Hehehe... sabar yah... semua bank memang ada plus minusnya. Seperti paman saya 
yg puas banget sebagai nasabah bca karena dy merasa diservis dg baik, dan saya 
pun selama bertahun-tahun sih amin2 blm ada masalah demikian sih. Mudah2an ke 
depannya juga nggak yah..
Klo saya saranin, mungkin kamu bisa nyari bank lain. Karena bank biasanya 
cocok2an yah. Mama saya juga ga cocok dg bca dan dy dr dulu nasabah permata.


 Tiw² ~







________________________________
From: David Sasmita <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Friday, January 23, 2009 2:22:12 PM
Subject: [BinusNet]  Thanks BCA!!


Binusians,

Sampai sekarang saya masih merasa kesal dengan kejadian siang tadi.. Sulit
untuk saya mengambil pelajaran dari kejadian ini, mungkin karena kekesalan
saya masih belum reda.

Tadi sekitar jam 11.30 saya mengambil uang di BCA Bursa Efek, sebesar 500
ribu. Saya lakukan penarikan melalui teller karena saya ingin mengambilnya
dalam pecahan Rp. 10.000 untuk keperluan Imlek Senin depan.

Saat di teller, saya katakan bahwa saya ingin mengambil pecahan Rp 10.000.
Dengan segera dia mengatakan apakah mau lembaran uang lama? Saya katakan
kalau bisa lembaran baru, karena untuk keperluan Imlek. Dan kalaupun tidak
ada, saya katakan bahwa tidak keberatan dengan pecahan Rp 5.000 selama
lembaran baru. Setelah menerima slip penarikan, teller tersebut mengambil 5
lembar Rp100.000 dari lacinya dan mengatakan bahwa dia akan ke dalam untuk
menukarkan uangnya. Tapi setelah masuk ke ruangan back-office, kurang dari 2
detik kemudian teller itu keluar. Kemudian dia mengatakan kalau dia akan
menukarkan uangnya di kasir teller depan (begitu istilah yang dia gunakan).
Saya perhatikan dari jauh, dia memang menukarkan uangnya ke teller di pojok
dan kembali dengan.....uang pecahan lama!

Saat itu juga mood saya langsung drop!!

Dia katakan bahwa pecahan uang baru sedang kosong. Saya tidak mau
"memohon-mohon" karena hanya membuang waktu saya saja. Tidak cukup
mengecewakan saya dengan lembaran uang lama (!!), teller masih merasa belum
cukup untuk "mempermainkan" mood saya dengan menggesek kartu atm saya *
berkali-kali* dan meminta saya untuk memasukkan pin atm *berkali-kali* pula
ke swipe machine di teller.

Akhirnya sebelum pergi dari teller, saya tanyakan apakah harus ada minimum
penarikan untuk nasabah supaya dapat memperoleh pecahan uang baru??? Teller
menjawab bahwa pecahan baru sudah kosong karena banyak yang sudah menukarkan
di awal bulan (???!!!). "Ok," pikiran mengatakan, "saya berani bertaruh kalu
saya lakukan hal yang sama di awal bulan, kalian akan katakan agar sebaiknya
melakukan penarikan di akhir bulan saat stok masih banyak!!"

Teman kantor saya yang biasa mengurusi keuangan mengatakan bahwa pernah
melakukan hal yang sama, menarik uang di teller dengan harapan mendapat
lembaran uang baru. Tapi teller mengatakan padanya bahwa tidak bisa
memberikan lembaran baru karena hari sudah siang dan sebaiknya melakukannya
di pagi hari (I really have to say that I admire their rich variety of
excuses!!!).

Pengalaman ini semakin memperkuat image BCA di benak saya sebagai bank yang
arogan. Sekitar 2 tahun lalu saat mengajukan aplikasi KPR, aplikasi saya
ditolak hingga 2 kali. Alasan penolakan pertama adalah saya mempunyai kredit
macet di beberapa bank. Sedangkan alasan penolakan kedua adalah "untuk
alasan yang tidak dapat kami sebutkan". Saat saya tantang untuk cross check
kembali semua data termasuk tanggal lahir, nomor ktp hingga nama ibu
kandung, bank arogan ini tidak mampu memberikan bukti yang mendukung alasan
mereka yang "amat sangat menarik".

Thanks BCA, for your endless efforts in making my banking experience
extrrreemellyy wonderful!!!

David

[Non-text portions of this message have been removed]

    


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke