hahahhahaa pak ronny saya setuju sekali...
emang nya negara mau ngerawat kita kalo kita sakit heheheheh..
tapi memang dari pengertiannya sendiri udah gitu sih.jadi pajak dan retribusi 
merupakan hal berbeda.rertribusi bisa dinikmati langsung,misal parkir,tempat yg 
dipakai pedagang.tapi pajak merupakan hal menyebalkan karena pengertian pajak 
adalalah pungutan wajib yang harus dibayar oleh wajib pajak ke negara tanpa 
mendapat kontraprestasi.nah kontraprestasi ini biang keroknya jadi kita gak 
bisa nikmatin langsung..yah gitu deh..

--- On Thu, 12/4/08, Ronny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Ronny <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [BinusNet]  Nanya NPWP Pribadi
To: [email protected]
Date: Thursday, December 4, 2008, 12:21 AM










    
            AFAIK, berbicara tentang pajak, tidak pernah ada yg mempersoalkan 
bahwa 

mengapa mereka harus bayar pajak. Bahkan pedagang kaki lima di pasar becek 

pun tahu harus bayar retribusi ( baca : pajak ). Mengapa ? karena hal ini 

sudah ada sejak ratusan tahun ( bahkan mungkin ribuan tahun ), cuma namanya 

saja yg berbeda-beda , dulu namanya upeti , sekarang pajak.



Yg di persoalkan adalah angka2nya. Cobalah tanya pengusaha yg bayar pajaknya 

sudah mulai agak besar ( jutaan ) , setoran pajak yg masuk ke kantong 

petugas lebih besar daripada yg masuk ke kas negara.



Selain itu orang tidak bisa merasakan langsung manfaatnya. Contoh : pada 

saat kita membeli kendaraan baru atau memperpanjang STNK setiap tahun , kita 

selalu membayar pajak, tapi kita melihat jalanan dan lampu lalu-lintas 

banyak yg rusak tapi tidak diperbaiki.



Kembali ke masalah NPWP, jika saya membayar NPWP sekarang ( pada saat saya 

masih sehat dan bekerja / punya penghasilan ) , bagaimana jika suatu hari 

saya sakit atau menganggur sehingga tidak punya penghasilan ? apakah negara 

juga mau merawat / membantu saya ?



------------ --------- --------- --------- --------- --

From: "rachmad handiko" <[EMAIL PROTECTED] com>

Sent: Thursday, December 04, 2008 12:07 PM

To: <[EMAIL PROTECTED] s.com>

Subject: Re: [BinusNet]  Nanya NPWP Pribadi



> oke pak saya berpikiran positif nih ya

> dengan kita punya NPWP maka DItjen Pajak mempunyai data kekayaan kita, 

> jika kita dianggap mampu untuk bayar pajak ya bayar,kan yang bayar pajak 

> hanya yang mampu.kalo orang miskin gak bayar pajak.kita ambil contoh gini 

> aja misal gaji kita sebulan 3 juta/bulan masa gak bayar pajak gak fair 

> dong.kalo gaji kita cuma 800 ribu ya gak bayar pajak.sekarang kita ngaku 

> miskin tapi punya toko baju di tanah abang kan gak mungkin, paling bayar 

> pajak cuma beberapa ratus ribu.

> inget pajak itu dibikin agar bangsa kita bisa mandiri makanya kalau KPP 

> gak capai target Kepala KPP kayak kebakaran jenggot cari2 mana yg bisa di 

> kenain pajak. yah anggap aja pajak ini sumbangan untuk negara kita 

> hehehehehehe. ..(pengennya sih gak bayaar pajak)

>

> --- On Wed, 12/3/08, Paulus <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

> From: Paulus <[EMAIL PROTECTED] com>

> Subject: Re: [BinusNet]  Nanya NPWP Pribadi

> To: [EMAIL PROTECTED] s.com

> Date: Wednesday, December 3, 2008, 10:01 PM

>

>

>            dari 2 email yang sudah ada semua nya bernada 'negatif'. apakah 

> ada binusian yang bisa sumbang nada positif ? :)

>

>

> Best regards,

>

> Paulus                            mailto:xmilis@ gmail. com

 




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke