Binusians,
Sampai sekarang saya masih merasa kesal dengan kejadian siang tadi.. Sulit untuk saya mengambil pelajaran dari kejadian ini, mungkin karena kekesalan saya masih belum reda. Tadi sekitar jam 11.30 saya mengambil uang di BCA Bursa Efek, sebesar 500 ribu. Saya lakukan penarikan melalui teller karena saya ingin mengambilnya dalam pecahan Rp. 10.000 untuk keperluan Imlek Senin depan. Saat di teller, saya katakan bahwa saya ingin mengambil pecahan Rp 10.000. Dengan segera dia mengatakan apakah mau lembaran uang lama? Saya katakan kalau bisa lembaran baru, karena untuk keperluan Imlek. Dan kalaupun tidak ada, saya katakan bahwa tidak keberatan dengan pecahan Rp 5.000 selama lembaran baru. Setelah menerima slip penarikan, teller tersebut mengambil 5 lembar Rp100.000 dari lacinya dan mengatakan bahwa dia akan ke dalam untuk menukarkan uangnya. Tapi setelah masuk ke ruangan back-office, kurang dari 2 detik kemudian teller itu keluar. Kemudian dia mengatakan kalau dia akan menukarkan uangnya di kasir teller depan (begitu istilah yang dia gunakan). Saya perhatikan dari jauh, dia memang menukarkan uangnya ke teller di pojok dan kembali dengan.....uang pecahan lama! Saat itu juga mood saya langsung drop!! Dia katakan bahwa pecahan uang baru sedang kosong. Saya tidak mau "memohon-mohon" karena hanya membuang waktu saya saja. Tidak cukup mengecewakan saya dengan lembaran uang lama (!!), teller masih merasa belum cukup untuk "mempermainkan" mood saya dengan menggesek kartu atm saya * berkali-kali* dan meminta saya untuk memasukkan pin atm *berkali-kali* pula ke swipe machine di teller. Akhirnya sebelum pergi dari teller, saya tanyakan apakah harus ada minimum penarikan untuk nasabah supaya dapat memperoleh pecahan uang baru??? Teller menjawab bahwa pecahan baru sudah kosong karena banyak yang sudah menukarkan di awal bulan (???!!!). "Ok," pikiran mengatakan, "saya berani bertaruh kalu saya lakukan hal yang sama di awal bulan, kalian akan katakan agar sebaiknya melakukan penarikan di akhir bulan saat stok masih banyak!!" Teman kantor saya yang biasa mengurusi keuangan mengatakan bahwa pernah melakukan hal yang sama, menarik uang di teller dengan harapan mendapat lembaran uang baru. Tapi teller mengatakan padanya bahwa tidak bisa memberikan lembaran baru karena hari sudah siang dan sebaiknya melakukannya di pagi hari (I really have to say that I admire their rich variety of excuses!!!). Pengalaman ini semakin memperkuat image BCA di benak saya sebagai bank yang arogan. Sekitar 2 tahun lalu saat mengajukan aplikasi KPR, aplikasi saya ditolak hingga 2 kali. Alasan penolakan pertama adalah saya mempunyai kredit macet di beberapa bank. Sedangkan alasan penolakan kedua adalah "untuk alasan yang tidak dapat kami sebutkan". Saat saya tantang untuk cross check kembali semua data termasuk tanggal lahir, nomor ktp hingga nama ibu kandung, bank arogan ini tidak mampu memberikan bukti yang mendukung alasan mereka yang "amat sangat menarik". Thanks BCA, for your endless efforts in making my banking experience extrrreemellyy wonderful!!! David [Non-text portions of this message have been removed]
