bisa lebih kasih 
detail nya.. :D

Palagi kalau dah punya NPWP dan tahun berikutnya ngak lapor.. Ada UU nya dengan 
ancaman pidana.. dan sita harta kayak nya.. 



--- On Tue, 9/9/08, Handy Jawoto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Handy Jawoto <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [BinusNet] NPWP - Howto
To: [email protected]
Date: Tuesday, September 9, 2008, 12:23 AM

oopsss Sory salah tulis, revisi yah :)

2. Setelah punya NPWP pribadi karena masih karyawan sebaiknya lapor SPT
tahunan saja. MInta bukti potong dari Perusahaan setiap tahun. Nah ini akan
sedikit masalah karena masalah waktu.
Pelaporan SPT tahunan paling lambat 30 maret tahun berikutnya. Nah kalau
perusahaan lapornya pas 30 Maret, kapan karyawan bisa mendapat bukti potong
dan melaporkan ke KPP :). karena kalau terlambat lapor akan di denda. Dulu
sih 200 ribu, nggak tahu sekarang denger2 akan menjadi 1 juta kalau
terlambat lapor SPT tahunan.

2008/9/9 Handy Jawoto <[EMAIL PROTECTED] com>

> Hi Budi,
>
>
> Membahas NPWP pasti sangat panjang dan bervariasi, karena pasti banyak yang
> merasa akan sangat merepotkan dan menyusahkan. Dan setiap orang akan punya
> pendapat sendiri-sendiri untuk urusan NPWP ini. Ujung-ujungnya akan balik ke
> masing-masing individu, mau ngapain karena NPWP nempel ke individu.
> Tetapi karena perusahaan anda mewajibkan punya NPWP anda tidak punya
> pilihan bukan untuk tidak mengajukan NPWP :p
>
> Saya cuma bisa memberikan masukan sbb:
>
> 1. Ajukan NPWP, lebih bagus kalau dibantu oleh perusahaan jadi nggak perlu
> repot ke Kantor pajak di area sesuai KTP. kalau KTP kamu daerah, ya
> perusahaan tidak bisa bantu, harus mengajukan sendiri :)
> Mengajukan NPWP sekarang nggak serepot dulu, daftar dulu melalui internet,
> lalu akan dapat SKT (surat keterangan terdaftar) dan sudah ada no NPWP. Lalu
> dicetak dan dibawa surat SKT tsb ke KPP, KPP akan keluarkan NPWP asli.
> Prosesnya tergantung KPP, ada yg 1-2 hari ada yg 1 minggu tetapi semua bebas
> biaya dijamin.
>
> 2. Setelah punya NPWP pribadi karena masih karyawan sebaiknya lapor SPT
> tahunan saja. MInta bukti potong dari Perusahaan setiap tahun. Nah ini akan
> sedikit masalah karena masalah waktu.
> Pelaporan SPT tahunan paling lambat 30 maret tahun berikutnya. Nah kalau
> perusahaan lapornya pas 30 sept, kapan karyawan bisa mendapat bukti potong
> dan melaporkan ke KPP :). karena kalau terlambat lapor akan di denda. Dulu
> sih 200 ribu, nggak tahu sekarang denger2 akan menjadi 1 juta kalau
> terlambat lapor SPT tahunan.
>
> 3. Pelaporan SPT tahunan harus di simpan sampai 10 tahun, kalau2 diperiksa.
> Dan sebaiknya sudah bermain cantik dari awal pelaporan. Karena kalau lapor
> miskin (nggak punya apa-apa dan gaji kecil) harus hati2 jangan sampai bisa
> beli rumah. Karena nanti setiap pembeli rumah diwajibkan pakai NPWP,
> termasuk di PBB nanti akan di link ke kantor pajak. Dan biasanya akan terus
> lapor miskin bertahap baru menjadi kaya, tetapi harus di imbangin dengan
> pendapatan dan Pph yg dibayarkan.
> Kalau lapor kaya (sudah punya rumah, uang banyak dan gaji besar) harus bisa
> mempertanggung jawabkan dari mana penghasilan didapat dan yg penting apakah
> pajaknya sudah dibayarkan. Orang pajak tidak memperdulikan object pajak
> (contoh pajak beli dari rumah, beli mobil) karena sudah pasti dibayar. Tapi
> pajak penghasilan untuk membeli rumah atau mobil tersebut.



      

------------------------------------

"We cannot all do great things.But we can do small things 
with great love." - Mother Teresa
---------------------------------------------------------

BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar

Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED]
Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke