-------- Original Message --------
From:   - Thu Oct 30 22:01:16 2008
X-Account-Key:  account2
X-UIDL:         GmailId11d4da2155624236
X-Mozilla-Status:       0001
X-Mozilla-Status2:      10000000
X-Mozilla-Keys:         
Delivered-To:   [EMAIL PROTECTED]
Received:       by 10.141.129.15 with SMTP id g15cs21535rvn; Thu, 30 Oct 2008
05:02:30 -0700 (PDT)
Received:       by 10.142.171.9 with SMTP id
t9mr4605903wfe.341.1225368149453; Thu, 30 Oct 2008 05:02:29 -0700 (PDT)
Return-Path:
<[EMAIL PROTECTED]>
Received:       from n11d.bullet.scd.yahoo.com (n11d.bullet.scd.yahoo.com
[66.218.67.60]) by mx.google.com with SMTP id
29si2537309wfg.0.2008.10.30.05.02.25; Thu, 30 Oct 2008 05:02:27 -0700 (PDT)
Received-SPF:   pass (google.com: domain of
[EMAIL PROTECTED] 

designates 66.218.67.60 as permitted sender) client-ip=66.218.67.60;
DomainKey-Status:       good
Authentication-Results:         mx.google.com; spf=pass (google.com: domain of
[EMAIL PROTECTED] 

designates 66.218.67.60 as permitted sender)
[EMAIL PROTECTED]; 

domainkeys=pass [EMAIL PROTECTED]
Comment:        DomainKeys? See http://antispam.yahoo.com/domainkeys
DomainKey-Signature:    a=rsa-sha1; q=dns; c=nofws; s=lima;
d=yahoogroups.com;
b=KlXf0zgn11Qu5eGukWVzmNOEXIEvODe7NTFMUllmNyRTTOkXcUNRZHlUEIJxMELAu/q//2lbgmyVGX2f6Ec7d0jWqOzQ8q2i4/txv6jE+TyWJBECDQyDXzRLRtm427F6;
Received:       from [209.73.164.86] by n22.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP;
30 Oct 2008 12:02:14 -0000
Received:       from [69.147.65.151] by t8.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP;
30 Oct 2008 12:02:13 -0000
Received:       from [66.218.66.158] by t5.bullet.mail.sp1.yahoo.com with
NNFMP; 30 Oct 2008 12:02:13 -0000
X-Yahoo-Newman-Id:      10551206-m7204
X-Sender:       [EMAIL PROTECTED]
X-Apparently-To:        [EMAIL PROTECTED]
X-Received:     (qmail 16002 invoked from network); 30 Oct 2008 12:02:09 -0000
X-Received:     from unknown (66.218.67.94) by m54.grp.scd.yahoo.com with
QMQP; 30 Oct 2008 12:02:09 -0000
X-Received:     from unknown (HELO web38807.mail.mud.yahoo.com)
(209.191.125.98) by mta15.grp.scd.yahoo.com with SMTP; 30 Oct 2008
12:02:09 -0000
X-Received:     (qmail 80172 invoked by uid 60001); 30 Oct 2008 12:02:08 -0000
X-YMail-OSG:
i99AXF0VM1mQMDZ7HjI.sVaU8W8OVI2GOcXv5E8dWIs47FAKr8fCPINXt1VHe_pmWeDuoex3DpteO7d_L3EzF25YsV5VVJ.3e7ZCIg0vUtB6AZQVJCjoMzTGdXxuAHV5aHmrCYEW2iiTZ2R7Exk0e5zSf5gJUwT3MQ0yLte7oy2U48lB98TOmIIvvpo-
X-Received:     from [202.158.1.186] by web38807.mail.mud.yahoo.com via
HTTP; Thu, 30 Oct 2008 05:02:08 PDT
X-Mailer:       YahooMailRC/1155.11 YahooMailWebService/0.7.247.3
To:     [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED]
Message-ID:     <[EMAIL PROTECTED]>
X-Originating-IP:       209.191.125.98
X-eGroups-Msg-Info:     1:12:0:0:0
From:   hendrik <[EMAIL PROTECTED]>
X-Yahoo-Profile:        for_hendrik
Sender:         [EMAIL PROTECTED]
MIME-Version:   1.0
Mailing-List:   list [EMAIL PROTECTED]; contact
[EMAIL PROTECTED]
Delivered-To:   mailing list [EMAIL PROTECTED]
List-Id:        <Anak_Binus.yahoogroups.com>
Precedence:     bulk
List-Unsubscribe:       <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Date:   Thu, 30 Oct 2008 05:02:08 -0700 (PDT)
Subject:        [Anak_Binus] Fw: [Fwd: FW: tulisan dari wimar witoelar
:"menyelamatkan bakrie"]
X-Yahoo-Newman-Property:        groups-email-ff-m
Reply-To:       [EMAIL PROTECTED]
Content-Type:   multipart/mixed; boundary="0-1423665831-1225368128=:79554"





Regards,
Hendrik

----- Forwarded Message ----
From: hendrik
To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:for_hendrik%40yahoo.com>
Sent: Thursday, October 30, 2008 5:16:50 PM
Subject: [Fwd: FW: tulisan dari wimar witoelar :"menyelamatkan bakrie"]

-----Inline Message Follows-----

________________________________


Menyelamatkan Bakrie
Senin, 20 Oktober 2008 - 10:29 wib

PADA saat tulisan ini dikirimkan, CNN baru
mengeluarkan ringkasan
hasil polling mengenai debat Presiden Amerika Serikat.

Debat
yang dilakukan sebanyak tiga kali itu sudah semua dilakukan.
Hasilnya,
dalam persentase, untuk debat pertama, Obama-McCain 51-31. Debat
kedua,
54-30. Debat ketiga, 58-31. Menurut CNN, perkiraan electoral vote
adalah
277 untuk Obama dan 174 untuk McCain dengan state (negara
bagian)
yang tossup (bisa ke sana-ke sini) sebanyak 87.

Andaikata
McCain menang untuk semua tossup states, dia tetap kalah. Jadi
dia
harus
menang di semua tossup statesseperti Florida , Ohio dan North
Carolina. Selain itu, McCain
harus merebut state yang diperkirakan
mendukung
Obama seperti Pennsylvania dan Virginia .

Sebaliknya
Obama cukup mempertahankan posisi. Karena itu, McCain agresif,
Obama
defensif.
Ibarat pertandingan sepakbola di mana Obama di depan 2-0
dengan
sisa waktu 10 menit. McCain harus tetap bersemangat
berkampanye
dan orang-orangnya harus tetap percaya diri supaya pendukungnya
tidak
patah
semangat dan tetap mau mengikuti pemilu.

Obama
harus tetap bersemangat dan tidak menunjukkan rasa menang supaya
pendukungnya
tetap
bersemangat sampai memberikan suara pada tanggal 4 November. Kalau
mereka
merasa sudah menang, mungkin mereka malas memilih karena
merasa
sudah pasti menang.

Di
kita, posisinya agak terbalik.Yang di atas angin adalah pihak elite,
yang
kalah adalah orang biasa. Kalau ikut rumus tadi, elite harusnya tenang
dan
orang biasa bersikap galak.
Tapi
di sini malah elite makin berani menjalankan kolusi dan orang biasa
makin
menerima.

Terbukti
dalam kolusi Bakrie dengan SBY untuk menyelamatkan perusahaannya
yang
ambruk. Dalam kasus Lapindo, Bakrie tidak mau menunjukkan simpati
kepada
korban luapan lumpur.
Sekarang
Bakrie kena musibah pasar, dia minta simpati SBY. Minta dibantu
dengan
uang Negara melalui BUMN.

Orang
biasa yang melihat elite berkuasa merasa tidak punya jalan keluar.
Mereka
merasa
terpaksa
menerima keserakahan penguasa. Padahal, kita tidak harus
menerima
ketidakadilan. Kita bisa mengajak orang biasa memberikan
pendapat.
Kalau tidak, orang baik makin sedikit dan orang jahat makin
banyak.

Apakah
lupa munculnya Orde Baru? Tokoh angkatan 66 ikut
membenarkan
Soeharto. Sekarang tokoh Reformasi 98 ikut membenarkan SBY.
Dengan
menyelamatkan Bakrie, SBY kelihatan Orde Baru sejati.
Tujuannya
hanya mempertahankan kekuasaan, yang dipakai untuk melindungi
pengusaha
yang mendukungnya.

Segitiga
SBY-Bakrie-Kalla menggelinding menuju Pilpres 2009. Krisis ekonomi
dunia
saat ini timbul karena
terlalu
banyak andalan pada kelancaran kredit. Kredit murah membuat
orang
berutang lebih besar dari kemampuan membayar.

Ke tika timbul masalah dalam pembayaran kredit, masalah
itu diatasi dengan
meminjam
lebih banyak lagi, gali lubang tutup lubang. Makin banyak
kita
punya kenalan di bank, makin mudah meminjam uang. Kalau kita kenal
penguasa,
lebih mudah lagi.

Meminjam
menjadi sangat mudah kalau kita kenal Presiden yang tidak jujur.
Kreditor
mana akan menolak kasih kredit kalau Presiden memberikan lampu
hijau?
Setelah 11 September 2001, Bush menumbuhkan mesin ekonomi dengan
melancarkan
kredit
properti.

Semua
berjalan mulus sampai satu saat kredit perumahan yang terlalu lancar
di
Amerika Serikat menghasilkan kelebihan bangunan, harga property jatuh.
Nasabah
kredit tidak bisa bayar kredit. Bank tertimpa kredit macet
dan
terpaksa minta pinjaman dari lembaga keuangan lain. Sekuritas yang
dibangun
di atas jaminan kredit anjlok nilainya.

Perusahaan
asuransi jatuh nilai asetnya. Perusahaan asuransi AIG jatuh dan
diberi
bailout USD 770 miliar. Dengan cepat jepitan kredit merembes ke
Eropa
dan Asia . Akhirnya kemacetan kredit internasional
menimpa perusahaan
di
Indonesia yang punya utang besar pada pihak asing.

Tidak
mampu bayar kredit, takut disita jaminan berupa saham perusahaan,
akhirnya
dia
bersembunyi dari kenyataan pasar dan meminta pemerintah mengatur
BUMN
ikut bantu. Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani tidak setuju,
sebab
ini intervensi pasar. Lebih baik Bakrie jatuh daripada orang biasa
ikut
menderita.

Pada
krisis moneter (krismon) 1997, banyak perusahaan jatuh dan pimpinannya
dituntut.
Krismon 2008 menyangkut satu perusahaan dan pimpinannya adalah
pembantu
terdekat Presiden. Pinjaman macet Bakrie adalah untuk menjadi
makin
kaya lagi, bukan untuk
kesejahteraan
rakyat.

SBY
tetap merasa berutang budi pada Bakrie dan menolak
keberatan
Sri Mulyani. Beliau tidak tahu, kekuatannya dari suara
rakyat,
bukan dari penguasa yang memanfaatkannya. Setelah Sri Mulyani
gagal
mempertahankan sikapnya untuk melepas Bakrie ke pasar, Bakrie
mulai
menjual sahamnya diam-diam kepada pihak asing, dilakukan dengan
cepat,
dengan kerugian besar, karena takut kena sita jaminan.

Penjualan
saham kepada pihak Indonesia
yang dikoordinasi Menteri BUMN dan
Sekneg
akan terjadi dengan lebih leluasa dan dengan harga yang lebih manis
untuk
Bakrie. Seorang pengamat cerdas mengeluhkan gagalnya Reformasi
1998
dan mengatakan: "Tahun-tahun terbuang..." Bakrie bantu Kalla,
Kalla
bantu SBY, SBY balas budi dengan mengangkat Kalla sebagai Wakil
Presiden
dan Bakrie sebagai Menko Ekuin.

Ke tika Bakrie gagal mengurus ekonomi, dia tetap
dipertahankan sebagai Menko
Kesejahteraan
Rakyat
walaupun tidak memiliki jiwa sosial sama sekali. Balas budi
SBY
kini menggunakan dalih "mendukung swasta nasional".

Ekonom
dan politikus nasionalis mengatakan, Bakrie sebagai perusahaan
nasional
harus
dibantu melawan ancaman cengkeraman asing. Orang lupa bahwa
orang Indonesia
yang menjahati rakyat perlu dikenai sanksi sebelum kita
mempersoalkan
orang asing.

Bakrie
adalah pengusaha nasional, tapi bukan nasionalis. Kebesaran usahanya
dan
statusnya sebagai orang
terkaya
dicapai melalui kolusi politik dengan SBY dan kolusi pasar
dengan
perusahaan luar negeri. Ke tika
krisis internasional
menjatuhkan
harga pasar Bakrie, dia lari minta perlindungan kepada Presiden

Sangat
menyedihkan bahwa orang-orang pandai di Indonesia membenarkan
bantuan
SBY
kepada perusahaan yang antisosial ini. Sangat menyedihkan bahwa
suara
jernih Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani tidak didukung secara
terbuka,
hanya melalui bisik-bisik. Pengamat cerdas itu melanjutkan
dalam
e-mail:

"Jelek-jelek,
pemilihan presiden di Amerika Serikat memberi kesempatan
calon
presiden untuk berpendapat dan menunjukkan kemampuan. Di sini ?
Apa
yang jadi penentu seseorang jadi Presiden: intrik dan uang. " Betul
sekali.
Tapi kita tidak boleh berhenti dengan mengeluh dan putus asa.

Marilah
kita sebagai orang biasa belajar mengerti persoalan. Kalau sudah
mengerti,
marilah
membentuk
sikap. Kalau sudah punya sikap, marilah menyatakan sikap
dan
bersuara. "A bell is no bell until you ring it. A song is no song until
you
sing it." (*)

WIMAR
WITOELAR

************************************************************
The
Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited
whose
main office in Indonesia
is at Jl. Jendral Sudirman Kav. 29-31, Jakarta 12920 , Indonesia
************************************************************

________________________________

*******************************************************************
This e-mail is confidential. It may
also be legally privileged.
If you are not the addressee you may
not copy, forward, disclose
or use any part of it. If you have
received this message in error,
please delete it and all copies from
your system and notify the
sender immediately by return e-mail.

Internet communications cannot be
guaranteed to be timely,
secure, error or virus-free. The sender
does not accept liability
for any errors or omissions..
*******************************************************************
"SAVE PAPER - THINK BEFORE YOU
PRINT!"
***************
CONFIDENTIALITY: The information contained in or attached to this
electronic transmission is confidential and may be legally privileged.
It is intended only for the person or entity to which it is addressed.
If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any
distribution, copying, review, retransmission, dissemination or other
use of this electronic transmission or the information contained in it
is strictly prohibited. If you have received this electronic
transmission in error, please immediately contact the sender to arrange
for the return of the original documents.




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke