"Kembali ke masalah NPWP, jika saya membayar NPWP sekarang ( pada saat saya 
masih sehat dan bekerja / punya penghasilan ) , bagaimana jika suatu hari 
saya sakit atau menganggur sehingga tidak punya penghasilan ? apakah negara 
juga mau merawat / membantu saya ?"

 

Saya setuju dengan yang diatas.

Tapi sebetulnya dilemma juga, kalo dijanjikan sesuatu. ntar yang ngaku
pengangguran banyak donk.

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of Ronny
Sent: 04 Desember 2008 12:22
To: [email protected]
Subject: Re: [BinusNet] Nanya NPWP Pribadi

 

AFAIK, berbicara tentang pajak, tidak pernah ada yg mempersoalkan bahwa 
mengapa mereka harus bayar pajak. Bahkan pedagang kaki lima di pasar becek 
pun tahu harus bayar retribusi ( baca : pajak ). Mengapa ? karena hal ini 
sudah ada sejak ratusan tahun ( bahkan mungkin ribuan tahun ), cuma namanya 
saja yg berbeda-beda , dulu namanya upeti , sekarang pajak.

Yg di persoalkan adalah angka2nya. Cobalah tanya pengusaha yg bayar pajaknya

sudah mulai agak besar ( jutaan ) , setoran pajak yg masuk ke kantong 
petugas lebih besar daripada yg masuk ke kas negara.

Selain itu orang tidak bisa merasakan langsung manfaatnya. Contoh : pada 
saat kita membeli kendaraan baru atau memperpanjang STNK setiap tahun , kita

selalu membayar pajak, tapi kita melihat jalanan dan lampu lalu-lintas 
banyak yg rusak tapi tidak diperbaiki.

Kembali ke masalah NPWP, jika saya membayar NPWP sekarang ( pada saat saya 
masih sehat dan bekerja / punya penghasilan ) , bagaimana jika suatu hari 
saya sakit atau menganggur sehingga tidak punya penghasilan ? apakah negara 
juga mau merawat / membantu saya ?

--------------------------------------------------
From: "rachmad handiko" <[email protected] <mailto:fatdiko%40yahoo.com> >
Sent: Thursday, December 04, 2008 12:07 PM
To: <[email protected] <mailto:binusnet%40yahoogroups.com> >
Subject: Re: [BinusNet] Nanya NPWP Pribadi

> oke pak saya berpikiran positif nih ya
> dengan kita punya NPWP maka DItjen Pajak mempunyai data kekayaan kita, 
> jika kita dianggap mampu untuk bayar pajak ya bayar,kan yang bayar pajak 
> hanya yang mampu.kalo orang miskin gak bayar pajak.kita ambil contoh gini 
> aja misal gaji kita sebulan 3 juta/bulan masa gak bayar pajak gak fair 
> dong.kalo gaji kita cuma 800 ribu ya gak bayar pajak.sekarang kita ngaku 
> miskin tapi punya toko baju di tanah abang kan gak mungkin, paling bayar 
> pajak cuma beberapa ratus ribu.
> inget pajak itu dibikin agar bangsa kita bisa mandiri makanya kalau KPP 
> gak capai target Kepala KPP kayak kebakaran jenggot cari2 mana yg bisa di 
> kenain pajak. yah anggap aja pajak ini sumbangan untuk negara kita 
> hehehehehehe...(pengennya sih gak bayaar pajak)
>
> --- On Wed, 12/3/08, Paulus <[email protected] <mailto:xmilis%40gmail.com>
> wrote:
> From: Paulus <[email protected] <mailto:xmilis%40gmail.com> >
> Subject: Re: [BinusNet] Nanya NPWP Pribadi
> To: [email protected] <mailto:binusnet%40yahoogroups.com> 
> Date: Wednesday, December 3, 2008, 10:01 PM
>
>
> dari 2 email yang sudah ada semua nya bernada 'negatif'. apakah 
> ada binusian yang bisa sumbang nada positif ? :)
>
>
> Best regards,
>
> Paulus mailto:xmi...@gmail. com



 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke